Suntikan Investasi Fantastis yang Bikin Grab Jadi Decacorn

Rabu, 13 Maret 2019 10:00 Penulis: Wuri Anggarini
Suntikan Investasi Fantastis yang Bikin Grab Jadi Decacorn
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Menjadi decacorn adalah impian bagi setiap startup. Gimana nggak? Punya perusahaan dengan valuasi mencapai USD 10 miliar atau 140 triliun Rupiah pasti nggak cuma bikin bangga diri sendiri, tapi juga orang tua, pasangan, hingga tim startup yang menjadi bagian dari startup.

Mungkin seperti itulah perasaan Anthony Tan, orang di balik berdirinya Grab. Perusahaan yang kini menjadi satu-satunya decacorn di Asia Tenggara. Nggak mudah meraih capaian tersebut. Perlu konsistensi tinggi untuk menjaga kepercayaan semua pihak, mulai dari level pengguna hingga para investor.

Ngomong-ngomong soal investor, mereka punya andil sangat besar bagi Grab untuk mencapai level decacorn. Keberhasilan Grab dalam beroperasi di 336 kota di delapan negara Asia Tenggara tampaknya menjadikan Grab sebagai ‘sasaran empuk' bagi para penanam modal yang terdiri dari perusahaan-perusahaan raksasa.

Siapa Saja Para Investor Tersebut?

Saat menjadi startup unicorn, Grab menerima pendanaan dari investor kelas kakap. Ada yang menanamkan modal secara mandiri, ada juga yang merupakan joint ventures, atau lebih dari satu investor. Beberapa nama besar yang ikut menanamkan modalnya pada Grab adalah Toyota Motor Corporation, Tokyo Century, Hyundai Motor Company, Booking Holdings, Didi Chuxing, hingga Softbank Vision Bank.

Suntikan Modal dengan Nilai Fantastis

Sebagai investor kelas kakap, mendanai startup kelas atas nggak bisa main-main. Ada perputaran uang dengan jumlah yang sangat besar pada Grab. Sekali investasi bisa mencapai milyaran dolar AS. Misalnya saja, pendanaan dari Toyota Motor yang mencapai angka USD 1 miliar. Selain itu ada juga investasi sebesar USD 2 miliar pada bulan Agustus 2018 lalu yang digunakan untuk memperluas bisnis Grab khusus di wilayah Indonesia.

Valuasi Sebesar USD 11 Miliar

Bantuan dana dari banyak pihak melambungkan pundi-pundi valuasi milik Grab. Layanan transportasi online yang lahir di Malaysia ini secara resmi mengumumkan dirinya sebagai decacorn pada Februari 2019 lalu dengan mengantongi uang sebesar USD 11 miliar.

Sebagai catatan, decacorn merupakan sebutan bagi startup yang mampu meraup valuasi USD 10 miliar ke atas. Artinya, perusahaan ini sudah berkembang 10 kali lebih besar dari unicorn (valuasi USD 1 miliar). Grab sendiri adalah decacorn pertama yang ada di Asia Tenggara.

Dorongan yang sangat kuat dari pihak investor menjadi bukti bahwa Grab merupakan startup jempolan yang nggak perlu diragukan lagi kualitas pelayanannya. Apalagi sebagai everyday superapp, kamu bisa manfaatkan banyak kemudahan dalam satu aplikasi saja. Mulai dari taksi, ojek, hingga belanja bisa kamu lakukan secara online.

Menarik untuk disaksikan, seberapa jauh Grab bisa melangkah dari titik awal decacorn. Apakah mereka mampu meraih hectocorn, yang dianggap sebagai strata super elit bagi sebuah startup?

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI