Tak Bisa Bayar Tagihan, Sepasang Orangtua Tega Telantarkan Anak

Kamis, 03 Agustus 2017 11:18 Penulis: Agista Rully
Tak Bisa Bayar Tagihan, Sepasang Orangtua Tega Telantarkan Anak
© Imagine China

Kapanlagi Plus - Ungkapan yang mengatakan bahwa kesehatan itu mahal ada benarnya. Bagaimana tidak? Biaya perawatan medis semakin lama semakin meninggi. Apalagi biaya untuk perawatan penyakit dalam dan susah untuk disembuhkan. Seperti kisah memilukan seorang balita asal China ini.

Sun Menghan adalah balita berusia 8 bulan yang mengidap satu penyakit langka, Congenital Biliary Atresia. Penyakit yang menyerang hati tersebut membuat Menghan mengalami pembengkakan kandung empedu sehingga liver gagal berfungsi sebagaimana mestinya.

Sun Menghan, bayi berusia 8 bulan yang ditelantarkan orangtua karena mereka tak lagi mampu membayar biaya rumah sakit © Daily MailSun Menghan, bayi berusia 8 bulan yang ditelantarkan orangtua karena mereka tak lagi mampu membayar biaya rumah sakit © Daily Mail

Sepertinya penderitaan Sun Menghan tak berhenti dari sini saja, bayi malang ini juga harus mengalami nasib ditinggal orangtua. Ya, ayah dan ibu Menghan mengabaikan sang jabang bayi karena biaya perawatan medis yang ditanggung membengkak.

Orangtua Menghan telah meminta dokter untuk menghentikan perawatan sang jabang bayi setelah operasi transpaltasi hati yang dilakoni gagal. Setelahnya si Ibu dan Ayah menghilang, sebelumnya mereka sempat mengatakan, "Lebih baik saya mengandung anak lagi daripada menghabiskan uang untuk mengobatkan Menghan," dikutip dari beragam sumber.

Menghan mengidap gagal liver karena kantung empedu bengkak © Daily MailMenghan mengidap gagal liver karena kantung empedu bengkak © Daily Mail

Kini, Menghan yang malang itu tinggal dan dirawat oleh Kakek & Neneknya di Xinjiang, China. Hingga saat ini Menghan masih berusaha untuk bertahan hidup dan biaya medis mendapatkan bantuan dari netizen yang budiman. Total netizen telah menyumbang hingga Rp 1 Miliar.

Orangtua Menghan sendiri memang tidak memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar. Ayah Menghan bekerja di sebuah pabrik di Anhui dengan gaji Rp 3 juta sementara sang Ibu adalah Ibu Rumah Tangga yang mengidap depresi. Tragis!

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI