Telusuri Lebih dalam Tentang Puasa Syawal, Dilaksanakan 6 Hari Usai Lebaran Idul Fitri

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

Telusuri Lebih dalam Tentang Puasa Syawal, Dilaksanakan 6 Hari Usai Lebaran Idul Fitri
Ilustrasi masjid (credit: pixabay/xusenru)
Kapanlagi.com -

Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting, karena menjadi kesempatan untuk memperpanjang keberkahan bulan suci Ramadhan dan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal, yang dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Puasa ini diyakini memiliki pahala yang sangat besar, bahkan setara dengan berpuasa sepanjang tahun, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

Puasa Syawal sangat dianjurkan karena selain membawa pahala yang berlimpah, puasa ini juga berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama satu tahun." (HR Muslim). Dengan demikian, puasa Syawal menjadi simbol kesungguhan dan ketaatan seorang Muslim dalam beribadah serta memperpanjang berkah yang didapatkan selama Ramadhan.

Puasa Syawal juga merupakan bentuk penguatan keimanan dan kedekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini mengajarkan pentingnya konsistensi dalam beribadah, tidak hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Puasa Syawal bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk terus menjaga keberkahan hidup yang telah diraih.

1. Apa Itu Puasa Syawal dan Bagaimana Cara Melaksanakannya?

Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan selama enam hari setelah Idul Fitri, tepatnya pada bulan Syawal. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim)

Berikut adalah beberapa aturan dalam melaksanakan puasa Syawal:

  • Puasa ini bisa dimulai pada tanggal 2 Syawal, yaitu sehari setelah Idul Fitri.
  • Ulama sepakat bahwa puasa Syawal dapat dilakukan secara berturut-turut ataupun terpisah, selama masih dalam bulan Syawal.
  • Dengan fleksibilitas waktu ini, umat Islam dapat memilih waktu yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
  • Tata cara puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki sejumlah keutamaan yang sangat besar, antara lain:

  • Pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun: Hadits Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa seseorang yang menjalankan puasa Ramadhan dan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun.
  • Menyempurnakan ibadah Ramadhan: Puasa Syawal berfungsi sebagai pelengkap kekurangan dalam ibadah puasa Ramadhan, memperbaiki dan menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan.
  • Tanda diterimanya ibadah Ramadhan: Menjalankan puasa Syawal menunjukkan bahwa seseorang benar-benar serius dalam beribadah dan itu merupakan tanda bahwa ibadah Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
  • Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT: Dengan berpuasa Syawal, seseorang semakin dekat dengan Allah SWT melalui ketaatan dan ibadah yang konsisten.
  • Melatih konsistensi dalam beribadah: Puasa Syawal mengajarkan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.

3. Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Berturut-Turut?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal harus dilaksanakan secara berturut-turut atau bisa terpisah. Ada beberapa pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini:

  • Imam Syafi’i dan Imam An-Nawawi berpendapat bahwa lebih utama jika puasa Syawal dilakukan secara berturut-turut dari tanggal 2 hingga 7 Syawal.
  • Imam Ahmad bin Hambal dan beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa puasa Syawal tetap sah dan mendapatkan keutamaan meskipun dilakukan secara terpisah, selama masih dalam bulan Syawal.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya juga menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak harus dilakukan berturut-turut, melainkan bisa dilakukan sesuai dengan kenyamanan masing-masing individu, asalkan dalam bulan Syawal.

4. Cara Menjalankan Puasa Syawal dengan Benar

Untuk menjalankan puasa Syawal dengan benar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Niat puasa: Niat puasa Syawal harus dilakukan sejak malam hari atau sebelum fajar. Berikut lafaz niat puasa Syawal yang bisa dibaca:

    "Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala."
    (Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala).

  2. Jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia tetap boleh berniat di siang hari asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

  3. Puasa Syawal tidak boleh dilakukan pada tanggal 1 Syawal, karena pada hari tersebut umat Islam diwajibkan untuk berbuka dan merayakan Idul Fitri. Sebaiknya puasa ini dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal.

Puasa Syawal adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan dapat menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan ibadah kita setelah bulan Ramadhan. Dengan niat yang tulus dan konsisten dalam beribadah, puasa Syawal dapat menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan dengan Allah SWT.

5. FAQ

1. Apakah puasa Syawal boleh dilakukan tidak berurutan?

Ya, puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal, sesuai pendapat sebagian ulama.

2. Apakah puasa Syawal bisa digabungkan dengan puasa qadha Ramadan?

Beberapa ulama membolehkan, namun lebih utama jika dilakukan secara terpisah agar masing-masing mendapatkan pahala penuh.

3. Bagaimana jika seseorang tidak sempat menjalankan puasa Syawal?

Karena puasa Syawal hukumnya sunnah, tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk menjalankannya, tetapi ia akan kehilangan keutamaannya.

4. Apa saja manfaat puasa Syawal bagi umat Islam?

Puasa Syawal menyempurnakan pahala puasa Ramadan, mendatangkan pahala setara puasa setahun, dan menjadi tanda diterimanya ibadah Ramadan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)