Diterbitkan:
Hari Raya Idulfitri merupakan waktu yang penuh sukacita bagi umat Muslim, setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan merayakannya dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Berbagai tradisi seperti melaksanakan salat Id berjemaah, bersilaturahmi, serta menikmati hidangan khas Lebaran, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.
Namun, dalam semangat merayakan Idulfitri, sering kali ada beberapa hal yang kurang tepat dilakukan. Mulai dari berpakaian berlebihan hingga menunda salat, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk merayakan Idulfitri dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Agar perayaan Idulfitri tetap sesuai dengan ajaran Islam, ada beberapa hal yang perlu dihindari. Berikut adalah beberapa larangan yang harus diperhatikan saat merayakan Idulfitri, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
Salah satu larangan utama saat Idulfitri adalah berpuasa. Meskipun puasa adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, puasa pada tanggal 1 Syawal justru dilarang. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan:
"Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari, yaitu Idulfitri dan Iduladha." (HR. Muslim)
Umat Islam dianjurkan untuk merayakan Idulfitri dengan berbuka puasa sebagai bentuk kegembiraan atas kemenangan setelah sebulan berpuasa. Setelah itu, puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sangat dianjurkan karena pahalanya setara dengan puasa selama setahun.
Bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan, mereka bisa menggantinya di hari lain, tetapi bukan pada hari Idulfitri, karena hukumnya tetap haram.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Kesibukan bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga sering kali membuat banyak orang lalai dalam melaksanakan salat wajib. Padahal, menunda-nunda salat adalah perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.
Meski sedang merayakan Idulfitri, ibadah salat tetap harus diutamakan. Umat Islam harus mendahulukan kewajiban kepada Allah SWT sebelum aktivitas lainnya. Jika sedang bepergian atau berada di rumah saudara, sebaiknya cari tempat untuk salat tepat waktu.
Selain itu, jangan sampai terlalu sibuk dengan acara keluarga hingga melupakan salat Idulfitri, yang meskipun sunnah, tetap sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.
Advertisement
Lebaran identik dengan mengenakan pakaian terbaik, namun Islam melarang umatnya untuk berpakaian secara berlebihan atau meniru budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Begitu pula dengan berdandan, terutama bagi wanita, hendaknya tetap dalam batas kewajaran. Islam memperbolehkan berhias, tetapi tidak boleh berlebihan atau menarik perhatian lawan jenis. Allah SWT berfirman:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)
Lebih dianjurkan mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan sopan daripada hanya mengikuti tren mode yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
Tradisi Lebaran biasanya diwarnai dengan beragam hidangan lezat, seperti ketupat, opor ayam, dan berbagai kue kering. Namun, makan berlebihan juga termasuk hal yang dilarang dalam Islam. Dalam kitab Adab Al-Syafi’i wa Manaqibi Imam Syafi’i disebutkan:
"Kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur, dan lemah untuk beribadah."
Selain buruk untuk kesehatan, makan berlebihan juga bisa menghilangkan semangat untuk beribadah, termasuk melaksanakan salat wajib tepat waktu. Islam mengajarkan untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan.
Idulfitri sering kali dijadikan ajang untuk menunjukkan status sosial dengan membeli barang-barang mewah, mulai dari pakaian hingga kendaraan baru. Padahal, Islam sangat menekankan hidup dengan kesederhanaan dan tidak berlebihan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra: 26-27)
Berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan jauh lebih bermanfaat daripada menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Idulfitri seharusnya menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat tali silaturahmi, bukan untuk pamer kekayaan.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita bisa merayakan Idulfitri dengan lebih bijak dan sesuai dengan ajaran Islam, menjaga makna kemenangan yang sejati.
1. Kenapa tidak boleh puasa saat Idulfitri?
Karena hari raya Idulfitri adalah hari kemenangan dan hari berbuka bagi umat Muslim, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.
2. Apakah boleh memakai pakaian ketat saat Lebaran?
Tidak dianjurkan, karena Islam mengajarkan umatnya untuk berpakaian sopan dan tidak berlebihan, terutama dalam hal menutup aurat.
3. Bagaimana jika lupa salat karena sibuk bersilaturahmi?
Salat tetap harus dilakukan meskipun dalam perjalanan atau acara keluarga. Jika terlewat, wajib segera menggantinya.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/rmt)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera