Tips Menyimpan Ketupat Agar Tahan Lama dan Tidak Cepat Basi, Simak Langkahnya!

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

Tips Menyimpan Ketupat Agar Tahan Lama dan Tidak Cepat Basi, Simak Langkahnya!
Ilustrasi ketupat (credit: flickr)
Kapanlagi.com -

Ketupat menjadi hidangan khas yang selalu ada saat Lebaran, biasanya dinikmati dengan opor ayam, rendang, atau sayur labu. Namun, seringkali ketupat mudah basi atau berlendir jika tidak disimpan dengan cara yang tepat.

Untuk menjaga ketupat tetap awet dan bisa dinikmati dalam beberapa hari, penting untuk mengetahui metode penyimpanan yang benar. Mulai dari cara memasak, mengeringkan, hingga menyimpannya di dalam kulkas, semua tahapan ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan ketupat.

Lantas, bagaimana cara menyimpan ketupat agar tetap lezat dan tidak cepat basi? Berikut adalah beberapa tips yang telah dirangkum dari berbagai sumber yang bisa Anda terapkan.

1. Gunakan Bahan yang Berkualitas

  • Sebelum menyimpan ketupat, pemilihan bahan utama sangat berpengaruh terhadap ketahanan ketupat. Hal ini mencakup jenis daun pembungkus dan beras yang digunakan.
  • Pilih daun kelapa muda yang berwarna kuning kehijauan. Daun kelapa yang terlalu tua cenderung membuat ketupat cepat berbau tidak sedap dan mudah basi.
  • Gunakan beras berkualitas baik. Beras pulen lebih cocok untuk ketupat, tetapi jika ingin lebih awet, beras pera bisa menjadi pilihan karena teksturnya lebih kering setelah dimasak.
  • Tambahkan air kapur sirih. Air kapur sirih bisa membantu ketupat tetap kenyal dan lebih tahan lama.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Proses Memasak yang Tepat

Tahap perebusan ketupat sangat menentukan daya tahan ketupat setelah matang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasak ketupat agar tidak cepat basi:

  • Pastikan ketupat benar-benar terendam air saat direbus. Proses perebusan minimal 4-5 jam agar ketupat matang sempurna dan tidak cepat berlendir.
  • Gunakan air yang bersih dan segar. Jika memungkinkan, gunakan air matang untuk merebus agar tidak ada kontaminasi bakteri dari air mentah.
  • Hindari membuka dan menutup panci terlalu sering. Ini dapat mengganggu suhu air dan membuat ketupat tidak matang merata.

3. Segera Dinginkan dengan Air Dingin

  • Setelah ketupat matang, segera lakukan langkah pendinginan agar ketupat tidak mengalami proses pemasakan lebih lanjut yang bisa membuatnya cepat basi.
  • Celupkan ketupat ke dalam air dingin selama beberapa menit. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan proses pemanasan agar tekstur ketupat tetap bagus.
  • Jangan merendam terlalu lama. Cukup celupkan beberapa kali untuk menghilangkan panas berlebih, karena perendaman terlalu lama bisa membuat ketupat menyerap air dan mempercepat pembusukan.
  • Gunakan air matang yang dingin atau air es. Hal ini juga membantu membersihkan sisa lendir atau kotoran yang masih menempel di anyaman ketupat.

4. Simpan Ketupat dengan Cara yang Benar

Ada beberapa metode penyimpanan ketupat agar tetap awet tergantung pada seberapa lama ketupat akan disimpan.

  • Jika ingin dikonsumsi dalam 1-2 hari: Simpan di suhu ruangan dengan cara menggantungnya agar sirkulasi udara tetap baik. Mengutip dari Detikfood, menggantung ketupat bisa membuatnya bertahan hingga 2-3 hari karena sisa air akan mengering lebih cepat.
  • Jika ingin disimpan lebih lama: Masukkan ketupat ke dalam kulkas, tapi jangan di freezer. Ketupat yang disimpan di kulkas bisa bertahan hingga 4-7 hari.

Gunakan wadah kedap udara atau plastik rapat. Hindari menyimpan ketupat secara terbuka di dalam kulkas karena dapat menyerap bau makanan lain.

5. Hangatkan Sebelum Dikonsumsi

  • Ketupat yang sudah disimpan di suhu ruangan atau kulkas sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu sebelum disajikan agar teksturnya tetap enak.
  • Kukus ketupat selama 20-30 menit. Mengukus lebih dianjurkan dibandingkan memanaskan dengan microwave karena dapat menjaga kelembutan teksturnya.
  • Jangan menghangatkan terlalu sering. Jika ketupat sudah dihangatkan sekali, sebaiknya langsung habiskan karena pemanasan berulang bisa membuatnya lebih cepat basi.

Cek tekstur dan aroma ketupat sebelum dikonsumsi. Jika ketupat sudah berbau asam atau berlendir, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.

6. FAQ

1. Apakah ketupat bisa disimpan dalam keadaan masih panas?

Tidak. Ketupat yang masih panas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu agar tidak menguapkan kelembapan yang dapat membuatnya cepat basi.

2. Bagaimana cara mengetahui ketupat sudah basi?

Ciri ketupat yang basi adalah munculnya lendir di permukaan daun, tekstur yang lembek berlebihan, dan bau asam yang menyengat.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)