TOSS TBC Virtual Run, Ajak Generasi Muda Lebih Peduli dengan Pencegahan TBC Sejak Dini

(c) Shutterstock

Kapanlagi.com - Sejak bakteri penyebab TBC pertama kali berhasil diidentifikasi oleh Robert Koch pada 24 Maret 1882 lalu, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia sampai hari ini. Biarpun sekarang teknologi kedokteran sudah berkembang pesat, tapi faktanya penyakit ini masih tetap menyebar dengan masif.

Data tahun 2019 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa estimasi kasus TBC di Indonesia sendiri sebanyak 845.000 kasus, yang membuat Indonesia menjadi negara ketiga tertinggi dengan kasus TBC di dunia. Sayangnya, biarpun menjadi ancaman kematian tertinggi, masih banyak generasi muda yang belum menyadari tentang bahaya, pencegahan, dan penanganan TBC di Indonesia.

Pahami Gejala Tuberkulosis (TBC)

(c) Shutterstock

Banyak generasi muda yang belum paham mengenai gejala awal TBC. Padahal, jika bisa melakukan deteksi dini dengan tepat, penanganan TBC bisa lebih maksimal dan terkendali. Jadi, penting buat mengenali gejala awal TBC, yang gejala utamanya berupa batuk terus menerus selama dua sampai tiga minggu atau lebih.  Batuk ini dapat disertai gejala-gejala lainnya seperti sesak napas dan nyeri pada dada, batuk bercampur darah, badan lemah dan rasa kurang enak badan, kurang nafsu makan dan berat badan menurun, serta berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan.

Jika menemukan gejala seperti ini pada orang terdekat, jangan ragu untuk mengajak mereka berobat ke dokter atau Puskesmas terdekat agar bisa didiagnosis lebih jauh dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ajak Masyarakat Lebih Sadar dengan Pencegahan TBC Lewat Lari Virtual Menuju Indonesia Bebas TBC 2030

(c) Shutterstock

TBC sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan pemutusan rantai penularan, yakni dengan menemukan orang terduga sakit atau pasien TBC dan mengobatinya sampai sembuh. Selain itu, kamu bisa melakukan pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, memastikan adanya sinar dan ventilasi udara yang memadai, menjemur alas tidur di pagi hari, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk yang tepat.

Untuk terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TBC, Kementerian Kesehatan RI dan didukung penuh oleh PT Johnson & Johnson Indonesia menyelenggarakan kampanye sosialisasi Ayo TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh).

Tahun ini, rangkaian kegiatan kampanye dilakukan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada saat ini. Dalam rangka PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di mana masyarakat Indonesia diminta agar senantiasa melakukan pembatasan sosial maupun menjaga jarak (social and physical distancing), modalitas kampanye sosialisasi Ayo TOSS TBC dilakukan berupa kegiatan berlari secara virtual dengan tajuk TOSS TBC Virtual Run yang diselenggarakan pada pada tanggal 17 Agustus – 31 Agustus 2020. Masyarakat diajak untuk turut serta dalam kegiatan ini yang dilakukan melalui saluran komunikasi yang aman dan tidak mengumpulkan massa.

TOSS TBC Virtual Run dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penanganan TBC di tanah air, sekaligus menanamkan kebiasaan olahraga rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh lewat olahraga rutin sehingga mencegah penularan TBC.

(c) Shutterstock

Olahraga tetap perlu dilakukan, tapi di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini sebaiknya dilakukan di rumah dengan memerhatikan protokol kesehatan. Hindari olahraga di tengah kerumunan. Jika ingin tetap berlari, kamu bisa berlari secara virtual, seperti dalam kegiatan TOSS TBC Virtual Run.

Nah, ada kabar gembira dari kegiatan olahraga TOSS TBC Virtual Run yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan didukung oleh PT Johnson & Johnson Indonesia. Ada lebih dari 400 peserta yang ikut berpartisipasi dan turut serta melakukan aksi nyata untuk pencegahan dan penanggulangan TBC. Walaupun periode kegiatan tersebut telah berakhir, namun kalian harus tetap berolahraga, ya! Yuk saatnya kita wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030!

(adv/eth/wri)

Rekomendasi

Trending