Dugaan Tsunami di Banten, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Minggu, 23 Desember 2018 10:21 Penulis: Sora Soraya
Dugaan Tsunami di Banten, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi Tsunami © Shutterstock via merdeka.com


Kapanlagi Plus - Sabtu (22/12) kemarin pukul 21.15 WIB malam terjadi gelombang pasang di sekitar area Pantai Carita, Anyer, dan sekitarnya. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tidak ada tanda-tanda gempa dan tsunami.

Lewat akun Twitter resminya, BMKG menuliskan, "BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang."

Tweet baru yang merupakan ralat dari sebelumnya © twitter.com/infoBMKGTweet baru yang merupakan ralat dari sebelumnya © twitter.com/infoBMKG

Tak lama setelahnya, BMKG kembali meralat tweet sebelumnya yang memakai emoticon kurang pas. "BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami karena aktivitas seismik gempa. Tetap tenang.Sedikit ralat tweet sebelumnya, karena ada emoticon yang kurang pas dan ada penegasan pernyataan," tulis mereka sambil menambahkan prayer emoji.

1. Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Lebih lanjut lagi, BMKG juga mengeluarkan pernyataan terkait tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta pada Minggu (23/12) dini hari mengungkapkan kalau tsunami tersebut terjadi karena aktivitas Gunung Anak Krakatau, seperti yang dilansir dari Merdeka.

"Tidak ada gejala seismisitas tektonik yang memicu tsunami sehingga setelah tadi berkoordinasi dengan Badan Geologi bahwa diduga akibat erupsi tersebut, baik kemungkinan bisa langsung atau secara tidak langsung memicu terjadinya tsunami," tutur Dwikorita Karnawati.

Menurut apa yang disampaikan olehnya, aktivitas vulkanik yang berupa erupsi Gunung Anak Krakatau ini terjadi sekitar pukul 21.03 WIB. Berbeda dengan itu, gelombang pasang yang terlihat di area Selat Sunda terjadi karena faktor bulan purnama.

2. Tsunami & Gelombang Tinggi

Rahmat Triyono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan jika gelombang tsunami mencapai daratan pada pukul 21.30 WIB. "Walaupun tsunaminya hanya kecil, tetapi karena bersamaan ada gelombang tinggi membuat gelombang tsunami masuk hingga ke daratan karena memang kaitannya pada durasi," tuturnya.

Hingga saat ini, BMKG masih melakukan pemantauan pada aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi tsunami. Para petugas serta relawan juga sedang melakukan penanganan di lokasi kejadian. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.

(kpl/sry)

Editor:

Sora Soraya



MORE STORIES




REKOMENDASI