Ucapkan Selamat Hari Tani Nasional, Unggahan Presiden Joko Widodo Bikin Gagal Fokus - Ada 'Pacar Reyhan'

Sabtu, 24 September 2022 20:45 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati
Ucapkan Selamat Hari Tani Nasional, Unggahan Presiden Joko Widodo Bikin Gagal Fokus - Ada 'Pacar Reyhan'
Presiden Joko Widodo Ucapkan Selamat Hari Tani Nasional (Credit: instagram.com/jokowi)


Kapanlagi Plus - Setiap tanggal 24 September selalu jadi momen untuk memperingati perjuangan kaum petani. Tanggal itu pun dikenal sebagai Hari Tani Nasional. Presiden Joko Widodo sempat memberi ucapan selamat memperingati Hari Tani Nasional lewat Instagramnya pada Sabtu (24/9).

"Di tengah ketidakpastian dan ancaman krisis pangan dunia, sektor pertanian Indonesia bertahan dengan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian," tulis Jokowi.

"Karena itulah, pemerintah mendukung sektor ini sepenuhnya dengan pembangunan infrastruktur pertanian seperti bendungan, embung, dan jaringan irigasi di seluruh tanah air, pendampingan dalam pemanfaatan teknologi, membuka akses permodalan, dan sebagainya," lanjutnya.

1. Ada Pacar Reyhan

Selain menuliskan itu semua, Jokowi juga mengunggah sebuah gambar. Sekilas tidak ada yang salah dari gambar tersebut. Pemandangan sawah dan gunung dengan berbagai aktivitas manusia di sekitarnya. Namun jika diteliti lebih jauh, ada banyak elemen yang membuat netizen gagal fokus.

Ya, dalam gambar itu terdapat sosok 'pacar Reyhan' yang viral di media sosial beberapa waktu terakhir. Video seorang gadis berhijab yang menyanyi dengan lirik 'begitu sulit lupakan Reyhan' itu sempat mencuri perhatian publik.

2. Kucing Salah Server

Tidak hanya itu, dalam gambar unggahan Jokowi itu ada juga kucing oranye yang disebut-sebut salah server. Pasalnya, kucing itu digambarkan ikut berenang di sungai bersama angsa-angsa putih.

Melansir dari Liputan6.com, bukan tanpa alasan tanggal 24 September dijadikan sebagai Hari Tani Nasional. Tanggal tersebut diambil berdasarkan waktu dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada 1960. Itu jadi tonggak baru dalam memandang arti penting petani dan hak kepemilikan atas tanah, serta keberlanjutan masa depan agraria di Indonesia.

(kpl/tdr)



MORE STORIES




REKOMENDASI