Untuk Bangsa, Dua Musisi Muda Ini Buat Lagu Berjudul 'Lagu Untukmu Indonesia' Bersinar di Amerika

Kamis, 29 Juli 2021 18:32 Penulis: Canda Dian Permana
Untuk Bangsa, Dua Musisi Muda Ini Buat Lagu Berjudul 'Lagu Untukmu Indonesia' Bersinar di Amerika
Dua Musisi Berbakat Indonesia (credit: Dokumentasi Pribadi)


Kapanlagi Plus - Ambram Lembono dan Bernard Dinata merupakan musisi muda berbakat Indonesia yang tinggal di Amerika. Keduanya memutuskan membuat lagu untuk mendorong bangsa mereka melawan pandemi Covid-19, lagu mereka pun akan beresonansi dengan seluruh bangsa.

“Kami merasa perlu untuk mengungkapkan cinta kami untuk Indonesia, dan untuk mengirim pesan harapan dari luar negeri,” kenang Lembono, seorang pianis dan komposer pemenang penghargaan.

“Begitulah Lagu Untukmu Indonesia tercipta, Setelah Bernard dan saya menyusun lagu, menulis lirik, dan saya menyelesaikan aransemennya, kami mengundang penyanyi – sesama musisi muda terkemuka yang kami temui di Berklee College of Music di Boston – dari sembilan negara berbeda untuk berpartisipasi dalam rekaman. Kami benar-benar ingin membuat pesan global untuk menunjukkan bahwa seluruh dunia mengirimkan harapan terbaiknya ke Indonesia.” imbuh Lembono.

Ide kreatif dan kemanusiaan yang hebat ini membuahkan hasil. Ya, Lagu Untukmu Indonesia pun menjadi viral dan menjadi berita utama nasional, salah seorang anggota parlemen men-tweet tentang lagu ini dan beberapa saluran TV menyiarkan berita tentang Lagu Untukmu Indonesia.

1. Energi yang Menyentuh Hati

Lagu Untukmu Indonesia dibuat dengan melodi yang indah dan energi yang menyentuh hati, Terlepas dari kesuksesan besar ini, Abram Lembono tetap benar-benar rendah hati dan sederhana. Lahir dan besar di Garut, Lembono menggebrak industri musik Indonesia pada tahun 2014 ketika ia membintangi Jakarta International Java Jazz Festival sebagai pianis dan arranger terkemuka untuk Art of Tree – salah satu band nasional paling orisinal dan inovatif dalam dekade terakhir.

Pada tahun yang sama, permainan Lembono yang penuh perasaan dan aransemen yang brilian membantu band ini mendapatkan nominasi AMI Awards – Grammy Awards-nya Indonesia.

Bakat penjelajah dunia ini juga tampil sebagai salah satu musisi terkemuka di Festival Jazz Filipina dan acara Rayakan Natal di Singapura (Celebrate Chirstmas in Singapore) yang terkenal di area Orchard Road yang terkenal di dunia. Salah satu puncak karirnya juga menandatangani kesepakatan penerbitan dengan Warner Music Indonesia.

Pada tahun 2016, Abram menerima Beasiswa Tur Asia bergengsi ke Berklee College of Music, dan meninggalkan Indonesia ke Boston. Di sana, di Amerika Serikat, ia memenangkan Silver Award di Kompetisi Rekaman Audio Engineering Society yang merupakan kompetisi audio terbesar di dunia, dan langsung direkrut untuk mengajar di Berklee City Music.

2. Bekerja Tanpa Henti

Sejak saat itu, musisi Indonesia yang luar biasa telah menjadi permintaan tertinggi di dunia internasional. Dari mengarang dan mengaransemen lagu untuk sesama Indonesia – pemenang AMI Rahmania Astrini dan Titiek Puspa hingga bekerja sebagai pengajar piano terkemuka di sekolah musik terkemuka di Amerika Serikat – Merry Melody and Keys for Kids – yang metode pengajarannya khusus diciptakan oleh Lembono, dia bekerja tanpa henti.

Namun, Indonesia tetap menjadi cinta pertamanya. Setelah sukses sensasional Lagu Untukmu Indonesia, Lembono menggarap acara khusus konser "Untukmu, Indonesia” yang akan berlangsung musim panas mendatang di New York untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Konser ini akan disutradarai oleh Lembono dan diproduseri oleh KJRI New York dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia New York. Pemeran asli penyanyi dari rilisan “Untukmu, Indonesia” akan tampil di konser, dan Lembono sedang membuat versi panjang dari lagu terkenal ini untuk diputar perdana di acara tersebut.

Dari New York dan Boston dengan cinta yang mendalam untuk negaranya - itu adalah moto putra berbakat Indonesia ini, dan untuk cinta dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan, pianis dan komposer yang brilian harus paling dipuji.

(kpl/bus/nda)

Reporter:

Busan



MORE STORIES




REKOMENDASI