Viral 'Dewa Kipas' Pemain Catur Online Indonesia Dituduh Curang Oleh Master GothamChess dan Di-report Fans

Kamis, 04 Maret 2021 14:55
Viral 'Dewa Kipas' Pemain Catur Online Indonesia Dituduh Curang Oleh Master GothamChess dan Di-report Fans
Bapak Dewa Kipas © Facebook/Ali Akbar


Kapanlagi Plus - Seorang netizen bernama Ali Akbar menjadi sorotan usai akun bapaknya 'Dewa Kipas' direport setelah memenangkan pertandingan catur online.  Awalnya, diceritakan kalau sang ayah bertemu dengan pemain bernama GothamChess.

GothamChess dikenal sebagai Master Catur Internasional dengan ELO 2400 sekaligus YouTuber 700.000 subscribers. Saat sang bapak bertanding melawan Gotham Chess, pertandingan tersebut disiarkan secara langsung di Twitch dan ditonton ribuan orang.

Bukannya mendapat pujian, nyatanya sang bapak ini malah dituduh main curang. Alhasil akun bapak tersebut direport massal oleh fans GothamChess.

 

1. Mantan Pemain Turnamen

Pada akhirnya akun sang bapak sudah terblokir dari aplikasi tersebut. Ali Akbar merasa tak terima dengan perlakuan sang public figure yang seenaknya sendiri. Ternyata dalam ceritanya, bapak Ali Akbar ini seorang pemain turnamen yang sudah pensiun.

"Bapak gue mantan pemain turnamen yang sekarang udah pensiun. Terus gue tunjukkin aplikasi catur yang bisa main lawan orang secara online. Akhirnya ketagihan main Ranked Match sampe ketemu dengan para master. Nah, kebetulan aja bapak gue ketemu dengan twitch Streamer yang punya fans garis keras," tulisnya.

"Bapak gue gak tau apa-apa karena nggak bisa bahasa Inggris. Jadi gue yang ngurusin aplikasi-nya, bapak gue tinggal mainin doang," tambahnya.

 

2. Ditulis Tangan

Mengingat sang bapak tidak bisa menggunakan aplikasi, Ali mengatakan kalau bapaknya terlebih dahulu menulis tangan di sebuah catatan.

"Penampakan bapak Dadang Subur (Dewa Kipas) yang selalu mencatat hasil pertandingan catur yang dia mainkan dengan dutulis tangan. Yang begini dituduh curang oleh GothamChess," ujar Ali Akbar.

Hingga kini masalah tersebut masih menjadi perbincangan netizen Indonesia. Bagaimana menurutmu?

 

(kpl/lmp)



MORE STORIES




REKOMENDASI