107 Tahun Terkubur di Bawah Laut, Seperti Ini Penampakan Titanic Sekarang

Minggu, 25 Agustus 2019 22:55 Penulis: Sanjaya Ferryanto
107 Tahun Terkubur di Bawah Laut, Seperti Ini Penampakan Titanic Sekarang
CNN Indonesia


Kapanlagi Plus - Siapa yang nggak kenal dengan Titanic? Kapal ini adalah salah satu yang legendaris d seluruh dunia. Kapal ini sendiri tenggelam di Samudra Atlantik pada April 1912 lalu setelah menabrak gunung es.

Titanic sendiri tenggelam usai menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat. Lebih dari 1500 orang tewas dalam tragedi tersebut.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Este es el #Titanic, 107 años después de su naufragio. Un equipo internacional de exploradores inspeccionó por primera vez en 14 años los restos de la famosa embarcación . Las imágenes de alta definición muestran que algunos de los restos del transatlántico británico se están perdiendo en el mar. La exposición de la embarcación a la corrosión salina, las bacterias que comen metales y la acción de la corriente han hecho que el casco empiece a colapsar, llevándose consigo varios camarotes. Los restos se encuentran en las profundidades del Atlántico a más de 3.800 metros de la superficie. El Titanic se hundió en 1912 tras el impacto con un iceberg. Murieron 1.517 personas.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Noticias/videos/ (@joseranews) pada 23 Agu 2019 jam 7:49 PDT

1. Ekspedisi Khusus

Bangkai kapal yang tenggelam baru ditemukan 73 tahun kemudian. Bangkai tersebut karam di dasar Samudra Atlantik, tepatnya di lepas pantai Newfoundland, Kanada.

Baru-baru ini, sebuah ekspedisi dilakukan untuk mengetahui kondisi terbaru bangkai Titanic. Penyelaman terakhir untuk mengecek kondisi Titanic dilakukan pada tahun 2005 lalu.

2. Kondisi Berbeda

Hasilnya? Titanic rupanya ditemukan dalam kondisi yang cukup berbeda. Tampak kondisi bangkai telah berkarat dan hancur karena proses korosi garam. Sebagian besar bangkainya pun telah digerogoti bakteri pemakan besi.

Walaupun kondisinya memburuk, ilmuwan Lori Johnson yang ikut dalam ekspedisi tersebut mengatakan bahwa ini adalah proses alami dari bangkai kapal. "Masa depan bangkai kapal akan terus memburuk dari waktu ke waktu, ini proses alami," ungkapnya.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI