30 Daftar Tempat Kuliner Yogya Lengkap, Wajib Dicoba

Jum'at, 25 Januari 2019 15:07 Penulis: Winda Carmelita
30 Daftar Tempat Kuliner Yogya Lengkap, Wajib Dicoba
© Shutterstock

Kapanlagi Plus - Yogya memang selalu meninggalkan kenangan bagi siapapun yang pernah menginjakkan kaki di sana. Kota yang kental akan budaya Jawa ini tak hanya terkenal karena kreasi seniman-senimannya yang extraordinary dan produkti, tetapi juga kulinernya yang beranekaragam. Kalau ditanya daftar kuliner Yogya lengkap, pastinya akan selalu bertambah dari hari ke hari karena kuliner Yogya memang seenak dan seunik itu.

Jika kamu berencana berlibur ke Yogya dalam waktu dekat, jangan hanya berkutat dengan makanan hotel saja. Rugi kalau kamu nggak mengunjungi 30 daftar tempat kuliner Yogya lengkap berikut ini:

1. Warung Bakmi Jowo Mbah Gito

© windacarmelita.com© windacarmelita.com

Foto: windacarmelita.com

Ke Jogja saat sore atau malam hari, pastinya enak banget kalau menyantap yang berkuah ya. Warung Bakmi Jowo Mbah Gito bisa jadi jujugan kuliner bakmi ala Jogja yang dijamin tidak mengecewakan.

Bakmi yang disediakan di tempat ini bisa dipilih dalam dua cara memasak, yaitu bakmi goreng atau pun bakmi godhog (rebus). Uniknya, di sini pengunjung bisa memilih sendiri jenis mi-nya. Ada mie bihun, ada juga mie kuning (mie telur). Bisa pilih salah satu atau pun dicampur keduanya.

Yang membuat bakmi di warung yang dibangun oleh Pak Gito asal Jawa Timur ini enak adalah penggunaan telur bebek. Rasanya sedap sekali. Selain itu nuansa artistik warungnya dengan pemandangan di dekat sawah, membuat suasana makan bakmi jowo jadi terasa begitu nyaman.

Warung Bakmi Jowo Mbah Gito terletak di Jalan Nyi Agengnis No.9, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.

2. SGPC Bu Wiryo

Mahasiswa UGM pastinya sudah nggak asing lagi dengan warung yang satu ini. Ya, SGPC Bu Wiryo terletak di seberang Fakultas Peternakan UGM, tak jauh dari Lapangan Klebengan.

SGPC merujuk pada makanan utama yang disajikan di warung yang berdiri sejak tahun 1959 ini, yaitu nasi pecel (sego pecel = SGPC). Saus bumbu kacang yang disiramkan di atas sayuran rebusnya terasa begitu sedap. Sebagai teman makan, jajaran lauk tersedia, mulai dari telur ceplok, telur asin, sate telur puyuh, ayam goreng, dan lain-lain.

Di warung ini tidak hanya menjual nasi pecel saja kok. Ada makanan lain yang juga layak dicoba, misalnya sop daging sapi yang empuk dan kuahnya menyegarkan. Paling pas dimakan bersama perkedel kentang yang digoreng.

Sambil makan, kita akan dihibur oleh live music dari band lokal yang tampil mengiringi. Unik banget ya, live music di warung pecel, di pagi hari pula.

3. Warung Empal Bu Warno

Penyuka nasi empal harus mencicipi nasi empal legendaris ini. Daging sapi dimasak dengan berbagai bumbu, disajikan dengan nasi putih dan sambal pedas. Jangan khawatir meski dimasak cukup lama, daging sapi di warung Bu Warno ini terasa sangat empuk karena menggunakan daging pangkal betis dan paha.

Rasa daging empalnya begitu khas karena dimasak dengan kayu bakar. Aroma saat masuk ke warung yang terletak di Pasar Beringharjo ini bikin nggak sabar untuk segera menyantapnya.

4. Saoto Mbah Karto

Meski soto bukan makanan khas Yogya, tapi nggak ada salahnya warung soto legendaris ini masuk ke dalam daftar tempat kuliner Yogya yang wajib dikunjungi. Saoto Bathok Mbah Katro. Sesuai namanya, bathok alias tempurung kelapa menjadi daya tarik tersendiri di warung makan ini karena digunakan sebagai mangkuk soto.

Soto yang disajikan sendiri merupakan soto khas solo yang dominan rasa manis gurihnya. Daging yang digunakan adalah daging sapi yang empuk. Kombinasi rasa manis gurihnya makin mantap disantap bersama tempe garit yang bercitarasa asin.

Yang membuat saoto Mbah Karto ini laris manis, selain rasa sotonya yang enak, tempatnya pun bikin betah dengan pemandangan sawah yang menyejukkan mata serta pikiran.

5. Brongkos Warung Ijo Bu Padmo

Selain gudeg, ada satu makanan khas dari Yogya yang juga tak kalah enaknya, yaitu brongkos. Meski tak sepopuler gudeg, brongkos tak bisa disepelekan begitu saja lho. Salah satu warung yang menyediakan menu legendaris ini adalah Warung Ijo Bu Padmo yang terletak di daerah Tempel, Sleman.

Seporsi brongkos dihidangkan bersama dengan nasi. Brongkos sendiri merupakan potongan daging sapi yang dimasak dalam kuah berbumbu dengan rasa gurih, manis dan pedas. Tetelan daging sapinya empuk, berpadu dengan cabe yang dimasak dalam keadaan utuh, membuat makanan ini terasa begitu sedap. Sebagai pelengkap, kamu juga bisa menyantapnya bersama telur mata sapi, gorengan tahu atau tempe. Meski melimpah akan daging sapi, seporsi makanan ini dibanderol dengan harga kurang dari Rp 20.000. Murah meriah ya!

6. Lele Goreng Bungkus Godhong Telo Kedai Lur

© windacarmelita.com© windacarmelita.com

Makan lele goreng, tentu sudah bukan hal yang istimewa lagi bagi masyarakat Indonesia. Tapi bagaimana dengan sensasi makan lele goreng yang dibungkus dengan daun ketela alias godhong telo? Tentu baru ada di Kedai Lur, Yogyakarta.

Di kedai yang suasananya nyaman dan sejuk ini, lele dibungkus dengan daun ketela, lalu digoreng hingga garing. Disajikan bersama nasi putih dan sambal ijo, menyantap seporsi lele goreng bungkus godhong telo ini rasanya pengen tambah lagi, lagi dan lagi.

7. Sego Koyor Bu Parman

Hanya di Yogya kamu bisa menemukan makanan bernama sego koyor ini. Maka kami masukkan Sego Koyor Bu Parman ini ke dalam daftar tempat kuliner Yogya ini.
Sego koyor merupakan nasi dengan lauk urat sapi yang dimasak sangat empuk dengan bumbu kuah santan menyerupai gulai. Empuknya koyor ini terasa leleh di mulut. Nasi koyor makin sedap dimakan bersama pendampingnya, yaitu oseng-oseng labu siam. Nggak heran jika Sego Koyor Bu Parman ini selalu ramai didatangi pengunjung, baik warga Yogya sendiri maupun wisawatan.

8. Oseng Mercon Bu Narti

Masakan Jawa Tengah, khususnya Yogya, memang dominan akan rasa manis. Tapi tunggu dulu sampai kamu mencoba Oseng Mercon Bu Narti. Seporsi nasi putih, diguyur dengan tetelan daging yang dimasak dalam lautan cabe super pedas. Saking pedasnya, bikin kepala mau meledak. Tapi kenikmatannya bisa diadu. Kamu bisa menyantap oseng mercon ini dengan lauk lain, seperti ayam goreng atau ikan goreng.

9. Soto Sampah

Namanya memang terkesan tidak menggairahkan. Tapi jangan salah, soto yang buka 24 jam ini jadi idola karena rasanya yang sangat otentik. Warung soto yang terletak di Jalan Kranggan, depan POM bensin Tugu itu menggunakan bumbu yang diulek dengan tangan, tidak diblender. Bumbu dan rempah-rempah soto yang kuat, makin menggoda selera makan jika dimakan bersama sate telur, tahu, tempe atau pun kondimen lain yang disediakan.

10. Soto Ayam Kampung Pak Dalbe

Satu lagi warung soto yang masuk daftar tempat kuliner Yogya yang wajib dicoba adalah soto ayam kampung Pak Dalbe. Terletak di Jalan Jenderan Sudirman, soto ayam ini punya citarasa kuah yang gurih karena terbuat dari ayam kampung. Ditambah perasan jeruk nipis, rasanya makin segar dan istimewa. Mau lebih lezat? Cobain deh makan soto bersama dengan lentuk, perkedel dari singkong. yang

11. Mie Ayam Tumini

Semangkuk mie ayam dengan topping ayam kecap di siang hari .. Siapa yang tahan? Itulah yang dirasakan saat melihat mangkuk-mangkuk mie ayam diedarkan di warung mie ayam Tumini. Warung yang terletak di sekitaran Terminal Giwangan ini selalu ramai pembeli, dari siang hingga malam hari. Dengan porsi yang cukup banyak, tekstur ayam yang empuk dan mie lembut, tempat ini pantas jadi destinasi wisata kuliner jika berkunjung ke Yogya.

12. Bakmi Jawa Mbah Pele

© windacarmelita.com© windacarmelita.com

Penyuka bakmi wajib mencoba bakmi Mbah Pele yang terletak di selatan Alun-alun Utara Yogyakarta. Warung Mbah Pele menggunakan telur bebek sehingga semua masakannya terasa gurih. Di sini, selain aneka menu bakmi, kamu juga bisa mencicipi nasi goreng dan nasi magelangan. Buka mulai jam 17.00, warung bakmi ini tak pernah sepi pembeli. Bahkan banyak turis yang makan malam di sini.

13. Angkringan Kopi Jos Lik Man

Rasanya kurang lengkap ke Yogya tanpa nongkrong di angkringan sambil ngopi. Ada begitu banyak angkringan di setiap sudut jalan Kota Gudeg ini, tapi jika menyebutkan satu nama yang paling legendaris, nama Angkringan Kopi Jos Lik Man adalah jawabannya.

Angkringan ini sudah buka lebih dari 50 tahun lalu. Makanan-makanan sederhana, seperti sego kucing, sate usus, tempe tahu bacem digelar di atas meja. Tapi ada satu menu yang selalu dicari-cari oleh para pengunjung saat ke sini yaitu kopi joss. Segelas kopi tubruk disajikan dengan arang yang masih panas membara. Unik banget! Sensasi rasanya sungguh tak terlupakan.

14. Mie Lethek Mbah Mendes

Tahukah kamu, orang Yogya punya mie organik yang sudah dikonsumsi sejak zaman dahulu lho. Namanya adalah mie lethek. Lethek berarti kotor, karena memang wujud mie yang terbuat dari tepung ketela ini tidak putih bersih, cenderung abu-abu kecoklatan. Tapi warna tersebut menandakan bahwa mie ini tidak dicampur pemutih.

Kalau berkunjung ke Yogya, sempatkan mampir ke warung mie lethek Mbah Mendes. Sebetulnya secara bumbu, mie lethek Mbah Mendes ini tak berbeda dengan bakmi-bakmi jawa lain yang dijual di Yogya. Tapi yang membedakan adalah penggunaan mie lethek yang bebas gluten.

Selain mie lethek goreng dan mie lethek godhog, rekomendasi makanan lain di warung ini adalah plencing. Plencing goreng dan plencing godhog bercitarasa manis pedas karena tambahan kecap dan irisan cabe rawit di dalamnya.

15. Mangut Lele Mbah Marto

Satu lagi olahan lele yang masuk dalam daftar kuliner Yogya yang wajib dikunjungi adalah mangut lele Mbah Marto. Meski letaknya mblusuk, pecinta kuliner berbondong-bondong datang ke sini demi seporsi nasi dengan mangut lele pedas. Yang bikin rasanya spesial adalah lele yang digunakan dalam masakan mangut ini diasap terlebih dahulu. Aroma smoky

16. Sate Klathak Pak Pong

Terkadang rasa yang sederhana justru yang dicari. Itulah yang terlihat dari keramaian antrian di warung sate klathak Pak Pong yang terletak di Jalan Stadion Sultan Agung. Padahal sate ini hanya dibumbui dengan bumbu-bumbu sederhana. Daging kambing muda dipotong, dibumbui dengan garam, bawang dan merica, ditusukkan pada ruji sepeda dan dibakar di atas arang.

Sate klathak berpadu serasi dengan kuah gulai dan nasi putih panas. Jika masih kuat menyantap beberapa porsi lagi, kamu bisa memesan tengkleng, tongseng, nasi goreng kambing dan kicik, makanan menyerupai tongseng dengan kuah yang lebih meresap ke daging.

17. Gudeg Pawon

© windacarmelita.com© windacarmelita.com

Ketika menyebutkan kata 'gudeg' di Yogya, ada ratusan penjual gudeg yang menjajakan jualannya dari pagi hingga malam hari. Meski menjual makanan yang sama, pastinya tiap warung punya cita rasa yang berbeda karena tiap tangan tukang masaknya punya ciri khas.

Tapi ada satu warung gudeg legendaris yang selalu ramai pembeli yaitu Gudeg Pawon. Selain rasanya yang masih otentik, di sini berlaku self service alias pembeli mengambil sendiri seporsi gudeg beserta pelengkapnya, ke dapur. Rasanya seperti makan di rumah sendiri ya.

Seporsi Gudeg Pawon terdiri dari nasi putih, gori (nangka muda yang dimasak dengan gula merah sampai kering), sambal goreng krecek, opor ayam atau telur. Rasa gudeg di sini terbilang unik dengan aroma smoky karena dimasak menggunakan cara tradisional yaitu tungku kayu bakar.

Kenikmatan gudeg memang nggak bisa dielakkan ya, bahkan makanan ini disuguhkan saat pernikahan putri pertama Presiden Joko Widodo, Kahiyang. Bukti bahwa makanan tradisional juga layak dinikmati untuk momen spesial.

18. House of Raminten

Suasana tradisional langsung terasa kala memasuki rumah makan House of Raminten yang terletak di Jalan FM Noto no.7 Kotabaru, Yogyakarta. Ditata dengan dekorasi bernuansa Jawa, rumah makan ini seolah tak pernah sepi dari pengunjung. Berbagai merchandise dan camilan bernuansa tradisional pun tersebar di berbagai tempat di rumah makan ini.

Untuk makanannya, kamu bisa mencicipi sego gudeg, mangut lele, soto, rawon, kupat tahu, rica-rica ayam hingga nasi kucing yang harganya murah meriah. Beberapa menu unik yang hanya bisa kamu temukan di rumah makan ini, misalnya ayam koteka atau bakso uleg. Recommended untuk kamu yang ke Yogya bersama keluarga atau teman-teman dan mencari tempat nongkrong dengan suasana dan makanan enak.

Selain suguhan makanan, di sini pengunjung juga akan dihibur dengan berbagai pementasan musik dan kabaret  yang mempesona. Sayang banget jika dilewatkan.

19. Ingkung Ayam Mbah Kentol

Tak sulit mencari rumah makan tradisional di Bantul. Salah satu yang terkenal adalah Ingkung Ayam Mbah Kentol. Dari namanya sudah bisa ditebak menu utama yang dijual di warung makan di daerah Gua Selarong ini. Ya, ingkung ayam. Ayam kampung utuh, diikat, dimasukkan dalam keranjang bambu kecil atau kreneng. Bersama dengan bumbu-bumbu rempah, ingkung ayam dimasak sampai matang. Daging ayam kampung terasa lembut dengan cita rasa bumbu kuning yang kuat. Disantap dengan nasi dan aneka lauk, menikmati ingkung ayam Mbah Kentol terasa seperti menikmati masakan nenek di kampung halaman.

20. Warung Lombok Ijo Mbah Widji

Warung Lombok Ijo Mbah Widji hanyalah sebuah warung makan sederhana dengan meja-kursi dan lesehan. Walau tempatnya begitu sederhana, tapi kenikmatan sajian makanan di warung ini tak bisa disepelekan begitu saja lho, Klovers. Warung ini cocok buat kamu yang suka kuliner pedas. Sayur lombok ijo disajikan dengan daun pepaya rebus dan pengunjung bisa memilih sendiri lauk sesuai selera, misalnya empal, tahu, tempe.

Uniknya, di warung ini menyediakan karbohidrat berupa nasi merah. Nasi merah atau sego abang ini merupakan khas Gunung Kidul. Setelah makan, jangan lupa minum teh panas gula batu atau wedang uwuh yang menyegarkan.

21. Kicikan Gunung Kidul

Belum lengkap wisata kuliner protein hewani di Yogya jika tidak mencicipi kicikan. Kicikan adalah masakan dari campuran daging dan jerohan sapi, dimasak dengan bumbu kicik yang gurih. Semakin melengkapi kelezatannya, kicikan biasanya disajikan dengan sambal bawang dan disantap bersama nasi beras merah.

Seporsi kicikan dengan nasi dijual dengan harga murah meriah saja, tak sampai Rp 10 ribu per bungkusnya. Penyajian kicikan ini masih sangat tradisional yaitu dibungkus dengan daun jati.

Masakan ini bisa kamu temui di daerah Gunung Kidul. Tapi kuliner kuno ini konon tidak dijual setiap hari karena dijual di pasar tradisional yang bukanya mengikuti pasaran tanggalan Jawa.

22. Kipo Pasar Kotagede

© windacarmelita.com© windacarmelita.com

Kotagede menyimpan sejarah panjang tentang Kota Yogya di zaman penjajahan Belanda. Selain itu, Kotagede juga menyimpan satu panganan khas yang unik bernama Kipo. Jajanan ini sekilas mirip klepon namun tanpa parutan kelapa.

Kipo terbuat dari tepung beras yang diberi pewarna hijau, diisi dengan adonan parutan kelapa dan gula jawa. Kemudian kipo dipanggang di piring tanah liat beralaskan daun pisang. Kipo terasa manis dan legit di lidah, nikmat sekali. Seporsi kipo pun dijual dengan harga sangat murah, sekitar Rp 2.000 per bungkusnya.

23. Jenang Bu Gesti

Paling enak sarapan pagi di Yogya. Kenapa karena begitu banyak menu sarapan yang lezat yang bisa dicicipi. Mungkin kalau ditulis, daftar kuliner Yogya untuk sarapan bakal sangat panjang. Salah satu yang nggak boleh ketinggalan dicoba adalah Jenang Gempol Bu Gesti yang berlokasi di Pasar Lempuyangan.

Berjualan sejak pukul 08.00, lapak Bu Gesti selalu ramai pembeli. Tiap harinya Bu Gesti membawa empat panci jenang beranekaragam dan selalu habis sebelum pukul 10.00. Harga yang murah meriah dan porsi yang cukup untuk mengganjal perut di pagi hari, membuat Jenang Bu Gesti layak dicoba.

24. Mides Pundong Bu Yanti

Mendengar kata 'mides' mungkin asing bagi orang-orang di luar Yogya. Sesungguhnya mides merupakan salah satu kuliner favorit buat orang Bantul dan sekitarnya. Dan mides sendiri adalah 'bakmi pedes'.

Adalah Mides Bu Yanti yang terkenal seantero Yogya, bahkan wisatawan luar kota pun rela blusukan ke lokasinya yang cukup nyempil demi sepiring bakmi pedes yang legendaris. Jangan membayangkan mie telur biasanya ya, karena mides yang dijual di sini menggunakan mie khusus yang teksturnya lebih kenyal, terbuat dari tepung pati ketela. Kelembutan mie berpadu dengan bumbu yang asin-gurih, bikin warung Mides Bu Yanti tak pernah sepi pembeli.

25. Rujak Es Krim Pak Nardi

Saat cuaca sedang terik-teriknya, pelepas dahaga yang paling manjur adalah minuman yang dingin dan segar. Rujak dan es krim, dua hal ini pasti langsung terlintas di kepala. Bagaimana jika keduanya dipadukan untuk kesegaran yang maksimal?

Rujak Es Krim Pak Nardi adalah salah satu kuliner pencuci mulut yang sangat populer di Yogya. Terletak di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Yogya, Rujak Es krim Pak Nardi selalu ramai pengunjung di siang hari.

Tak sulit mencari warung rujak es krim ini karena hanya berupa gerobak dorong dengan terpal berwarna biru. Dengan tempat yang sederhana, rasa rujak es krim yang dinikmati sambil duduk di pinggir jalan dengan sepoi-sepoi angin, bikin siang hari yang panas jadi terasa lebih damai.

26. Sop Merah Bu Asih

Untuk kamu yang ingin makanan berkuah dengan rasa segar dan sedikit kecut, kami merekomendasikan Sop Merah Bu Asih yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono no. 74, Brontokusuman, Mergangsan atau di Simpang Tiga Sisingamaraja.

27. Sambel Welut Pak Sabar

Daftar kuliner Yogya belum lengkap tanpa kuliner Sambel Welut Pak Sabar. Bagi penggemar belut, wajib coba racikan belut yang satu ini. Sesuai namanya, bahan utama yang disajikan di warung yang berlokasi di daerah Bantul ini adalah belut.

Ada dua menu utama yang disajikan di sini, yaitu oseng belut dan sambal belut. Keduanya dominan akan rasa pedas. Sambal belut terbuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, daun jeruk purut dan bumbu perasa, dihancurkan bersama belut yang sudah digoreng. Bisa dibayangkan 'kan sedapnya disantap dengan nasi putih panas, lalapan mentimun dan daun kemangi?

28. Enthok Slenget Kang Tanir

Untuk kamu yang suka menjelajahi kuliner-kuliner di pelosok, Enthok Slenget Kang Tanir ini pasti menantang untuk dicicipi. Enthok atau menthok merupakan keluarga unggas yang menyerupai bebek. Rasanya nggak kalah gurihnya dengan daging bebek kok.

'Slenget' sendiri bisa diartikan pedas menyengat. Sensasi rasa yang didapatkan saat merasakan kuliner ini. Daging menthok dipotong-potong dan dimasak dalam kuah pedas yang bikin ketagihan. Bumbu menyerupai gulai pedas ini akan meresap ke dalam daging sehingga rasanya makin gurih. Ingin mencicipinya? Segeralah meluncur ke daerah Rando Songo, Donokerto, Sleman.

29. Jadah Tempe Mbah Carik

Ingin camilan yang mengenyangkan? Jika kamu berkunjung ke daerah Gunung Merapi, kamu bisa mencicipi jadah tempe Mbah Carik. Jadah adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama kelapa. Teksturnya lembut tapi padat. Dua potong jadah ditumpuk dengan tempe bacem, lalu dibungkus dengan daun pisang. Sebagai teman makan, kunyah cabe rawit hijau untuk rasa pedas yang berpadu dengan rasa gurih dari tempe dan jadah. Untuk lima jadah dan lima tempe, kamu hanya cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp10.000 saja. Murah meriah mengenyangkan.

30. Lotek Teteg

Melengkapi daftar kuliner Yogya, belum komplit jika belum mencicipi makanan khas Yogya yang satu ini, yaitu lotek. Lotek adalah olahan sayur mentah yang disiram bumbu kacang dengan pelengkap kerupuk tahu dan taburan bawang merah goreng.

Ada banyak penjual lotek di Kota Yogya, tapi satu yang tersohor adalah Lotek Teteg. Lotek ini terkenal karena selain rasanya yang enak, porsinya jumbo dan harganya murah. Nggak heran jika tempat ini jadi favorit mahasiswa dan karyawan kantoran.

Ingin mencicipinya? Lotek Teteg ini lokasinya tidak jauh dari Stasiun Lempuyangan, tepatnya di sebelah timur stasiun, Jalan Argolubang 184, Gang Delima GK IV/196, Baciro, Yogya.

Itu dia daftar kuliner Yogya lengkap yang bisa kamu cicipi satu per satu saat berlibur ke Yogya. Kenikmatan tiada tara, bahkan orang luar negeri pun menyukai kuliner Yogya. Cukup banyak pilihan untuk menambah khazanah wisata kuliner Nusantara. Yuk cobain!

(kpl/wnd)

Reporter:

Winda Carmelita



MORE STORIES




REKOMENDASI