4 Museum Keren Di Semarang, Ada Museum Jamu Juga Lho Number

Kamis, 08 Agustus 2019 18:34 Penulis: Editor KapanLagi.com
4 Museum Keren Di Semarang, Ada Museum Jamu Juga Lho Number
welblog.com/MuseumKeretaAmbarawa, Diambil 7 Agustus 2019


Kapanlagi Plus - Museum kini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mengisi liburan dan menambah wawasan apalagi museum memiliki nilai historis tinggi sebagai tempat penyimpanan sejarah. Terkadang kita merasa kurang puas atau ada yang kurang ketika berlibur ke suatu tempat tanpa pernah mengunjungi museum, baik itu museum seni atau sejarah.  Nah, Klovers berlibur ke museum cocok bagi kalian sekeluarga apalagi untuk mengenalkan anak-anak akan sejarah Bangsa Indonesia.

Untuk kalian para traveller yang suka atau hobi banget menulis, tentunya informasi-informasi yang didapatkan dari museum bisa  memperkaya isi tulisan dengan data dan fakta, sehingga lebih berbobot dan berbeda dari tulisan perjalanan pada umumnya. Nah daripada penasaran mana aja sih museum yang bisa dijadikan tempat berlibur sambil menambah wawasan yuk kita lihat daftar 5 museum di Semarang yang dilansir dari seputarsemarang.com di bawah ini.

 

1. A. Museum Kereta Api Ambarawa

Di kawasan Museum Kereta Api Ambarawa kita dapat menemukan banyak koleksi lokomotif uap yang pernah berjaya di zamannya. Beberapa lokomotif yang cukup populer adalah lokomotif bernomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabrik Esslingen, serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG. Kereta api uap tersebut cukup unik karena termasuk 1 dalam 3 kereta api uap bergerigi yang tersisa di dunia, dua diantarnya berada di Swiss dan India.

Tak hanya itu saja, di Museum Kereta Api Ambarawa masih terdapat berbagai macam jenis lokomotif uap lainnya. Mulai dari seri B, C, D hingga jenis yang paling besar, yaitu CC (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) yang terpajang di halaman Museum. Dengan banyaknya koleksi lokomotif tua di Museum Kereta Api Ambarawa, menjadikan tempat wisata Semarang satu ini banyak diminati oleh para pelajar dan wisatawan umum yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah kereta api uap. Selain koleksi lokomotif, di Museum Kereta Api Ambarawa kita juga dapat menemukan barang-barang lain yang berhubungan dengan kegiatan di stasiun, seperti mesin pencetak tiket, kalkulator zaman dahulu hingga roda kereta. Wisata museum ini tak kalah menarik, dengan wisata museum yang lainnya, kita bisa datang ke museum ini dengan kawan atau keluarga. Nah Klovers jika kalian ingin ke museum ini kalian cukup membayar tiket masuk Rp.5000,- untuk anak-anak dan Rp.10. 000,- untuk orang dewasa.

2. B. Museum Jamu Nyonya Meneer

Wisata museum selanjutnya adalah Museum Jamu Nyonya Meneer. Salah satu jamu yang terkenal di Indonesia adalah jamu cap Nyonya Meneer. Sebuah jamu tradisional yang pada awal mulanya merupakan jamu hasil racikan seorang wanita yang bernama Menir. Lahir dari seorang ibu yang di masa kehamilannya merasakan ngidam sisa beras yang telah disaring atau orang Jawa lebih mengenalnya dengan sebutan menir.

Museum Jamu Nyonya Meneer adalah museum jamu pertama di Indonesia yang didirikan pada 18 Januari 1984. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, termasuk beberapa patung yang menggambarkan produksi jamu dikala itu, serta bagian yang menyajikan barang koleksi pribadi Nyonya Meneer itu sendiri.

Napak tilas sejarah pembuatan jamu ini juga dapat dilihat di Museum Jamu Nyonya Meneer yang berada satu kawasan dengan pabrik jamu Nyonya Meneer. Di Museum Jamu Nyonya Meneer, kamu bisa melihat bagaimana proses pembuatan jamu dalam diorama yang tersedia di museum ini keren kan Klovers. Museum ini didirikan dengan tujuan sebagai pusat informasi, promosi dan sebagai media untuk melestarikan warisan budaya tradisional, tentang jamu yang berkhasiat dimana semua bahannya didapat dari keragaman tanaman obat di Indonesia. Museum ini buka dari hari Senin-Jumat, pukul 10.00-15.30 WIB. Tiket masuk ke museum ini gratis, alias tidak dikenakan biaya apa pun.

3. C. Museum Ranggawarsita

Museum Jawa Tengah Ranggawarsita adalah museum yang menyimpan dan memamerkan berbagai warisan budaya dan benda budaya Jawa Tengah yang berlokasi di Kota Semarang, Indonesia. Museum ini diresmikan tanggal 5 Juli 1989 dan memiliki koleksi 59784 koleksi.

Museum Ranggawarsita memiliki empat gedung pameran yang masing-masing memiliki koleksi berbeda. Gedung A menyimpan koleksi benda-benda peninggalan manusia di zaman bati, seperti batu-batuan dan fosil manusia purba. Sementara, Gedung B menyimpan koleksi yang berkaitan dengan masuknya Islam dan masa kolonial. Di sini, juga terdapat koleksi keramik dan batik, baik yang lokal maupun yang berasal dari Cina dan Eropa. Berlanjut ke Gedung C yang menjadi ruangan khusus diorama. Di gedung ini, kita bisa melihat delapan diorama adegan bersejarah perjuangan bangsa. Sementara yang terakhir, Gedung D, tersimpan berbagai benda kesenian, seperti kuda lumping, barongan, wayang, dan lain-lain.

Wisata Museum disini dibuka mulai jam 08.00 WIB hingga jam 15.00 WIB, kecuali Jumat yang buka hanya sampai jam 11.00 WIB. Pada hari libur nasional, seperti HUT kemerdekaan RI, Museum Ranggawarsita biasanya memiliki agenda khusus untuk menampilkan berbagai atraksi kesenian yang bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya. Bagi wisatawan asing, diminta untuk membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000, sedangkan wisatawan domestik hanya perlu membayar Rp. 2000,-  untuk anak-anak sedangkan Rp.4000,- untuk orang dewasa.

4. D. Museum Mandala Bhakti

Museum ini adalah museum perjuangan TNI yang terletak di Jalan Soegijapranata No. 1 tepat berhadapan dengan monumen Tugu Muda. Bangunan museum ini dirancang oleh arsitek Belanda I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan Van Leeuwen pada awalnya digunakan untuk Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1930.

Bangunan ini pernah digunakan sebagai Markas Kodam IV Diponegoro pada tahun 1950-an, bangunan ini kemudian difungsikan sebagai museum yang diberi nama Museum Mandala Bhakti atau biasa disebut Museum Perjuangan TNI. Peresmian museum ini dilakukan oleh Mayor Jenderal Soegiarto pada 1 Maret 1985.

Di dalam museum ini terdapat koleksi berbagai jenis senjata api yang digunakan TNI dalam pertempuran memperebutkan kemerdekaan, baik yang tradisional maupun yang sudah menggunakan teknologi. Selain itu, terdapat berbagai data dan dokumentasi yang menjelaskan tentang perjuangan Tentara Nasional Indonesia.

Memasuki lantai dua, pengunjung akan disambut patung Panglima Besar Sudirman. Di belakang patung tersebut terdapat ruangan yang dulu difungsikan sebagai ruang pengadilan. Sementara disekitarnya terdapat berbagai lukisan yang menggambarkan sejarah pertempuran TNI lengkap dengan ornamen-ornamen bangunan khas Belanda. Pada bagian lainnya, terdapat kendi besar bertuliskan “Kendi Manunggal TNI-Rakyat” tertanggal 5 Oktober 2003. Kendi itu menggambarkan perjuangan TNI yang tidak lepas dari dukungan rakyat.

Dari jendela Museum Mandala Bhakti, pengunjung bisa melihat pemandangan diseputar Tugu Muda. Di seberangnya masih berdiri kokoh gedung perusahaan kereta api masa Hindia Belanda yang kini lebih dikenal dengan Lawang Sewu. Dibagian lain pengunjung akan melihat gedung Pandanaran yang saat ini digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Museum ini dibuka untuk umum dari Selasa sampai Kamis (08.00 – 18.00), Jumat (08.00 – 10.30), Minggu (08.00 – 12.00). Hari senin, sabtu dan hari besar tutup. Bagi Klovers yang ingin berwisata edukasi ke Museum Mandala Bhakti tidak akan dikenai biaya apapun alias gratis. Waw Mantap kan Klovers

Nah, Klovers ternyata ada banyak wisata museum di Semarang yang bisa kita jelajahi bukan? Selain kita bisa menambah wawasan kita tentang sejarah Bangsa Indonesia, dengan secara tidak langsung rasa Nasionalisme kita akan semakin mendalam. Selamat berwisata dan beredukasi!

Penulis: Margareta Novika Sandy Putri

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI