Dari Modal Kecil Jadi Usaha Naik Kelas, Kisah Yanti Buktikan Pentingnya Kesempatan

Dari Modal Kecil Jadi Usaha Naik Kelas, Kisah Yanti Buktikan Pentingnya Kesempatan
Program Mekaar by Permodalan Nasional Madani (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Di balik perjuangan para pelaku usaha ultra mikro, ternyata ada satu hal yang sering terlupakan: mereka sebenarnya bukan kekurangan semangat, tapi kekurangan kesempatan dan kepercayaan. Banyak dari mereka yang setiap hari kerja keras demi keluarga, tapi masih kesulitan mendapatkan akses pembiayaan hanya karena nggak punya aset atau jaminan.

Padahal, buat para pengusaha kecil, akses modal bukan cuma soal uang. Lebih dari itu, ada rasa dihargai dan dipercaya bahwa mereka juga punya peluang untuk berkembang. Hal inilah yang jadi salah satu fokus program pemberdayaan yang dijalankan Permodalan Nasional Madani lewat program Mekaar.

1. Berawal dari Keraguan, Kini Berani Punya Lapak Sendiri

Cerita inspiratif ini datang dari Sri Aryanti Nurafiah atau Yanti, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat. Sebagai ibu rumah tangga, Yanti merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari situ, ia mulai berpikir untuk membuka usaha kriya berupa gantungan kunci. Sayangnya, keterbatasan modal sempat bikin Yanti ragu untuk memulai usaha.

"Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang," ujarnya.

Sampai akhirnya pada tahun 2022, Yanti mendapatkan akses pembiayaan usaha dari PNM. Modal tersebut langsung dipakai untuk membeli bahan baku dan perlahan usahanya mulai berkembang dari rumah.

Yang awalnya terasa mustahil, sekarang malah jadi kenyataan buat Yanti.

"Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya," tambahnya.

(Alex Abbad resmi menikah di usia 47 Tahun, istrinya sahabat sendiri.)

2. Bukan Cuma Modal, Tapi Juga Ilmu dan Kepercayaan Diri

Nggak cuma memberikan pembiayaan, Yanti juga mendapatkan pelatihan lewat program Mekaarpreneur. Di sini, ia belajar banyak hal mulai dari branding, packaging, promosi, sampai pemasaran digital.

Dari yang awalnya cuma jualan sederhana, kini usaha Yanti sudah mulai merambah platform digital seperti TikTok dan Shopee. Bahkan, ia berhasil menjadi Juara 2 Mekaarpreneur kategori nasabah naik kelas wilayah Bekasi-Jakarta.

Kisah Yanti jadi bukti kalau masyarakat kecil sebenarnya punya potensi besar kalau diberi kesempatan yang tepat. Karena sering kali, yang menghambat mereka bukan kurangnya kemauan untuk maju, tapi minimnya akses dan rasa dipercaya.

3. Dari Bertahan Hidup Jadi Berani Punya Mimpi Besar

Program pemberdayaan seperti ini bukan cuma membantu usaha berkembang, tapi juga mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri. Dari yang awalnya cuma fokus bertahan hidup, perlahan jadi lebih percaya diri untuk bermimpi lebih besar.

Program ini juga menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru yang bertujuan memperluas dampak dan membantu lebih banyak nasabah berkembang.

(Azura anak Aurel Hermansyah jatuh dari tangga, langsung dilarikan ke UGD.)

(kpl/gtr)

Rekomendasi
Trending