5 Rute Arus Mudik dan Balik Lebaran yang Legendaris di Jawa Barat, dari Nagreg hingga Tanjakan Emen

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

5 Rute Arus Mudik dan Balik Lebaran yang Legendaris di Jawa Barat, dari Nagreg hingga Tanjakan Emen
Ganjil genap Jakarta berlaku hari ini, Rabu (4/12/2024). (Credit: Liputan6.com/Yoppy Renato)
Kapanlagi.com -

Setiap musim mudik Lebaran, jalan-jalan utama di Jawa Barat selalu dipenuhi kendaraan pemudik yang hendak berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Jalur-jalur ini telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan mudik, dengan cerita, tantangan, dan ciri khas masing-masing yang membuatnya terkenal di kalangan para pengendara.

Mulai dari Jalur Nagreg yang selalu padat, Pantura Subang-Indramayu yang sudah terkenal sejak lama, hingga Tanjakan Emen yang terkenal dengan kisah mistisnya, setiap jalur memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, terdapat pula Simpang Jomin dan Simpang Mutiara, dua titik yang sering kali menjadi pusat kemacetan dan persimpangan penting bagi pemudik.

Lalu, bagaimana kondisi jalur-jalur ini sekarang, dan apa saja yang perlu diperhatikan oleh pemudik? Berikut adalah penjelasan lengkapnya, dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber, Senin (31/3).

1. Jalur Nagreg, Langganan Macet Setiap Arus Mudik dan Balik Lebaran

Jalur Nagreg, yang terletak di Kabupaten Bandung, merupakan jalur utama penghubung Bandung dengan wilayah Priangan Timur, termasuk Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Jalur ini pertama kali dibangun pada tahun 1808 oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk mempermudah distribusi dan transportasi ke daerah timur. Sejak saat itu, jalur Nagreg menjadi jalur favorit pemudik dan sering mengalami kemacetan parah selama arus mudik dan balik Lebaran.

Medan jalan yang berbukit dan berkelok menjadikan jalur ini sangat menantang bagi pengendara, khususnya kendaraan berat seperti bus dan truk. Pada musim mudik, jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai 5.000 hingga 8.000 unit per jam, sehingga antrian panjang menjadi hal yang sulit dihindari.

"Sejak pertama kali diresmikan, Jalur Nagreg telah menjadi jalur yang sangat dikenal dan menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat Jawa Barat, melalui daerah perbukitan yang menawarkan pemandangan hutan indah. Bahkan, beberapa warga asing, termasuk orang Belanda, tertarik dengan keindahan kawasan hutan ini," tulis laman binamarga.pu.go.id.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Tanjakan Emen, Jalur Terjal dengan Kisah Mistis

Tanjakan Emen yang terletak di Ciater, Subang, terkenal dengan jalurnya yang curam dan rawan kecelakaan. Selain medan yang berbahaya, tanjakan ini juga memiliki cerita mistis yang berkembang di masyarakat.

Ada beberapa versi cerita yang menyebutkan bahwa nama Emen berasal dari seorang sopir oplet yang mengalami kecelakaan fatal di tanjakan ini pada tahun 1964. Sejak saat itu, sering terjadi kecelakaan di jalur ini, dan mitos berkembang bahwa pengendara harus membunyikan klakson atau melempar koin agar terhindar dari kejadian buruk.

Meskipun ada cerita mistis tersebut, faktanya Tanjakan Emen memang memiliki medan yang berbahaya, dengan kemiringan yang tajam dan tikungan curam. Oleh karena itu, pengendara sangat disarankan untuk memeriksa kondisi kendaraan, terutama rem, sebelum melintasi tanjakan ini.

3. Jalur Pantura Subang – Indramayu, Legenda Rute Mudik dari Masa ke Masa

Sebelum Tol Cipali beroperasi, Jalur Pantura (Pantai Utara) yang membentang dari Subang hingga Indramayu menjadi jalur utama bagi pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Hingga tahun 2015, jalur ini selalu dipenuhi kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus antar kota, yang menyebabkan kemacetan panjang di titik-titik tertentu. Namun, setelah Tol Cipali mulai beroperasi, kepadatan kendaraan di jalur ini berkurang secara signifikan.

Meskipun demikian, jalur ini masih ramai dilalui oleh truk besar yang menghindari biaya tol. Pemudik yang memilih jalur ini perlu berhati-hati, karena beberapa ruas jalan di sepanjang Subang hingga Indramayu masih bergelombang dan berlubang. Salah satu hal yang tak terlupakan adalah keberadaan banyak penyapu uang koin yang berjajar di sepanjang jalan tersebut.

4. Simpang Jomin, Titik Kemacetan Klasik Pemudik

Simpang Jomin yang terletak di Kabupaten Karawang merupakan salah satu titik pertemuan jalur utama bagi pemudik dari Jakarta yang hendak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dulu, jalur ini terkenal sebagai titik kemacetan parah, terutama karena banyak kendaraan yang datang dari berbagai arah menuju Jalur Pantura. Seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan dan adanya Tol Cipali, kemacetan di Simpang Jomin berkurang, meskipun jalur ini tetap menjadi titik rawan macet selama musim mudik.

Pemudik yang melewati Simpang Jomin disarankan untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak pada puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

5. Simpang Mutiara, Persimpangan Strategis dengan Sejarah Macetnya

Simpang Mutiara adalah titik yang sering dilalui pemudik sebelum memasuki Jalur Pantura Karawang hingga Indramayu. Lokasi ini merupakan pemisah antara kendaraan yang menuju Jakarta dan Jawa Tengah melalui jalur nontol.

Dahulu, Simpang Mutiara selalu dipenuhi kendaraan, terutama sebelum Tol Cipali beroperasi. Kini, meskipun jalur ini lebih sepi dibandingkan sebelumnya, tetap saja harus diwaspadai karena masih sering digunakan oleh kendaraan besar, termasuk truk barang.

Pemudik yang melewati Simpang Mutiara perlu berhati-hati dengan kondisi jalan, karena ada beberapa ruas yang masih rusak dan dapat memperlambat perjalanan.

6. FAQ

1. Jalur mana saja yang selalu ramai saat mudik Lebaran di Jawa Barat?

Beberapa jalur yang selalu padat saat musim mudik di Jawa Barat adalah Jalur Nagreg, Jalur Pantura Subang-Indramayu, Tanjakan Emen, Simpang Jomin, dan Simpang Mutiara.

2. Mengapa Jalur Nagreg selalu macet saat mudik?

Karena jalur ini merupakan penghubung utama antara Bandung dan Priangan Timur, dengan medan berkelok dan tanjakan yang membuat laju kendaraan melambat, terutama bagi kendaraan berat.

3. Apakah Tanjakan Emen benar-benar berbahaya?

Ya, selain memiliki tikungan curam dan turunan tajam, kecelakaan sering terjadi akibat rem blong atau kondisi jalan yang licin saat hujan.

4. Bagaimana kondisi Jalur Pantura setelah adanya Tol Cipali?

Lalu lintas di Jalur Pantura lebih lengang, tetapi masih banyak dilalui oleh truk besar dan kendaraan yang menghindari biaya tol, sehingga pemudik tetap perlu waspada terhadap kondisi jalan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)