5 Tempat Wisata Sejarah Yogyakarta yang Keren dan Menakjubkan

Selasa, 09 Juli 2019 01:13 Penulis: Editor KapanLagi.com
5 Tempat Wisata Sejarah Yogyakarta yang Keren dan Menakjubkan
Foto : Instagram.com/explorejogja, Diambil 9 Juli 2019

Kapanlagi Plus - Berbicara mengenai Kota Yogyakarta memang nggak ada habisnya. Banyak hal yang dapat disebutkan tentang betapa menariknya daerah istimewa ini. Mulai dari wisata alam, kuliner hingga budayanya selalu berhasil menuai decak kagum dari para pengunjungnya. Tak jarang mereka kembali berkunjung karena merindukan Kota Gudeg ini. Bagi kamu ingin kembali berkunjung atau yang baru akan menjelajahi Kota Pelajar ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi wisata sejarah di Yogyakarta yang pastinya menakjubkan. Nggak ada salahnya kan sesekali berwisata sambil belajar tentang sejarah yang ada di sekitar. Kamu tentu akan mendapatkan nuansa liburan yang berbeda dan pengetahuan tambahan tentang sejarah dan budaya.

Yogyakarta memang dikenal sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia yang bisa dijadikan tujuan wisata. Kota ini juga popular sebagai daerah yang kaya akan ragam warisan budaya dan kental akan nuansa tradisionalnya. Jadi nggak heran jika Yogyakarta banyak ditemui berbagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Pastikan kamu mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah dan keren seperti yang telah dilansir oleh brilio.net berikut. Cobalah untuk mengapresiasi dan memahami cerita di baliknya maka kamu akan merasakan liburan yang mengesankan.

1. Keraton Yogyakarta

Foto : Instagram.com/explorejogja, Diambil 9 Juli 2019Foto : Instagram.com/explorejogja, Diambil 9 Juli 2019

Keraton Yogyakarta adalah salah satu tempat wisata bersejarah yang paling populer dan wajib dikunjungi jika ingin belajar dan menjelajah sejarah Jawa otentik. Nama lain dari keraton ini adalah Keraton Ngayogyakarta Hadinigrat. Keraton ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755.  Kamu bisa menyaksikan barang peninggalan di museum, pertunjukan seni tradisional yang masih asli, kehidupan para abdi dalem dan merasakan filosofi atau mitologi yang menyelubungi Keraton Yogyakarta.

Bangunannya yang begitu kental dengan unsur Jawa dan koleksi benda-benda bersejarah yang dulu pernah digunakan oleh keluarga kerajaan, baik dalam kehidupan sehari-hari, bernegara, dan berperang terpajang dengan rapi di sini. Mewah, megah, dan lapang adalah kesan yang bisa langsung ditangkap saat kamu mulai melangkahkan kaki dari gerbang pintu masuk. Kalau kamu penasaran dengan nuansa keraton ini, kamu bisa langsung mengunjunginya di Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Selain berkeliling keraton, kamu juga menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang dilaksanakan di dalam keraton.

Kamu harus membayar tiket masuk sekitar Rp 7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 15.000 untuk wisatawan asing. Keraton Yogyakarta buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB. Namun, ada pengecualian di hari Jumat. Pada hari Jumat, keraton akan buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.

2. Candi Prambanan

Foto : Instagram.com/borobudurpark, Diambil 8 Juli 2019 Foto : Instagram.com/borobudurpark, Diambil 8 Juli 2019

Saat berlibur ke Yogyakarta, jangan sampai melewatkan Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi Prambanan memiliki dua daya tarik yang bisa kamu jadikan alasan untuk berkunjung ke sana. Pertama, candi ini memiliki relief yang indah dan bangunan yang sangat megah. Relief yang bercerita tentang kisah Ramayana dan Krishanya. Ditambah dengan cerita legenda tentang Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang terkenal. Berkeliling saja bisa membuat kamu kagum dan enggan rasanya pulang tanpa mengabadikan momen di sana.

Selanjutnya candi ini juga memiliki pertunjukan Sendratari Ramayana yang akan membuatmu semakin terkesan. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan kolosal ini pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB dengan latar belakang yang Candi Prambanan yang terlihat megah.

Candi Prambanan berlokasi di daerah Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Wisata candi ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB. Harga tiket masuk tempat ini cukup terjangkau dan berbeda. Untuk wisatawan lokal diharuskan membayar sebesar Rp 40.000/orang untuk dewasa, sedangkan Rp 20.000/orang untuk anak-anak. Lain halnya dengan wisatawan asing, harga tiket untuk orang dewasa sebesar 18 USD dan 9 USD untuk anak-anak.

3.Benteng Vredeburg

Foto : Instagram.com/museum.benteng.vredeburg, Diambil 9 Juli 2019Foto : Instagram.com/museum.benteng.vredeburg, Diambil 9 Juli 2019

Benteng Vredeburg atau Loji Gede merupakan loji tertua di Yogyakarta. Dulu benteng ini bernama Benteng Rustenberg yang kemudian berganti nama menjadi Benteng Vredeburg. Benteng yang satu ini merupakan benteng yang dibangun oleh Belanda pada masa penjajahan. Pembangunan benteng ini bertujuan untuk dapat mengintimidasi Keraton Yogyakarta. Dibangun pada tahun 1776, Vredeburg digunakan untuk mengawasi gerak-gerik aktivitas keraton pada masa itu. Di dalam benteng, kamu bisa menikmati arsitektur khas Belanda yang masih terawat sampai sekarang. Ada juga berbagai macam diorama yang mengisahkan tentang perjuangan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Benteng Vredeburg terletak di Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta. Kamu bisa mengunjunginya dengan membayar tiket masuk bagi wisatawan lokal sebesar Rp 3.000/orang untuk dewasa dan Rp 2000/orang untuk anak-anak, sedangkan untuk wisatawan dari mancanegara sebesar Rp 10.000/orang. Benteng Vredeburg Yogyakarta buka jam 07.30 WIB hingga 16.00 WIB pada hari Selasa sampai dengan Kamis. Sedangkan pada hari Jumat sampai Minggu Benteng Vredeburg buka jam 07.30 WIB hingga 16.30 WIB. Hari Senin adalah hari libur, namun museum ini akan tetap buka pada hari libur nasional ataupun hari raya.

4.  Taman Sari

Foto : Website/www.kratonjogja.id, Diambil 8 Juli 2019Foto : Website/www.kratonjogja.id, Diambil 8 Juli 2019

Taman Sari merupakan bagian dari Keraton Yogyakarta dan dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai tempat peristirahatan para istri-istri dan selir raja. Taman Sari mungkin saja dikenal dengan Water Castle Yogyakarta menjadi daya tarik wisatwan yang datang ke Yogyakarta. Di dalamnya kamu bisa menemukan bangunan khas Keraton Yogyakarta dengan berbagai ornamennya.

Kamu juga dapat menaiki sebuah menara tempat pribadi sultan. Dari atas menara itu, kamu dapat menikmati pemandangan Taman Sari dengan kolam dan bunga-bunganya yang indah. Ada juga Gedung Kenongo yang merupakan gedung tertinggi di Taman Sari, di tempat ini kamu bisa menikmati pesona matahari terbenam.

Hal unik lainnya dari Taman Sari adalah adanya masjid yang berada di dalam tanah. Dinding masjid terbuat dari batubata yang direkatkan dengan putih telur. Untuk sampai ke masjid bawah tanah, pengunjung tinggal melewati sebuah gerbang bertingkat dua layaknya menara.

Taman Sari Yogyakarta terletak di Jl. Jl. Nogosari No.6, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta. Harga tiket masuk juga terbilang murah, cukup membayar Rp 5.000/orang kamu sudah bisa menjelajahi tempat ini. Untuk pengunjung yang berasal dari mancanegara dikenai harga tiket Rp 15.000/orang. Jika kamu ingin mendengarkan cerita tentang Taman Sari lebih lengkap, kamu bisa menyewa jasa pemandu wisata. Namun, kamu harus menambah biaya sekitar Rp 25.000. Masih tergolong terjangkau, bukan? Taman Sari sendiri buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

5.Museum Sonobudoyo

Foto : Instagram.com/sonobudoyo, Diambil 9 Juli 2019Foto : Instagram.com/sonobudoyo, Diambil 9 Juli 2019

Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta yang memuat koleksi kesenian dan kebudayaan. Menurut Liputan6.com, museum ini memiliki kurang lebih 63.000 koleksi benda budaya dan sejarah, meliputi, arsip, koleksi logam, koleksi stupika, koleksi patung, miniatur, dan batik. Selain hasil sumbangan perorangan, sebagian besar koleksi Sonobudoyo adalah hibah dari empat kerajaan, yakni Keraton Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Puro Pakualaman, dan Mangkunegaran. Setiap tahun, Museum Sonobudoyo rutin menggelar pameran untuk mempublikasikan koleksi dan memberikan masyarakat pengetahuan tambahan tentang apa yang tersimpan di museum ini.

Museum Sonobudoyo terbagi menjadi 2 unit. Unit pertama terletak di Jl.Trikora no.6 Yogyakarta dan Unit dua terletak di Ndalem Condrokiranan Wijilan Yogyakarta. Museum ini buka pada hari Selasa sampai Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Sedangkan hari Jumat, buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Saat akhir pekan,  museum akan buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Museum Sonobudoyo akan tutup pada hari Senin dan hari libur nasional. Untuk tiketnya sendiri bisa dikatakan murah, kamu cukup membayar Rp 3.000/orang untuk dewasa dan Rp 2.500/orang untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisatawan asing membayar sebesar Rp 5.000/orang. Kamu juga bisa menikmati pagelaran wayang kuli  yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Namun, untuk menonton pagelaran ini kamu harus membayar sebesar Rp 20.000/orang.

Itulah beberapa tempat wisata bersejarah yang keren dan menakjubkan di Yogyakarta. Kamu bisa mendapatkan euphoria liburan yang akan membekas dalam ingatanmu. Tertarik untuk berkunjung?

Penulis : Ririn Sri Wasida

 

 

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI