6 Ciri-Ciri Mata Silinder yang Wajib Diketahui, Pahami Juga Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jum'at, 11 Juni 2021 18:33
6 Ciri-Ciri Mata Silinder yang Wajib Diketahui, Pahami Juga Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Mata merupakan satu bagian tubuh yang mempunyai peranan penting di kehidupan. Sayangnya, mata juga jadi salah satu organ tubuh yang rentan mengalami gangguan dan kerusakan. Salah satu gangguan mata yang paling sering terjadi ialah mata silinder. Banyak orang yang menyamakan mata silinder dengan mata minus. Padahal, ada beberapa gejala khusus yang menjadi ciri-ciri mata silinder.

Penting untuk mengetahui apa saja ciri-ciri dari mata silinder. Sebab dengan begitu, kita dapat melakukan perawatan yang sesuai, sehingga mata tetap bisa berfungsi secara maksimal. Dilansir dari healthline.com, mata silinder bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor genetik, efek dari cedera, atau efek operasi. Selain itu, orang dengan rabun jauh juga cenderung lebih berisiko mengalami mata silinder.

Banyak orang yang hingga kini tak menyadari jika telah menderita mata silinder. Untuk itu, berikut beberapa ulasan mengenai ciri-ciri mata silinder yang perlu kalian tahu dirangkum dari berbagai sumber.

 

1. Mata Mudah Lelah

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami mata lelah. Ternyata, mata yang mudah merasa lelah juga bisa jadi pertanda dari mata silinder. Mata yang kelelahan bisa disebabkan karena terlalu bekerja ekstra. Oleh sebab itu, biasanya mata lelah terjadi ketika seseorang terlalu lama menatap suatu objek, seperti saat mengoperasikan komputer atau membaca buku.

2. Tidak Fokus

Selain mudah lelah, mata yang mengalami silinder juga cenderung sulit untuk fokus. Padahal, dalam melakukan setiap aktivitas kita harus bisa fokus. Saat mata sulit fokus, aktivitas juga akan terbengkalai. Tapi jangan khawatir, beristirahat sejenak bisa jadi cara untuk menanggulangi mata yang tiba-tiba kesulitan untuk fokus.

 

3. Pandangan Kabur

Ciri-ciri mata silinder yang ketiga yaitu pandangan yang bisa berubah menjadi kabur sewaktu-waktu. Pandangan yang buram atau kabur selama ini juga jadi ciri-ciri umum saat mata mengalami kerusakan. Pada mata silinder, pandangan yang kabur disebabkan karena lensa mata yang tidak bisa meratakan penyebaran cahaya. Sehingga, objek dalam penglihatan tampak buram dan tidak jelas.

 

4. Sering Mengalami Sakit Kepala

Jika kalian sering mengalami sakit kepala, maka kalian patut berwaspada. Pasalnya, sakit kepala juga jadi salah satu ciri-ciri mata silinder. Meski pada kenyataannya gejala sakit kepala ini hanya terjadi pada beberapa kasus saja. Biasanya, rasa sakit kepala yang timbul masih berhubungan dengan mata yang kelelahan dan tidak bisa fokus.

 

5. Mengalami Rabun Jauh

Seperti yang disinggung di awal, orang dengan gangguan rabun jauh cenderung lebih rentan mengalami mata silinder. Orang dengan rabun jauh akan kesulitan untuk melihat objek atau membaca tulisan dari jarak jauh. Hal ini yang kemudian juga bisa berdampak pada mata yang mudah lelah dan kesulitan untuk fokus.

6. Sering Menyipitkan Mata

Saat mata merasa tidak nyaman atau mengalami gangguan, menyipitkan mata jadi salah satu refleks yang seling dilakukan. Menyipitkan mata diharap bisa membuat pandangan menjadi lebih fokus. Tidak saja menyipitkan mata, terkadang untuk membuat mata lebih fokus beberapa orang juga memiringkan kepalanya.

7. Cara Mengatasi Mata Silinder

Setelah mengetahui ciri-ciri mata silinder, yang tak kalah penting adalah memahami cara-cara mengatasinya. Sebab bagaimanapun, mata merupakan salah satu organ yang vital dan memegang peranan penting di aktivitas sehari-hari. Sehingga, setiap gangguan yang dialami mata sebaiknya diatasi semaksimal mungkin.

Adapun beberapa cara mengatasi mata silinder adalah sebagai berikut.

1) Melakukan Pemeriksaan ke Dokter Mata

Langkah pertama saat kalian merasakan gejala atau ciri-ciri mata silinder adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan yang komprehensif, untuk menemukan masalah dan penyakit pada penglihatan mata. Pemeriksaan tersebut di antaranya meliputi beberapa tes. Dokter mata juga yang nantinya akan menyarankan tindakan dan perawatan selanjutnya.

2) Menggunakan Lensa Korektif

Salah satu perawatan mata silinder adalah dengan menggunakan lensa atau kacamata korektif. Adapun kriteria atau jenis lensa atau kacamata yang digunakan sesuai dengan pemeriksaan oleh dokter mata.

3) Perawatan Orto-K

Orto-K atau dalam bahasa medis disebut Orthokeratology merupakan perawatan menggunakan lensa kontak kaku. Tujuannya, untuk mengoreksi kelengkungan kornea yang tidak teratur untuk sementara. Perawatan ini dilakukan dengan, menjadwalkan penderita untuk memakai lensa kontak kaku untuk jangka waktu terbatas.

4) Menjalani Operasi

Cara terakhir untuk mengatasi mata silinder adalah dengan melakukan operasi. Dokter bisa saja merekomendasikan operasi refraktif jika kondisi mata mengalami kerusakan parah. Operasi bisa dilakukan dengan laser atau manual dengan pisau. Operasi refraktif dapat memperbaiki mata silinder secara permanen. Namun, sama halnya operasi lainnya, operasi refraktif juga bisa berisiko. Oleh sebab itu, keputusan menjalani operasi ini harus dipikirkan secara matang. Tentunya, dengan mempertimbangkan pendapat dokter.

Itulah di antaranya ciri-ciri mata silinder berikut penyebab dan cara mengatasinya. Jika mengalami ciri-ciri di atas, jangan segan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semoga bermanfaat!

 

(kpl/psp)



MORE STORIES




REKOMENDASI