65 Kata-Kata Mahasiswa Aktivis dari Para Tokoh, Soe Hok Gie - Wiji Thukul

Senin, 12 Juli 2021 14:33 Penulis: Anik Setiyaningrum
65 Kata-Kata Mahasiswa Aktivis dari Para Tokoh, Soe Hok Gie - Wiji Thukul
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Citra sebagai aktivis begitu melekat pada sosok mahasiswa dan pemuda. Banyak peristiwa besar dalam jalan panjang perjuangan Indonesia yang digerakkan oleh mahasiswa. Kata-kata mahasiswa aktivis punya peran penting untuk membakar semangat generasi muda dalam pergerakan atau aksi demonstrasi menuntut ketidakadilan.

Sejarah mencatat ada berbagai demonstrasi besar yang dilakukan mahasiswa. Beberapa di antaranya yaitu, aksi 1998 yang berakhir dengan kejatuhan rezim dan yang belum lama terjadi, pada September 2019 para mahasiswa yang menolak RKUHP sekaligus menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Pada aksi tersebut, banyak kata-kata mahasiswa aktivis yang diteriakkan maupun terpampang dalam berbagai poster tuntutan.

Selain berisi aspirasi, kata-kata mahasiswa aktivis juga sering kali berisi kutipan dari para tokoh aktivis yang berjuang di masa lalu. Kutipan dari tokoh seperti Soe Hok Gie, Wiji Thukul, dan Munir pun masih relevan jika diteriakkan hingga saat ini. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal tersebut, langsung saja simak informasi berikut ini.

 

1. Kata-Kata Mahasiswa Aktivis dari Soe Hok Gie

Soe Hok Gie merupakan salah satu mahasiswa yang kritis dalam menyuarakan pendapat tentang kebobrokan sistem. Entah itu pemerintahan atau pola pikir masyarakat yang hanya mementingkan golongannya. Kata-kata mahasiswa aktivis dari Soe Hok Gie begitu cocok jika dibaca dan diteriakan para pemuda yang geram dengan ketidakberesan sistem masa kini. Langsung saja baca kutipan berikut ini agar semangat dalam hati kalian tambah bergelora.

1. Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

2. Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

3. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.

4. Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.

5. Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi.

6. Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

7. Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

8. Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita.

9. Bidang seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tapi mereka tidak bisa terlepas dari fungsi sosialnya. Yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang terus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan.

10. Saya mimpi tentang sebuah dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, 'stop semua kemunafikan! Stop semua pembunuhan atas nama apapun.' Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

11. Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan.

12. Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

13. Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.

14. Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi 'manusia-manusia yang biasa'. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

15. Aku mengenali mereka, yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator, dan yang tanpa uang mau memberantas korupsi.

16. Bagi pemuda umumnya, revolusi berarti tantangan untuk mencari nilai-nilai baru.

17. Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya.

18. Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah.

19. Hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka.

20. Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.

2. Kata-Kata Mahasiswa Aktivis dari Munir Said Thalib

Sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib merupakan orang yang berjasa besar dalam perjuangan masyarakat Indonesia dalam melawan ketidakadilan. Salah satu kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani, yaitu hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998). Oleh sebab itu, perkataan Munir sangat layan dikutip sebagai kata-kata mahasiswa aktivis dalam memperjuangkan keadilan dan HAM.

21. Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh.

22. Mereka berebut kuasa, mereka menentang senjata, mereka menembak rakyat, tapi kemudian bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apakah kita akan membiarkan para pengecut itu tetap gagah? Saya kira tidak, mereka gagal untuk gagah.

23. Membangun sebuah bangsa adalah membangun sebuah peradaban.

24. Aku harus tenang walaupun takut. Untuk membuat semua orang tidak takut. Normal, sebagai orang, ya pasti ada takut, nggak ada orang yang nggak takut, cuma yang coba aku temukan merasionalisasi rasa takut.

25. Pendidikan politik rakyat hanya akan berhasil dalam sistem yang demokratis dan adanya jaminan atas HAM.

26. Tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak berpihak kepada yang tertindas.

27. Ketika saya berani shalat, konsekuensinya saya harus berani memihak yang miskin dan mengambil pilihan hidup yang sulit untuk memeriahkan perintah-perintah itu, seperti membela korban.

28. Mereka hanya ada di baju, tapi dalam tubuh mereka adalah sesuatu kehinaan. Sesuatu yang tidak bertanggung jawab, yang mereka akan bayar sampai detik manapun.

29. Sistem Kamnas adalah sebuah sistem melingkupi kebijakan dan tentang bagaimana negara membangun kerangka melindungi kepentingan nasional.

30. Secara umum gerakan buruh terbagi menjadi dua: a. gerakan buruh praktis dan b gerakan buruh politis.

31. Aparat keamanan harus bertindak efektif, proporsional, dan profesional bukan tidak bertindak dengan alasan takut dituduh melanggar HAM.

32. Tidak seharusnya terdapat klaim yang dapat diterima ketika mempertahankan integrasi negara dengan cara mengingkari penghormatan HAM.

33. Memerangi kekufuran agar orang tidak kufur, sama saja memerangi kemiskinan agar orang tidak miskin. Bukannya yang miskin diperangi.

34. Kita pulang ke rumah, kita tidur, kita berdoa terus pulang lagi. Itu bukan Islam jika kita tidak menyerukan perlawanan.

35. Biarkanlah rakyat yang menentukan arah bangsa ini, dan bagaimana rakyat akan menjaga masa depannya, sebab rakyat pemilik sah konstitusi.

36. Menjadikan manusia tidak berdaya adalah hal yang patut kita persoalkan.

37. Obat ketakutan paling mujarab adalah melawan ketakutan itu sendiri.

38. Tidak seharusnya terdapat klaim yang dapat diterima ketika mempertahankan integrasi negara dengan cara mengingkari penghormatan HAM.

39. Bahaya terbesar adalah ketakutan dalam kepala kita. Ketakutan yang disebarkan sistem yang ada kepada kita. Ketakutan inilah rintangan terbesar dalam perjuangan.

40. Setiap orang yang dilahirkan merdeka, memiliki hak dan martabat yang sama.

3. Kata-Kata Mahasiswa Aktivis dari Wiji Thukul

Wiji Thukul terkenal sebagai aktivis sekaligus penyair yang puisinya banyak dibacakan dalam mimbar demonstrasi hingga sekarang. Lebih dari sekadar kata-kata mahasiswa aktivis, puisinya yang lugas dan penuh dengan gambaran hidup yang bisa membangkitan semangat dan amarah siapa saja untuk memerangi ketidakadilan.

41. Sajakku adalah kebisuan yang sudah kuhancurkan sehingga aku bisa mengucapkan dan engkau mendengarkan, sajakku melawan kebisuan.

42. Aku menulis aku penulis terus menulis sekalipun teror mengepung.

43. Apa penguasa kira rakyat hidup di hari ini saja.

44. Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam.

45. Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

46. Jika kami bunga engkau adalah tembok, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersamad dengan keyakinan.

47. Kutundukkan kepalaku kepadamu kawan yang dijebloskan ke penjara negara.

48. Penjara sekalipun tak bakal mampu mendidikku jadi patuh.

49. Kau paksa aku terus menunduk tapi keputusan tambah tegak.

50. Kata-kata itu selalu menagih padaku ia selalu berkata :kau masih hidup! Aku memang masih utuh dan kata-kata belum binasa.

51. Jika kau tak sanggup lagi bertanya kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan.

52. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan.

53. Jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusan jangan kau penjarakan ucapanmu.

54. Kami adalah bunga yang tak kau hendaki tumbuh. Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah.

55. Kita tidak sendirian kita satu jalan tujuan kita satu ibu: pembebasan!

56. Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ia yang mengajari aku untuk bertanya.

57. Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam.

58. Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu.

59. Jika kau menghamba kepada ketakutankita memperpanjang barisan perbudakan.

60. Jika kau tahan kata-katamu mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu.

61. Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung.

62. Aku mengucap kepada hidup yang jelata, merdeka!

63. Bila rakyat tidak berani mengeluh, itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah, kebenaran pasti terancam.

64. Apa penguasa kira ingatan bisa dikubur dan dibendung dengan moncong tank.

65. Umur derita rakyat panjangnya sepanjang umur peradaban.

KLovers, itulah kata-kata mahasiswa aktivis dari para tokoh aktivis Indonesia yang bisa kalian resapi maknanya.

(Sumber: Merdeka.com)

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI