7 Rekomendasi Buku Puisi dan Prosa Terbaik Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa, Wajib Dibaca!

Kamis, 03 November 2022 12:22
7 Rekomendasi Buku Puisi dan Prosa Terbaik Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa, Wajib Dibaca!
(Credit: goodreads.com)


Kapanlagi Plus - Saat ingin membaca karya sastra yang berkualitas, kalian tak perlu merasa bingung. Pasalnya, Indonesia memiliki cukup banyak rekomendasi buku puisi dan prosa yang menarik.

Terlebih, selalu ada acara penghargaan untuk memperkenalkan karya-karya tersebut setiap tahun. Salah satunya adalah Kusala Sastra Khatulistiwa. Karya yang menang dalam penghargaan ini bisa disebut sebagai rekomendasi buku puisi dan prosa terbaik untuk kalian baca.

Nah, jika kalian penasaran dengan rekomendasi buku puisi dan prosa terbaik pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa, yuk langsung saja simak ulasan di bawah ini.

 

1. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau - Aan Mansyur

Jika kalian sedang mencari rekomendasi buku puisi terbaik, Mengapa Luk Tidak Memaafkan Pisau bisa jadi jawabannya. Nama penulisnya, Aan Mansyur, jelas tak asing dalam dunia sastra Indonesia. Terlebih, buku puisi sebelumnya yang berjudul Tidak Ada Newyork Hari Ini turut mengisi film ADA APA DENGAN CINTA 2.

Nah, melalui buku puisi yang menjadi Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 ini, kalian akan melihat gambaran yang memilukan. Cinta, rindu, luka, dan kecewa, baik untuk pasangan, keluarga, bahkan negara diolah menjadi sebuah ironi yang menarik. Buku yang berisi 41 puisi yang terbagi dalam 5 bab ini jelas layak untuk kalian baca.

 

2. Empedu Tanah - Inggrit Putria Marga

Empedu Tanah merupakan salah satu rekomendasi buku puisi yang layak untuk kalian baca. Karya pemenang penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2020 ini banyak membicarakan hubungan-hubungan yang hancur. Entah itu hubungan dengan orangtua, anak, alam, Tuhan, hingga dengan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, membaca buku puisi karya Inggrit Putria Marga ini bisa sekaligus menjadi refleksi bagi diri sendiri. Dengan begitu, pembaca bisa mulai menerima kondisi yang tak bahagia. Judul buku ini juga diambil dari nama tanaman dari Sumatera Barat yang memiliki rasa pahit, tapi bisa jadi obat.

 

3. Anjing Gunung - Irma Agryanti

Selanjutnya, ada rekomendasi buku puisi yang berjudul Anjing Gunung. Buku puisi karya Irma Agryanti ini menjadi pemenang penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2019. Ciri puisi di buku ini cukup terlihat karena hampir semuanya memiliki larik yang pendek dan padat.

Dengan tidak banyak larik, puisi ini tak akan membuat pembaca cepat bosan. Gagasan penulis untuk mengangkat kondisi alam dan lingkungan di wilayah timur Indonesia juga menjadi alasan menarik untuk kalian membaca karya ini.

 

4. Museum Masa Kecil - Avianti Armand

Museum Masa Kecil juga menjadi rekomendasi buku puisi terbaik yang tak boleh kalian lewatkan. Melalui buku ini, kalian seolah bisa menemukan berbagai hal yang pernah ada di masa kecil. Entah itu, cerita-cerita sebelum tidur, kelas menggambar, perbincangan tentang jarak ke bulan, kartu pos, kaktus di lantai lima, buku alamat, bermain hujan, ketakutan menjadi tua, juga kematian.

Terlebih, buku karya Avianti Armand ini juga menjadi penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2018. Meresapi setiap judulnya yang berhubungan dengan masa kanak-kanak masing-masing pembaca akan menjadi pengalaman yang bermakna.

 

5. Burung Kayu - Niduparas Erlang

Tak hanya rekomendasi buku puisi, kalian juga perlu membaca buku prosa yang menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2020 karya Niduparas Erlang. Novel yang berjudul Burung Kayu ini berkisah tentang kehidupan masyarakat Suku Mentawai yang penuh dinamika. Kisah ini ditulis berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Niduparas Erlang.

Oleh karena itu, karya ini cocok dibaca oleh kalian yang sedang atau akan melakukan penelitian budaya. Pasalnya, novel ini mengandung penjelasan yang cukup rinci mengenai tradisi dan budaya Suku Mentawai. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang awal mula konflik antara uma keluarga Legeumanai dengan uma di seberang sungai.

 

6. Teh dan Pengkhianat - Iksaka Banu

Selanjutnya, ada kumpulan cerita yang berjudul Teh dan Pengkhianat yang juga wajib dibaca. Buku karya Iksaka Banu ini cocok untuk kalian yang suka membaca kisah sejarah. Menyajikan beberapa cerita tentang masa penjajahan kolonial, karya ini berhasil meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2019.

Cerita di dalamnya menghadirkan pergulatan manusia di masa lalu dengan segala suka duka yang terkadang memiliki relasi dengan setiap generasi. Cerita itu antara lain, sepeda hanya dipakai kaum bumiputra Hindia Belanda, wabah cacar yang menyerang, dan hiruk-pikuk lain yang dikemas dengan menarik. Tak hanya rekomendasi buku puisi, buku prosa ini juga layak untuk kalian ikuti.

 

7. Dawuk, Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu - Mahfud Ikhwan

Selain rekomendasi buku puisi dan prosa di atas, masih ada satu lagi novel penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 yang tak boleh kalian lewatkan. Novel ini berjudul Dawuk, Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu. Secara garis besar, novel karya Mahfud Ikhwan ini berkisah tentang seorang wartawan yang bertemu dengan seseorang di warung kopi.

Orang yang suka membual dan meminta kopi atau rokok gratis itu bernama Warto Kemplung. Meski memiliki karakter yang aneh, dia tak boleh disepelekan. Pasalnya, melalui mulut si Warto Kemplung inilah wartawan mampu menulis ulang ceritanya untuk diterbitkan di koran. Cerita itu pula yang akan membuat kalian takjub dengan gaya penulisan dan alur yang disajikan.

Nah, KLovers, itulah beberapa rekomendasi buku puisi dan prosa terbaik pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa yang wajib dibaca.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI