8 Jenis-jenis Tanah di Indonesia Beserta Karakteristik, dan Manfaatnya

Rabu, 13 Januari 2021 10:11 Penulis: Dita Tamara
8 Jenis-jenis Tanah di Indonesia Beserta Karakteristik, dan Manfaatnya
(credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bagi sebagian orang tentu sudah mengetahui ada beragam jenis tanah yang masing-masing mempunyai karakter dan manfaat yang berbeda-beda. Hal tersebut lantaran tergantung dari komponen yang ada di dalam suatu daerah. Tanah sendiri merupakan lapisan teratas dari Bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Menurut letak geografis dan astronomisnya, ada banyak jenis tanah di Indonesia yang bisa kalian temukan. Sebab, mengetahui jenis tanah sangat penting untuk mengidentifikasi jenis tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Perlu kalian ketahui jika di Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan berbagai jenis tanah yang mungkin bisa kalian temukan dimana-mana. Selain penting untuk tumbuhan, tanah sangat penting bagi manusia karena kehidupan manusia berada di atasnya. Nah, untuk bisa menjadi tanah dibutuhkan waktu lama hingga ratusan tahun lantaran tanah terbentuk dari bebatuan yang mengalami pelapukan. Lantas, apa saja jenis jenis tanah yang ada di Indonesia? Daripada penasaran, berikut adalah daftar jenis tanah yang bisa kalian temukan di lapisan atas Bumi.

 

1. Tanah Aluvial

Jenis jenis tanah di Indonedia yang pertama yaitu tanah aluvial. Jenis tanah yang satu ini terbentuk karena endapan lumpur yang biasanya terbawa aliran sungai. Adapun ciri dari jenis tanah aluvial yaitu berwarna cokelat hingga kelabu. Selain itu, tanah aluvial bisa kalian temukan di bagian hilir atau daerah rendah seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua.

Tanah aluvial sendiri bisa kalian gunakan untuk pertanian karena sifatnya yang subur. Hal ini dikarenakan jenis tanah ini memiliki tekstur yang lembut sehingga memudahkan dalam proses mengolahnya.

 

2. Tanah Vulkanis

Selanjutnya, jenis tanah di Indonesia yang bisa kalian temukan yaitu tanah vulkanis. Tanah ini berasal dari abu gunung api atau letusan gunung api yang mengalami pelapukan. Sudah bukan jadi rahasia umum jika tanah vulkanis memiliki sifat yang subur sehingga dimanfaatkan untuk pertanian.

Tanah vulaknis dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni tanah regosol dan latosol. Ciri tanah regosol adalah tanah vulkanis yang mempunyai butir kasar, berwarna kelabu sampai kuning serta mengandung bahan organik yang sedikit. Tanah regosol biasa digunakan tembakau, palawija, dan buah. Sedangkan tanah latosol memiliki ciri khas dari warnanya yang merah hingga kuning dan mengandung bahan organik sedang dengan sifat yang asam. Tanah latosol biasanya dimanfaatkan untuk padi, karet, dan kopi.

 

3. Tanah Andosol

Tanah andosol menjadi salah satu jenis tanah yang ada di Indonesia yang terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Ciri khas dari tanah jenis ini yaitu berwarna coklat keabu-an, memiliki sifat yang subur sehingga sangat baik untuk segala jenis tanaman. Persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan Nusa Tenggara.

 

4. Tanah Kapur

Tanah kapur merupakan jenis tanah yang berasal dari batuan kapur. Jenis tanah yang satu ini mempunyai kelemahan yaitu sifat dari tanah yang tidak subur. Meski demikian, tanah kapur bisa ditanami pohon jati.

Tanah kapur juga bisa dibagi dalam dua kelompok, yakni tanah renzina dan tanah mediteran. Tanah Renzina merupakan jenis tanah kapur yang berasal dari hasil proses pelapukan batuan kapur yang terjadi di daerah dengan curah hujan tinggi. Karenanya, tanah ini memiliki ciri khas warna hitam dan miskin zat hara. Kalian bisa menemukan jenis tanah ini di daerah Blora, pegunungan Kendeng, hingga beberapa wilayah di Yogyakarta.

 

5. Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan jenis tanah di Indonesia yang memiliki kadar air sedikit dan sangat miskin unsur hara. Ciri dari tanah pasir sendiri berupa butir-butir tunggal yang berasal dari batuan pasir yang melapuk. Tanah ini banyak ditemukan di wilayah-wilayah pantai yang disebut sand dune atau bukit pasir. persebaran tanah pasir yang ada di Indonesia ada di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

 

6. Tanah Litosol

Tanah latosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari proses pelapukan batuan beku dan sedimen. Adapun ciri khas dari jenis tanah latosol yaitu berupa butiran kasar kerikil. Tanah ini sangat miskin unsur hara sehingga tidak subur dan kurang baik untuk pertanian. Biasanya, tanah ini hanya cocok ditanami pohon besar di hutan. Kalian bisa menemukannya di daerah Pulau Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, dan Papua.

 

7. Tanah Organosol

Tanah organosol atau yang sering disebut tanah gambut ini berasal dari proses pelapukan bahan-bahan organik seperti pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan organik yang terjadi pada tanaman yang kurang sempurna karena selalu tergenang air. Hal ini yang menyebabkan tanah ini bersifat asam hingga sangat asam sehingga kurang baik untuk pertanian.

Kalian bisa menjumpai tanah gambut seperti di daerah pasang surut, seperti di Papua bagian barat, Kalimantan Barat, Sumatra bagian timur, Jawa, pantai barat Sumatra, dan pantai Kalimantan Timur.

 

8. Tanah Humus

Tanah humus adalah jenis tanah yang muncul akibat tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Berbagai tumbuhan yang membusuk ini membuat tanah humus mengandung unsur hara yang tinggi. Artinya, tanah ini pun bersifat sangat subur. Tanah jenis ini sangat cocok untuk ditanami tanaman padi, nanas dan kelapa. Tanah humus banyak terdapat di Pulau Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan dan Papua.

Itulah sederet jenis tanah di Indonesia berdasarkan karakteristik dan manfaatnya. Semoga menambah pengetahuan kalian ya.

 

 

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI