8 Kali Gagal Tes, Anak Satpam Ini Jadi Lulusan Terbaik Akpol

8 Kali Gagal Tes, Anak Satpam Ini Jadi Lulusan Terbaik Akpol © merdeka.com

Kapanlagi.com - Hasil tidak akan mengkhianati usaha, mungkin sebagian orang telah familiar dengan motto hidup ini. Memang tak ada hal yang sia-sia jika diperjuangkan, contohnya saja kemerdekaan Indonesia. Perjuangan para pahlawan membuahkan hasil yang dinikmati oleh rakyat Indonesia saat ini bukan? Dan tugas generasi saat inilah untuk membuat perjuangan para pahlawan tersebut bermakna.

Untuk memaknai perjuangan para pahlawan tersebut, mungkin kisah pemuda satu ini bisa jadi contoh. Pemuda bernama Bayu Arsyifa Rahmadi ini adalah sosok yang pantang menyerah, buktinya? Pemuda yang menempuh pendidikan di SPN Betung, Sumatera Selatan ini berhasil mendapatkan predikat lulusan terbaik setelah gagal mencoba tes masuk 8 kali.

Bayu Arsyifa Rahmadi merupakan anak dari seorang mantan sekuriti sebuah Bank Swasta di Palembang. Remaja kelahiran 1996 ini sebelumnya telah mencoba berbagai macam jalur masuk sebagai anggota TNI atau Polri. Total, Bayu telah mencoba dan gagal sebanyak 8 kali hingga dia diterima sebagai taruna jalur Bintara pada tahun 2016 silam.

"Rata-rata saya tidak lolos di tes terakhir, ada juga (gagal) pas pantohir." terang Bayu dikutip dari merdeka.com. Meski telah gagal hingga 8 kali, Bayu tak menyerah. Kegagalan tersebut justru menjadi pelecut bagi dirinya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin di tes selanjutnya. "Sebelum ikut tes tiap pagi lari, renang, olahraga. Untuk akademiknya saya belajar terus, cari kesalahan kemarin." kisahnya.

Bayu Arsyifa Rahmadi, pemuda yang sempat gagal 8 kali masuk anggota militer namun malah jadi lulusan terbaik SPN Betung © merdeka.com

Selama menempuh pendidikan di SPN Betung, Sumatera Selatan, Bayu dipercaya menjadi komandan resimen karena jiwa kepemimpinan yang terlihat dari dirinya. "Tidak enak juga, sama-sama siswa tapi saya disuruh jadi komandan." kenangnya.

Predikat sebagai lulusan terbaik SPN Betung tentu saja membuat kedua orang tua Bayu bangga. Bahkan Ayah Bayu, Abimanyu, mengatakan bahwa Bayu masuk sebagai anggota polisi tanpa dipungut biaya sepeser pun kecuali untuk berkas administrasi yang digunakan sebagai keperluan pendaftaran. Rupanya, sejak kecil Bayu memang bercita-cita menjadi anggota polisi.

Untuk meraih cita-cita tersebut, Bayu senantiasa berprestasi di masa sekolah. "Sejak sekolah selalu mendapatkan ranking, jadi ketua OSIS, jadi anggota Paskibra Sumsel. Sejak kecil jiwa militernya sudah terlihat." jelas Ayah Bayu. Inspiratif banget bukan kisah Bayu ini? Hal ini benar-benar membuktikan bahwa cita-cita dapat diraih selama seseorang mengusahakan cita-cita tersebut. Yuk, kita contoh tekad Bayu meraih cita-cita ini.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(mdk/agt)

Rekomendasi
Trending