9 Kondisi Tubuh Akibat Kelebihan Protein, Kenali Gejalanya Sedini Mungkin
Kelebihan protein (credit: freepik.com)
Kapanlagi.com - Apa yang terjadi jika tubuh kelebihan protein? Pertanyaan itu mungkin pernah terbesit dalam pikiran terkait dengan kelebihan nutrisi penting yang termasuk bagian dari mineral. Namun perlu diketahui bahwa ketika tubuh kelebihan protein ada kondisi atau dampak tertentu yang bisa dirasakan, misalnya saja memicu kenaikan berat badan.
Mencukupi kebutuhan nutrisi dan vitamin memang penting dilakukan. Salah satunya protein yang berperan penting untuk meningkatkan kerja organ serta jaringan tubuh. Ketika tubuh kekurangan protein tentunya bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti masalah rambut, gangguan organ hati ataupun tulang.
Sama halnya dengan kekurangan protein, ada beberapa kondisi akibat kelebihan protein yang bisa dirasakan pengidapnya. Namun perlu diketahui bahwa setiap orang membutuhkan protein dengan jumlah tertentu disesuaikan berdasarkan usia ataupun aktivitas. Misalnya saja berdasarkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 melansir dari alodokter.com, jumlah harian protein yang dianjurkan pada orang dewasa berkisar antara 50 hingga 70 gram per hari.
Advertisement
Sedangkan pada perempuan hamil di semua usia adalah 70 hingga 85 gram per hari. Akan tetapi sejumlah orang mungkin tidak menyadari mengalami kelebihan protein yang akhirnya bisa berdampak pada kondisi kesehatan mereka. Dampak kelebihan protein ini dapat dirasakan dalam jangka waktu tertentu yang perlu dikenali sedini mungkin.
Adapun kondisi tubuh kelebihan protein dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Berikut kondisi tubuh kelebihan protein telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.
1. Kenaikan Berat Badan
Kondisi tubuh akibat kelebihan protein yang pertama adalah mengalami kenaikan berat badan. Seperti diketahui mengontrol berat badan penting dilakukan untuk mencegah beragam masalah kesehatan termasuk obesitas. Namun ada beberapa faktor penyebab kenaikan berat badan yang bisa terjadi misalnya saja berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik ataupun asupan makanan tidak sesuai.
Akan tetapi perlu diketahui bahwa kelebihan protein juga berdampak pada kenaikan berat badan. Melansir dari healthline.com, kelebihan protein bisa memicu kenaikan berat badan karena penumpukan protein akan disimpan sebagai lemak. Terlebih jika kalian mengonsumsi makanan terlalu banyak protein serta kalori.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Memicu Sembelit
Kondisi tubuh akibat kelebihan protein juga dapat memicu sembelit. Sembelit adalah kondisi yang terjadi ketika sistem pencernaan mengalami masalah ditandai sulit buang air besar. Meski penyebab sembelit dapat terjadi karena beragam faktor, namun kelebihan protein mungkin salah satu penyebabnya.
Sebab sebuah studi melaporkan bahwa ada keterkaitan antara sembelit dengan kelebihan protein. Terutama terjadi ketika kalian tidak cukup mengonsumsi karbohidrat yang mengandung banyak serat. Untuk mencegahnya kalian bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi.
3. Mengalami Diare
Kelebihan protein juga dapat menyebabkan tubuh mengalami diare. Seperti diketahui protein dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan yang umum dikonsumsi. Misalnya saja produk susu ataupun olahan lainnya.
Diare dapat terjadi ketika kalian mungkin mengalami intoleransi terhadap laktosa atau sejenis makanan tertentu dengan kandungan protein tinggi. Akibatnya diare dapat menjadi dampak dari kelebihan protein. Konsultasi dan pemeriksaan dapat dipertimbangkan untuk mengatasi gangguan kesehatan tersebut.
4. Dehidrasi
Kelebihan protein juga dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi membuat kalian tidak memiliki jumlah cukup cairan. Akibatnya beberapa dampak bisa timbul seperti bibir pecah-pecah ataupun kulit kering. Dehidrasi dapat dipicu oleh beragam faktor termasuk kelebihan protein.
Melansir dari healthline.com, terdapat dua studi yang memiliki pendapat berbeda terkait dengan kelebihan protein dan masalah dehidrasi mulai dari terpengaruh ataupun tidak. Meski begitu kalian juga penting mencukupi asupan minum air putih saat konsumsi protein.
5. Kehilangan Kalsium
Kalsium berperan penting untuk menjaga kesehatan organ tubuh termasuk tulang serta gigi. Namun kalian juga dapat mengalami kehilangan kalsium apabila kelebihan protein. Ketika kondisi tersebut terjadi tubuh dapat merasakan dampaknya terutama pada tulang. Di mana tulang lebih rentan mengalami kerusakan akibat kehilangan kalsium. Misalnya saja gangguan kesehatan yang terkait dengan masalah ini adalah risiko tulang rapuh atau osteoporosis.
6. Bau Mulut Tak Sedap
Kelebihan protein juga dapat menyebabkan kalian mengalami bau mulut tak sedap. Bau mulut tak sedap seringkali menurunkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. Ini terjadi karena kelebihan protein yang rendah asupan karbohidrat bisa memicu tubuh mengalami ketosis. Ketosis menyebabkan kalian mengalami bau mulut tak sedap.
7. Masalah Ginjal
Kelebihan protein juga dikaitkan dengan munculnya masalah pada ginjal. Melansir dari healthline.com, kondisi ini terjadi karena saat tubuh kelebihan protein maka tubuh juga memiliki penumpukan nitrogen yang terdapat pada asam amino. Nitrogen berlebih tersebut menyebabkan organ ginjal harus bekerja keras mengeluarkannya. Akibatnya risiko masalah pada ginjal mungkin dapat timbul. Sehingga menyeimbangkan jumlah asupan protein secara tepat perlu dilakukan agar mencegah masalah kesehatan pada ginjal.
8. Waspadai Risiko Kanker
Kanker termasuk penyakit kronis yang cukup  banyak membuat khawatir. Namun ternyata dampak kelebihan protein bisa menyebabkan seseorang mungkin rentan terhadap risiko kanker. Seperti diketahui protein dapat dijumpai pada makanan daging merah. Melansir dari healthline.com, konsumsi berlebih daging merah dikaitkan dengan risiko kanker seperti kolorektal ataupun prostat. Terlepas dari benar tidaknya dampak tersebut, konsumsi daging merah sesuai dengan porsi tepat bisa dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan tertentu.
9. Masalah Jantung
Risiko penyakit jantung juga dapat menjadi dampak dari kelebihan protein. Misalnya saja sumber protein tinggi dapat dijumpai pada makanan seperti daging merah dan makanan olahan susu berlemak. Apabila konsumsi makanan tersebut berlebihan secara tidak langsung dapat memicu masalah pada jantung dan peningkatan kolesterol. Dampak ini diketahui melalui sejumlah penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan antara konsumsi daging merah dan produk susu terhadap penyakit jantung.
10. Gejala Kelebihan Protein
Ada beberapa gejala kelebihan protein yang bisa dirasakan tubuh. Diantara gejala kelebihan protein tersebut sebagai berikut dapat kalian simak melalui beberapa ulasan di bawah ini.
- Merasakan kelelahan tanpa penyebab jelas.
- Rasa tidak nyaman pada perut memicu gangguan pencernaan.
- Dehidrasi.
- Merasakan mual.
- Perubahan mood yang tidak terkontrol seperti mudah marah.
- Sakit kepala.
- Mengalami diare.
Nah itulah 9 kondisi tubuh akibat kelebihan protein beserta gejalanya. Konsultasi dan pemeriksaan dapat dilakukan apabila mengalami masalah kesehatan akibat kelebihan protein.
Yuk Baca Artikel Lainnya
9 Makanan untuk Kekurangan Sel Darah Putih, Bisa Meningkatkan Jumlah Leukosit
7 Cara Mengecilkan Pinggang Secara Cepat dengan Gerakan Sederhana
9 Cara Merawat Payudara Agar Tetap Kencang dan Sehat, Wanita Wajib Tahu!
8 Cara Mengempeskan Jerawat Bengkak Dalam Semalam, Mudah Dilakukan!
5 Cara Mempercantik Diri Secara Alami untuk Mendapatkan Kulit Putih Bersinar
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/nlw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
