Alasan di Balik Dipertandingkannya AOV di Asian Games 2018, Penasaran?

Senin, 27 Agustus 2018 20:17 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Alasan di Balik Dipertandingkannya AOV di Asian Games 2018, Penasaran?
(c) KapanLagi

Kapanlagi Plus - Arena of Valor (AOV) merupakan mobile game bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) yang dikembangkan oleh Tencent dan dirilis oleh Garena. Mobile game yang dirilis sejak 2017 itu hingga sekarang sudah dimainkan di lebih dari 80 negara lho, KLovers!

Bahkan mobile game ini pun dipertandingkan di Asian Games 2018 dan masuk dalam salah satu cabang olahraga e-Sports dengan status ekshibisi. Artinya, medali Asian Games 2018 yang diperebutkan tidak akan dihitung.

Nah bagi kalian para gamers, mungkin penasaran mengapa AOV dipertandingkan di Asian Games 2018. Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Ritz Carlton pada Senin (27/8), dikupas tuntas mengenai e-Sports yang satu ini.

(c) KapanLagi(c) KapanLagi

Head of AOV Marketing Director, Fenfen You memberikan penjelasannya nih, KLovers. AOV masuk dalam e-Sports di Asian Games 2018 karena banyaknya pengguna aktif yang meningkat cepat dalam waktu yang singkat, serta memiliki ekosistem yang baik.

Kedua berdasarkan riset PricewaterhouseCoopers, Indonesia bisa mengalahkan Jerman dan menjadi ekonomi terbesar ke-5 di dunia pada 2030. "Fakta ini membuktikan bahwa AOV siap memberikan kontribusi yang kuat untuk masa depan Indonesia," jelas Fenfen You.

Ketiga adanya kesamaan e-Sports dengan jenis olahraga tradisional yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Taufik Hidayat, mantan atlet bulu tangkis Indonesia pun menyampaikan pendapatnya lho, KLovers seputar kesamaan e-Sports dengan olahraga tradisional.

(c) KapanLagi(c) KapanLagi

Secara fisik, atlet cenderung mempertahankan daya tahan tubuh (badan). Sementara e-Sports lebih mengandalkan ketahanan psikis, yaitu konsentrasi. Kesamaan lainnya, kedua jenis olahraga itu membutuhkan strategi.

"Jadi konsentrasi itu juga membutuhkan ketahanan daya tahan fisik yang perlu dijaga. Sementara strategi dibutuhkan untuk meraih kemenangan dalam pertandingan," jelas Taufik.

Dukungan Tencent Untuk AOV

AOV banyak diminati para gamers, bukan hanya karena memiliki banyak jenis hero. Salah satu lokal hero pertama Indonesia yang masuk dalam AOV adalah Wiro Sableng. Tapi juga karena memiliki kualitas grafik HD dan tampilan gambar terbaik yang menarik para gamers.

Tencent sebagai perusahaan terbesar di China dan dunia sekaligus pencipta AOV, ikut mendukung industri e-Sports di Indonesia untuk bangkit dan berkembang lebih pesat lagi.

Namun ada beberapa kendala yang dihadapi tentang industri e-Sports di Indonesia, mulai dari kurangnya fasilitas untuk mengembangkan bakat di bidang e-Sports, pengelolaan klub profesional yang kurang baik, hingga sistem turnamen yang kurang substansial.

(c) KapanLagi(c) KapanLagi

Tapi jangan khawatir KLovers, Tencent memberikan rencana dukungan pada AOV Indonesia. Seperti dijelaskan AOV Global Esports Director, Icy Liu, Tencent siap menghadikan beberapa program, yaitu AOV Four Nations Invitational Tournament, AOV Esports Academy, Caster Hunt, Online Training, Offline Face to Face Communication, serta More Exposure of Esports Club and Salary for Coach.

Dengan program ini, Tencent dan Garena berharap tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan technical level para pemain AOV, tapi juga meningkatkan awareness dan profit mereka di dunia eSports.

Oh ya ada lagi yang menarik nih KLovers seperti disampaikan oleh Head of AOV Indonesia Esports, Edwin. Bakal ada AOV Star League Season 2 yang hadir untuk seluruh Challengers di Indonesia dengan total hadiah yang jauh lebih besar.

"Prizepool sebesar Rp2,6 miliar dan tujuan memberikan hadiah dengan nilai yang lebih tinggi ini, dimaksudkan untuk menjadikan mata pencaharian tetap bagi para Challengers," jelas Edwin.

(kpl/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI