AMI Peduli, Bentuk Apresiasi untuk Para Musisi Senior

Jum'at, 02 Desember 2022 13:24
AMI Peduli, Bentuk Apresiasi untuk Para Musisi Senior
Dokumetasi Pribadi


Kapanlagi Plus - Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) kenalkan program barunya AMI Peduli sebagai bentuk apresiasi untuk para musisi senior. Hal ini karena kehidupan masa tua para musisi di Indonesia sering berbanding terbalik dari apa yang didapatkan saat masa berjaya. Selain itu yang menjadi perhatian adalah jaminan kesejahteraan yang kerap diabaikan, belum lagi peraturan royalti yang masih terus diperjuangkan.

Program AMI Peduli bekerjasama Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), bank BRI, dan Yayasan Anugerah Musik Indonesia ingin mengusahakan para musisi senior untuk mendapatkan pelayanan dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan dari keinginan AMI untuk memberikan pernghargaan para musisi senior yang sudah berjasa membangun, melestarikan dan memajukan musik Indonesia.

"Selama 25 tahun AMI berdiri, alhamdulilah sudah memberikan kontribusi kepada musisi. Kami juga ingin menjangkau seniman di balik latar yang sudah mendedikasikan hidupnya, ini penghargaan non piala," kata Candra Darusman selaku Ketua Umum Yayasan AMI, Rabu (30/11).

1. Untuk Musisi Senior

Candra Darusman juga menyebutkan jika untuk saat ini AMI Peduli diperuntukkan bagi 50 musisi senior yang tercatat pada kloter pertama. Nama-nama yang tercatat sebagai penerima bukan hanya mereka yang berkecimpung di ranah populer, tapi juga musisi-musisi yang aktif di musik tradisional.

"Ini untuk musisi senior dan musisi tradisi. Nama-nama yang diserahkan usianya di atas 65 tahun, ada Abadi Soesman, Jelly Tobing, Erwin Harahap. Ini adalah kelompok pertama, karena kita harus berjalan setapak. Visinya seluruh musisi bisa ter-cover. Diharapkan program ini bisa menular sehingga akhirnya bisa ter-cover semuanya,'" kata Candra Darusman.

Musisi yang dijangkau program AMI Peduli sekarang ini akan ter-cover dua program BPJS TK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Adapun Jaminan Kecelakaan Kerja yang merupakan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja saat bekerja.

Manfaat yang diberikan berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja, dimulai saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja samapai kembali ke rumahya atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Sementara, Jaminan Kematian (JKM) digunakan bagi ahli waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan Kerja atau Penyakit yang disebabkan kerja.

"Saya mengapresiasi dan mendukung, akan ikut mengawasi jalannya inisiatif ini dengan baik," ucap Dwiki Darmawan, selaku BoD AMI.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI