Arti Ekspektasi, Contoh dalam Keseharian Beserta Efek Positif dan Negatif

Minggu, 07 November 2021 11:33 Penulis: Anik Setiyaningrum
Arti Ekspektasi, Contoh dalam Keseharian Beserta Efek Positif  dan Negatif
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Arti ekspektasi adalah harapan, keinginan, atau cita-cita. Kemunculan ekspektasi dalam diri seseorang bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Dampak yang dihasilkan pun bisa juga berbeda.

Misalnya, ekspektasi seseorang tumbuh karena melihat pencapaian yang sudah dimiliki orang lain di media sosial. Emosi seseorang mudah terbawa oleh kebahagiaan orang lain. Namun, arti ekspektasi akan sia-sia jika hanya berhenti pada kata "ingin" saja.

Kalian perlu melakukan aksi nyata untuk mewujudkannya. Perlu kalian ketahui pula, bahwa ekspektasi tak sesuai realita belum tentu membawa keburukan. Agar lebih yakin dan siap mewujudkannya, kalian perlu menyimak penjelasan tentang arti ekspektasi berikut ini.

1. Arti Ekspektasi

Arti ekspektasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengharapan. Harapan merupakan hal yang wajar dimiliki oleh setiap orang dalam hidupnya. Terkadang, harapan tersebut yang menjadi kekuatan bagi seseorang untuk terus bekerja keras untuk membuatnya jadi nyata.

Meski begitu, ada saja orang-orang yang hanya memiliki ekspektasi besar, tapi tak melakukan usaha maksimal untuk mewujudkannya. Situasi seperti itulah yang kemudian mendorong munculnya istilah "ekspektasi tak sesuai realita". Tentu, banyak faktor yang membuat harapan gagal diwujudkan, tapi paling tidak kalian sudah pernah mencoba.

Arti ekspektasi sendiri pun bisa jadi bergeser gara-gara banyaknya keluhan mengenai ketidaksesuaiannya dengan realita. Ekspektasi menjadi sesuatu yang seolah sangat jauh dan tak bisa dicapai. Padahal, jika dilihat dari asal bahasanya, yaitu 'expectation' yang berarti 'menyangka' atau 'mengharapkan', tentu semua orang berhak melakukannya.

Jika merujuk pada pendapat lain, arti ekspektasi menurut Boeree (2005) adalah harapan kesenangan yang tidak konstan, yang timbul dari gagasan tentang sesuatu di masa mendatang. Adapun kesenangan tersebut ada yang diwujudkan dengan tindakan, namun juga ada yang tidak diwujudkan. Selanjutnya, menurut Fleming dan Levie (1981) ekspektasi adalah sebuah keinginan, cita-cita, maupun harapan terhadap suatu hal. Adapun keinginan tersebut akan diraih dengan tingkah laku serta tindakan yang nyata.

 

2. Contoh Ekspektasi dalam Kehidupan

Setelah menyimak arti ekspektasi di atas, mungkin sekarang kalian sedang menganalisis contoh ekspektasi dalam kehidupan yang kalian alami. Ya, banyak sekali contoh ekspektasi dan itu wajar saja karena manusia memang punya beragam hasrat untuk diwujudkan. Ekspektasi pun bisa lahir dari berbagai bidang, antara lain:

- Hubungan Antarmanusia

Contoh ekspektasi antarmanusia adalah kisah cinta antara satu orang dengan orang yang disukai. Dalam hati, dia ingin menjadikannya sebagai pasangan. Namun, dirinya sendiri pun sebenarnya tak pernah tahu apakah orang yang dicintainya akan benar-benar menjadi pasangannya di masa mendatang?

- Bidang Ekonomi

Contoh ekspektasi bidang ekonomi ini bisa kalian lihat dalam berbagai prediksi pertumbuhan produksi, jumlah pengangguran, dan inflasi di masa mendatang. Pemerintah biasanya memiliki target seperti itu, tapi hal itu pun belum tentu terealisasikan di masa mendatang.

Meski rencana sudah dibuat, akan sia-sia jika tak ditepati. Belum lagi jika ada faktor eksternal yang menghambat dan tak teratasi.

- Dunia Kerja

Contoh ekspektasi di dunia kerja bisa kalian temukan dalam hubungan antara karyawan dan perusahaan. Perusahaan tentu berharap dapat merekrut karyawan yang memiliki kualitas tinggi. Sementara karyawan, tentu juga berharap akan mendapat gaji yang besar.

Sayangnya, mereka tak akan benar-benar tahu ekspektasi kedua belah pihak akan tercapai atau tidak. Bisa saja hanya satu pihak yang berhasil mewujudkan ekspektasinya atau bahkan tak ada yang terwujud sama sekali.

3. Efek Positif dan Negatif Ekspektasi

Arti ekspektasi mungkin saja berbeda bagi setiap orang. Hal itu juga bisa menghasilkan dampak yang berbeda. Dampak yang mungkin terjadi sebab seseorang berekspektasi, antara lain:

- Sakit Hati

Ekspektasi dianggap sebagai sumber sakit hati. Tentu, ekspektasi yang dimaksud adalah yang tak sesuai dengan realita. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi karena bisa membawa dampak buruk pada kondisi psikologis.

Secara ekstrem, dampak ini bisa membuat seseorang depresi hingga bunuh diri. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengontrol diri agar bisa tetap bijak meski harus menghadapi kenyataan yang mengecewakan.

- Sumber Motivasi

Meski berpeluang mendatangkan kekecewaan yang mendalam, sebenarnya berekspektasi bukanlah sesuatu yang salah. Apalagi jika kalian mampu berkomitmen dengan rencana untuk mewujudkannya, justru hal tersebut akan berubah menjadi sumber motivasi. Kalian bisa memulainya dengan target yang tak terlalu tinggi, tapi terus naik secara perlahan.

Setiap kali muncul harapan, imbangi dengan aksi nyata untuk mewujudkannya, dan sekali lagi, tetap bersiap jika harus menerima kekecewaan di masa depan. Dampak positif tak selalu bersumber dari keberhasilan. Bahkan, kegagalan bisa memberi kekuatan asal kalian mampu melihat pelajaran di dalamnya.

- Pengelolaan Emosi

Pengelolaan emosi merupakan hal penting yang berkaitan dengan ekspektasi, entah itu akan terwujud di masa depan atau tidak. Pengelolaan emosi bisa kalian mulai dengan membiasakan diri untuk siap menerima kabar apa pun.

Jika kabar itu baik, kalian tak harus bersikap meledak-ledak untuk mengekspresikan kebahagiaan. Sebaliknya, jika itu kabar buruk, kalian juga tak perlu menjadi terlalu sedih apalagi hingga murung dalam waktu yang lama. Ini memang bukan hal mudah untuk dilakukan.

Namun, dengan menyadari bahwa hal ini bisa dikelola, sedikit banyak akan menjadi penentu dampak negatif atau positif yang akan kalian dapatkan.

KLovers, itulah penjelasan mengenai arti ekspektasi beserta contoh dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kalian pelajari.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI