Arti Taaruf: Pengertian, Manfaat, dan Tata Cara Perkenalan Sebelum Menikah

Sabtu, 20 November 2021 12:22
Arti Taaruf: Pengertian, Manfaat, dan Tata Cara Perkenalan Sebelum Menikah
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Menikah merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang sudah sepantasnya diikuti oleh umat Islam. Jika kalian merasa sudah siap dan memenuhi syarat untuk menikah, segera wujudkan pernikahan tersebut. Sebelum itu, kalian pun perlu mempersiapkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. Pada tahap awal, kalian perlu mengetahui arti taaruf terlebih dahulu.

Arti taaruf sendiri merupakan perkenalan. Secara spesifik, taaruf merupakan tahap saling mengenal antara laki-laki dan perempuan sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Bagi kalian yang merasa tertarik dengan seorang perempuan dan sudah memenuhi syarat untuk menikah maka lakukan taaruf.

Kalian pun perlu memiliki pengetahuan agar dapat menjalankannya sesuai syariat. Oleh karena itu, berikut ini terdapat informasi mengenai arti taaruf, manfaat, serta tata cara yang bisa kalian pelajari terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukannya.

1. Arti Taaruf

Arti taaruf dapat ditelusuri dari asal bahasa Arab, yakni ta'arafa - yata'arafu yang berarti saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan. Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti taaruf adalah perkenalan.

Pada praktiknya, taaruf dilakukan sebelum khitbah. Arti khitbah adalah meminang, melamar, atau menawarkan diri untuk menikah. Taaruf bisa disebut salah satu dari rangkaian proses yang penting untuk menuju sebuah pernikahan.

Dalam pertemuan dua calon mempelai dalam taaruf pun harus ditemani oleh orang lain, seperti orang tua atau saudara. Oleh karena itu, taaruf dianjurkan bahkan merupakan perintah Rasulullah SAW untuk calon mempelai saling mengenal untuk menuju ikatan suci pernikahan.

2. Manfaat Taaruf

Setelah mengetahui arti taaruf, kalian juga perlu tahu manfaat dari proses perkenalan secara islami ini. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kemaslahatan untuk kedua belah pihak, antara lain:

1. Dapat melihat keadaan fisik dari calon pasangan secara langsung. Seperti kecantikan yang ia miliki, suara dari calon pasangan, dan lain sebagainya. Melansir NU Online, terdapat keterangan dalam At-Tahdzib fi Adillati Matnil Gayah wat Taqrib yang berbunyi:

"Keempat (dari tujuh macam pandangan laki-laki terhadap perempuan) melihat untuk maksud menikahi. Diperbolehkan memandang muka dan telapak tangannya."

2. Dapat mengenal lebih jauh calon pasangan dari data-data yang diperoleh selama proses tanya jawab saat berta'aruf. Misalnya pendidikan, pekerjaan, jenis penyakit yang dimiliki, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya.

3. Meminimalisir terjadinya ketidakcocokan dengan calon pasangan di kemudian hari yang akhirnya berdampak pada Perceraian.

4. Bisa terhindar dari godaan syaitan karena dalam proses ta'aruf tidak dilakukan hanya dengan dua orang, tapi ada pihak lain yang menjadi pendamping dalam pertemuan tersebut. Hal tersebut sesuai dengan hadis berikut ini:

"Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya. (Muttafaq alaihi)"

3. Tata Cara Taaruf

Tak hanya mengetahui arti taaruf dan manfaatnya. Kalian pun perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai tata cara melakukannya. Oleh karena itu, berikut ini terdapat tata cara taaruf yang bisa kalian pahami.

1. Mendatangi Orang Tua Pihak Perempuan

Jika kalian seorang laki-laki yang tertarik dengan seorang perempuan, Islam sangat menganjurkan bagi kalian untuk mendatangi orangtua atau wali dari perempuan tersebut.

2. Menjalin Komunikasi

Setelah menemui orangtua, sampaikanlah niat kalian. Kemudian akan terjalin komunikasi antara kedua belah pihak. Kalian cukup saling bertanya tentang dirinya. Selain itu, kalian juga tak dianjurkan untuk sering bertemu.

3. Hindari untuk Berduaan (Khalwat)

Jika ingin bertemu, kalian harus mengajak orang tua atau teman dekat ke rumah perempuan tersebut. Meski sudah mendapat restu, kalian tak boleh mengajaknya pergi atau jalan-jalan sesuka hati.

4. Menundukkan Pandangan

Ketika bertemu, kalian harus tetap punya adab, salah satunya, yaitu menundukkan pandangan. Perintah ini pun sudah dijalankan setiap saat, termasuk saat kalian bertemu dalam situasi taaruf. Allah SWT berfirman:

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'" (QS. An-Nur (24) : 30).

5. Sholat Istikharoh

Sholat istikharoh perlu kalian lakukan untuk memohon jawaban yang terbaik dari Allah SWT. Setelah bertemu dan mendapat informasi yang cukup mengenai calon mempelai, hindari timbulnya kecenderungan tertentu pada calon tersebut. Kalian harus meluruskan niat bahwa pernikahan punya tujuan kemaslahatan.

6. Tentukan Waktu Khitbah (Lamaran)

Setelah melakukan taaruf, kalian tak boleh mengulur waktu terlalu lama untuk melakukan lamaran. Jika sudah memutuskan untuk taaruf, berarti kalian sudah siap untuk menikah. Segera lakukan lamaran untuk menentukan hari pernikahan.

7. Akad

Jika semua proses taaruf berjalan dengan lancar dan lamaran diterima, siapkan hari untuk menikah.

Nah, itulah penjelasan mengenai arti taaruf, manfaat, dan tata cara yang perlu ditempuh sebelum memasuki jenjang pernikahan.

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI