Ayah Rela Stop Pengobatan Demi Kemoterapi Putrinya
Sun Ying dan ayahnya sama-sama penderita kanker ©KapanLagi.com/Asiaone
Kapanlagi.com - Kabar mengharukan ini datang dari China. Kisah seorang ayah dan putrinya yang sama-sama mengidap kanker ini ramai di jagad maya.
Dikutip dari Asia One, pada 10 Maret lalu, seorang warga net bernama Lianhe Wanbao membagikan kisah Sun Ying. Gadis berusia 21 tahun yang berkuliah di Henan Normal University didiagnosis mengidap limfoma pada 2015. Di tahun sebelumnya Sang Ayah juga didiagnosis menderita kanker paru-paru yang sudah menjalani terapi pengobatan beberapa kali.
Merasa tidak ada yang bisa dilakukan sang ayah untuk membantu putrinya. Akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan terapi kankernya agar bisa membiayai operasi transplantasi sel stem untuk putrinya. Hingga lambat laun kanker yang menjalarinya semakin parah, akhirnya di tahun 2015 sang ayah akhirnya meninggal dunia.
Advertisement
nextshark.com
1. Jalani Pengobatan
Banyak temannya yang tidak tahu mengenai pengobatan yang dilakukan oleh Sun Ying. Pasalnya, selama menjalani sesi kemoterapi dan radioterapi sejak 2015 hingga 2018, ia sama sekali tidak pernah meninggalkan perkuliahan. Tercatat Sun Ying sudah melakukan 30 kali kemoterapi dan 20 kali radioterapi yang ia jalani setiap akhir pekan,
Teman-temannya hanya tahu jika Sun sering menjalani operasi dan sering terlihat tidak sehat selama di sekolah. Namun, meski ia sendang sakit dan harus sering menjalani pengobatan, ia adalah mahasiswi yang berprestasi.
Meski pendidikannya cemerlang, nyatanya ini berbanding terbalik dengan riwayat kesehatannya. Sun Ying tumbuh dengan berat badan tubuh hanya 45 kilogram, hal ini karena pengobatan yang ia jalani membuatnya harus kehilangan banyak berat badan.
Penyakitnya juga kambuh tiga kali dalam kurun waktu tiga tahun. Ia pun sempat hampir menyerah melihat kondisinya hanya bisa terbaring lemas selama lima bulan dengan demam mencapai 40 derajat.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Tak Ingin Menyerah
Kondisi yang dialami Sun Ying saat itu menjadi penyebab dosen dan teman-temanya akhirnya mengetahui jika Sun menderita penyakit kanker. Akhirnya beberapa teman dan dosen tergerak untuk mengumpulkan sumbangan lebih dari 100 ribu Yuan atau setara dengan Rp21 juta untuk pengobatan Sun Ying.
Perhatian dari teman dan dosennya ini menjadi penyemangat untuk Sun agar bisa sembuh. Ia tidak akan menyerah melawan penyakitnya itu.
"Setelah melihat upaya orang-orang untuk membantu saya, saya tidak ingin menyerah. Bahkan jika saya mati, saya tidak ingin meninggalkan ibu sendirian," kata Sun Ying.
Perjuangan Sun Ying melawan kanker ia tuangkan melalui hobi menggambarnya. Lewat gambarannya tersebut ia mendokumentasikan semua perjuangannya saat melawan kanker sebagai penyintas kanker.
Di bukunya ia tuangkan semua kisahnya dalam gambar-gambar lucu yang menceritakan detail peristiwa yang ia alami. Sun Ying berharap nantinya catatan komik yang ia buat bisa jadi penyemangat bagi para penderita kanker lainnya. Kemudian oleh pihak Henan Normal University, buku harian itu mereka sebarkan melalui akun sosial media mereka.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/dim)
Advertisement