Beiersdorf Indonesia Perluas Pabrik Malang, Targetkan Posisi Nomor Satu
Beiersdorf Indonesia perluas pabrik/Kapanlagi.com/Febi Anindya Kirana
Kapanlagi.com - Beiersdorf Indonesia meresmikan ekspansi pusat produksinya di Malang, Jawa Timur. Langkah ini menandai fase pertumbuhan baru, dengan peningkatan kapasitas produksi, adopsi teknologi mutakhir, dan penguatan praktik berkelanjutan di fasilitas tersebut.
"Kami bertekad membuat pandangan ke depan dengan pesan bahwa kami ingin menjadi nomor satu dan kami ingin tetap menjadi nomor satu baik untuk NIVEA maupun Hansaplast. NIVEA sendiri sebenarnya adalah merek yang jauh lebih besar dibandingkan apa yang kami jual saat ini di Indonesia, jadi kami ingin terus memperluas dan mengembangkan merek ini," ujar Vincent Warnery.
Peresmian ekspansi ditandai pemotongan pita oleh CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery, President Director Beiersdorf Indonesia Sawan Malik, Production Director Beiersdorf Indonesia Abhishek Badodekar, dan Member of the Executive Board Emerging Markets Beiersdorf AG Ramon A. Mirt. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, turut hadir dalam acara tersebut.
Advertisement
1. Detail Ekspansi dan Skala Investasi
Investasi ekspansi mencapai 52,8 juta euro. Dana ini digunakan untuk perluasan bangunan, penambahan kapasitas pencampuran, penerapan sistem dosis bahan baku otomatis, serta teknologi pengisian dan pengemasan berkecepatan tinggi.
Peningkatan juga mencakup investasi pada sistem energi dan utilitas. Upaya ini selaras dengan dorongan perusahaan untuk memperkuat kinerja keberlanjutan di area operasional pabrik.
Secara bersamaan, ekspansi memperkuat kapabilitas manufaktur Beiersdorf di Indonesia, termasuk kemajuan pada otomasi dan digitalisasi lini produksi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
2. Peran Pabrik Malang untuk Pasar Lokal dan ASEAN
Pusat produksi di Malang berperan sebagai unit pasokan utama bagi bisnis Beiersdorf di Indonesia. Fasilitas ini memasok lebih dari 90 persen kebutuhan pasar lokal, sehingga menjadi tulang punggung ketersediaan produk untuk konsumen di dalam negeri.
Selain memperkuat pasokan domestik, pabrik Malang merupakan satu-satunya fasilitas Beiersdorf yang memproduksi produk Hansaplast di negara-negara Emerging Markets. Peran ini krusial dalam mendukung bisnis Healthcare perusahaan di kawasan tersebut.
Dengan kapasitas dan teknologi yang ditingkatkan, ekspansi membuka peluang bagi fasilitas di Malang untuk melayani pasar-pasar di kawasan ASEAN di masa mendatang, seiring penguatan jaringan pasokan regional.
3. Visi Beiersdorf Indonesia di Industri Skincare
Di sela peresmian, CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery membagikan pandangan mengenai arah industri manufaktur dan perawatan kulit di Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, berikut peran yang ingin dijalankan perusahaan.
Ia menekankan keinginan perusahaan agar setiap konsumen Indonesia memiliki kesempatan mencoba produk deodoran, perawatan tubuh, maupun lini lainnya. Beiersdorf juga melihat ruang untuk memperluas portofolio produk di masa depan.
"Yang jelas, kami sangat tertarik dengan fakta bahwa Indonesia bukan hanya negara besar, tetapi juga negara dengan kebutuhan konsumen yang sangat spesifik. Ini bukan sesuatu yang bisa kami copy-paste dari apa yang kami lakukan di negara lain. Kami harus belajar, mendengarkan konsumen Indonesia, memperhatikan kompetisi lokal, dan mencoba menghadirkan produk yang memadukan keahlian global dengan pemahaman lokal terhadap konsumen," jelasnya.
Warnery menambahkan bahwa tantangan di pasar Indonesia mendorong semangat perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis di tanah air.
"Ini sangat menarik bagi kami, bukan hanya dari sisi potensi bisnis, tetapi juga dari sisi kemampuan kami mengembangkan produk yang tepat untuk masyarakat yang tinggal di negara ini. Jadi sangat menarik, sangat kompetitif, sangat menantang, tetapi kami sudah melakukan ini selama lebih dari 40 tahun, dan kami akan terus melanjutkannya," pungkasnya.
(kpl/fbi)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila Nurwanti Sebut April Sebagai Pesaing Terberat di D'Academy
