Belum Sah ke Banjarmasin Kalau Nggak Mampir ke Pasar Terapung Lok Baintan

Senin, 12 Agustus 2019 14:25 Penulis: Wuri Anggarini
Belum Sah ke Banjarmasin Kalau Nggak Mampir ke Pasar Terapung Lok Baintan
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Bicara soal destinasi traveling, Kalimantan punya daya tarik yang nggak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Keindahan alamnya sudah bisa dipastikan juara. Banyak hidden gems yang bisa diburu selama berwisata di sana. Kalau mau merasakan kearifan lokal dari dekat juga bisa. Salah satu cara unik yang bisa dicoba adalah mampir ke Pasar Terapung Lok Baintan. Apa sih keunikannya?

Pasar terapung yang satu ini berada di atas Sungai Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Daya tariknya adalah sensasi belanja di atas perahu yang beda. Saking uniknya, pasar ini jadi salah satu yang paling populer. Bahkan kamu belum sah traveling di Banjarmasin kalau nggak mampir ke Pasar Terapung Lok Baintan.

Keunikan ini juga yang menarik perhatian Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Pada kunjungan kerja di Kalsel, Senin (12/8), Mempar Arief menyempatkan diri mengunjungi destinasi tersebut. Menpar dan rombongan pun turut membeli jajanan pasar, ikan asin, buah-buahan, serta souvenir dari para pedagang lokal.

"Sebagai atraksi, pasar apung ini sangat unik, semua transaksi dilakukan di atas air mengalir, di atas sungai. Dan ibu ibu pun heboh dengan jajanan pasar, ikan asin, buah-buahan, serta souvenir dari para pedagang lokal yang cara berjual belinya juga unik, di atas perahu. Ini keren," kata Menpar Arief saat berada di Pasar Lok Baintan.

Yang hobby fotografi, Pasar Lok Baintan menjadi destinasi yang pas berburu konten yang keren. Betapa tidak deretan perahu pedagang atau jukung dengan berbagai dagangannya menjadi sebuah pemandangan yang mengasyikkan.

palagi sebagian besar perahu pedagang di pasar ini bisa dinaiki pengunjung. Syaratnya penumpang berkenan mengikuti arah pedagang berkeliling menjajakan dagangannya.

Tak salah jika ada anggapan bahwa jika kita ingin mengetahui kepribadian suatu tempat, berkunjunglah ke pasarnya. Lok Baintan telah menjawabnya dengan geliat budaya dan kekayaan tradisional lewat pasar terapungnya. Sangat berwarna, berisik akan tetapi sangat menyenangkan.

Sebuah atraksi maupun pengalaman yang menarik untuk para pelancong. Riuh rendah teriakan penjual menjajakan dagangannya sayup terdengar makin hilang, seiring naiknya matahari pertanda hari beringsut siang. Transaksi di pasar terapung segera usai.

"Yang lebih menarik, wisatawan seperti tak pernah kehabisan atraksi di pasar apung Lok Baintan. Bahkan sarapan pun bisa dilakukan di atas perahu. Ini tentu menjadi pengalaman yang menarik dan otentik," kata Mantan Dirut Telkom itu.

Sejarah panjang memang menyertai pasar apung ini. Pasar ini sudah berjalan sejak zaman Kesultanan Banjar hingga sekarang. Keberadaannya dicatat Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan dan menetapkan karya budaya daerah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

"Di Martapura ini autentik, turun temurun, sebagai budaya lokal yang sudah berlangsung lama. Karena itu, ini bisa menjadi kekuatan Kalsel, untuk menata agar destinasinya semakin baik," pungkas Menpar.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI