Berani, 2 Martir Bom Gereja Ini Rela Korbankan Diri Demi Nyawa Banyak Orang

Senin, 14 Mei 2018 11:57 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Berani, 2 Martir Bom Gereja Ini Rela Korbankan Diri Demi Nyawa Banyak Orang
Suasana rumah duka mendiang martir Aloysius Bayu (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Kapanlagi Plus - Entah apa yang ada di pikiran oknum pelaku bom Surabaya kemarin, Minggu (13/5). 3 gereja sebagai tempat ibadah saja yang disasar. Belasan nyawa tak bersalah jatuh karena aksi keji ini.

Dilansir dari Liputan6.com, tercatat sejumlah 14 orang korban jatuh pada kejadian ini. Mungkin akan lebih banyak jika tak ada sosok martir heroik yang satu ini. Dialah Aloysius Bayu Rendra Wardhana.

Puing-puing terlihat di halaman Gereja Santa Maria pascaledakan bom, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria. (AP/Trisnadi)Puing-puing terlihat di halaman Gereja Santa Maria pascaledakan bom, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria. (AP/Trisnadi)

1. Aloysius Bayu Rendra Wardhana

Baru saja kemarin kejadian ini terjadi. Sungguh melekat di ingatan kita bagaimana mendiang yang akrab disapa Bayu ini mengorbankan dirinya demi nyawa banyak orang. Bayu meninggal sebagai seorang pahlawan.

Sedikit flash back, sosok Bayu lahir di Kota Surabaya, 20 Juni 1980. Bayu merupakan alumnus Universitas Dharma Cendika, jurusan hukum. Sampai sebelum meninggal dunia ia berprofesi sebagai wedding photographer dan juga driver online.

Bayu juga diketahui mengabdikan dirinya sebagai relawan keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Surabaya. Pada saat kejadian, Bayu sedang berada di sekitar gerbang masuk gereja bersama petugas kepolisian. Di sanalah kejadian tak terduga ini terjadi.

Suasana rumah duka mendiang martir Aloysius Bayu (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)Suasana rumah duka mendiang martir Aloysius Bayu (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Sebuah motor melaju memasuki gerbang gereja, meledak. Bayu yang secara reflek menghadangkan tubuhnya ke arah sepeda motor yang datang ini meninggal dunia. Tubuhnya hancur.

"Entah apa yang akan terjaid bila Bayu tidak berada di sekitaran gerbang itu. Kemungkinan besar, korban akan jauh lebih banyak. Itu adalah jasa besar Bayu," ujar Joko Triyono, salah satu warga yang juga tetangga korban.

Benar saja, demi menyelamatkan lebih banyak nyawa, Bayu mengorbankan nyawanya sendiri. Kini ia meninggalkan keluarga kecilnya. 2 anak dan seorang istri, sendiri.

Terkait tindakan berani martir Bayu, marilah kembali ke beberapa yang lalu. Selain Bayu ada seorang martir lain yang rela mengorbankan dirinya demi nyawa banyak orang. Ini dia sosoknya.

2. Riyanto

Tahun 2000, nama Riyanto menjadi bahan perbincangan publik. Bagaimana tidak, Riyanto tercatat sebagai seorang legenda. Riyanto meninggal dunia ketika mengamankan sebuah gereja.

Gereja tersebut berada di Mojokerto. Tepatnya Gereja Eben Haezer. Saat itu merupakan malam natal, tanggal 24 Desember 2000. Riyanto dan 3 rekannya ditugaskan untuk mengamankan gereja tersebut.

Ibadah malam Natal dimulai dengan khusuk. Namun suasana khikmat ini berubah ketika seorang jemaat menaruh curiga pada sebuah bingkisan. Dimana bingkisan tersebut tergeletak di depan pintu masuk gereja.

Riyanto, anggota banser yang gugur saat menjaga gereja di Malam Natal (Liputan6.com / Dian Kurniawan)Riyanto, anggota banser yang gugur saat menjaga gereja di Malam Natal (Liputan6.com / Dian Kurniawan)

Menindaklanjuti kecurigaan ini para anggota Banser, petugas keamanan gereja dan juga polisi melakukan aksi pengamanan. Riyanto maju di garis depan. Membuka bingkisan yang dibalut dalam tas hitam. Kabel tampak menjulur. Percikan api muncul. "Tiarap!" teriak Riyanto.

Dengan cekatan Riyanto membuang benda yang ditengarai sebagai bom itu ke luar gereja. Mendarat di tempat sampah namun terpental. Untuk menjaga pada jemaat dan nyawa banyak orang di sekitar gereja Riyanto kembali mendekati bom tersebut untuk membuangnya lebih jauh. Tak keburu, bom meledak.

Sebuah pagar tembok yang berada di seberang gereja roboh. Kaca lemari dan etalase Studio Kartini yang berada tepat di depan gereja pun hancur berkeping-keping. 3 jam kemudian sisa-sisa tubuh Riyanto ditemukan. Tepat di bagian utara gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan itu terjadi. Mengenaskan. Riyanto dipastikan meninggal dunia di tempat, saat itu juga.

Mengenang jasa Riyanto, namanya dijadikan sebagai nama jalan. Tepatnya di daerah Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sebuah gapura besar nan megah pun dibangun di sana, di Jalan Riyanto.

Tetaplah berhati-hati, KLovers. Saling menjaga. Keep save!

(credit video : Vidio.com Liputan6.com)

(kpl/lip/ren)



MORE STORIES




REKOMENDASI