Berbagai 'Miss' Kontes Kecantikan Dunia, Apa Sih Bedanya?

Rabu, 15 November 2017 15:20 Penulis: Mita Anandayu
Berbagai 'Miss' Kontes Kecantikan Dunia, Apa Sih Bedanya?
Kontes Kecantikan Dunia © Istimewa

Kapanlagi Plus - Kemenangan Kevin Lilliana di Ajang Miss International 2017 kembali mengharumkan nama Indonesia dalam kontes kecantikan karena ini merupakan pertama kalinya Indonesia meraih gelar Miss International.

Karina Nadila, runner up 2 Puteri Indonesia 2017 juga akan memamerkan kostum nasional bertajuk Lembuswana: The Apparatus of The King yang merupakan hasil kreasi Jember Fashion Carnival untuk ajang Miss Supranational 2017.

Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha juga akan bersaing di ajang Miss Universe yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Kostum Warrior of Orangutan akan jadi kostum Indonesia di kontes kecantikan tersebut.

Kevin Lilliana meraih gelar sebagai Miss International 2017 © instagram.com/kevinllnKevin Lilliana meraih gelar sebagai Miss International 2017 © instagram.com/kevinlln

Mulai dari Miss Universe, Miss World, Miss Supranational, Miss International, dan masih banyak lagi kontes kecantikan yang bikin kita susah membedakan. Mungkin di mata orang awam, kontes kecantikan semacam ini tidak ada bedanya, apalagi semua beauty pageant diawali dengan kata 'Miss' yang makin membuat kita jadi susah untuk tahu letak perbedaannya.

Perlu diketahui, sebelum bisa masuk sebagai kontestan di ajang kecantikan dunia, delegasi masing-masing harus memenangkan gelar nasional di negaranya atau menjadi perwakilan khusus yang ditunjuk oleh pemegang lisensi di setiap ajang kecantikan tersebut di negara masing-masing.

Namun, tahukah kamu kalau kontes kecantikan ini sebenarnya berbeda. Mulai dari pendiri, visi dan misi, bahkan penghargaan-penghargaan khusus yang diberikan juga berbeda.

Sebelumnya, kamu harus tahu dulu bahwa ada tiga nama kontes kecantikan yang menyandang gelar sebagai yang terbesar di dunia, yaitu Miss World, Miss Universe, dan Miss International. Apakah ketiga kontes kecantikan ini sama? Tentu saja berbeda!

Miss World

Diprakarsai oleh Eric Morley di tahun 1951, seiring berjalannya waktu, Miss World menjadi salah satu kontes kecantikan terbesar dan tentu saja paling dikenal oleh masyarakat umum.

Kontes kecantikan yang diadakan pertama kali di Inggris ini awalnya merupakan festival kontes bikini yang bertujuan untuk menghormati pakaian renang yang baru pertama kali diperkenalkan saat itu, namun di kemudian hari Morley memutuskan untuk membuat kontes ini menjadi acara tahunan. Hingga akhirnya di tahun 1980, kontes ini memiliki slogan Beauty with a Purpose serta ditambah dengan tes intelegensi dan kepribadian. Dimana slogan ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan pundi-pundi untuk amal di seluruh dunia yang merupakan tujuan awal kontes ini melalui organisasi amal Miss World.

Miss World 2016, Stephanie Del Valle Š instagram.com/missworldMiss World 2016, Stephanie Del Valle Š instagram.com/missworld

Ajang kontes kecantikan tentu saja tidak lepas dari mahkota yang disematkan untuk sang juara. Bagi Miss World sendiri, ajang ini telah menggunakan sebelas mahkota. Tercatat Susana Duijm dari Venezuela merupakan Miss World pertama yang mendapatkan mahkotanya di tahun 1955. Ditiap tahunnya mahkota Miss World yang baru pun diperkenalkan ke publik. Tercatat, mahkota di tahun 1979-lah yang menjadi mahkota paling ikonik yang diberinama mahkota biru karena warna dan fitur batu pirus pada mahkota tersebut. Mahkota ini identik dengan slogan kontes 'Beauty with a Purpose'.

Selain gelas Miss World, penghargaan lain yang diberikan antara lain Best National Costume, Miss Personality, Miss Photogenic, dan Miss World Talent. Pemegang gelar Miss World saat ini adalah Stephanie Del Valle yang berasal dari Puerto Riko.

Miss Universe

Miss Universe berawal dari acara Pacific Mills yang mempromosikan produk pakaian renang Catalina pada 1952 dan dijuarai oleh Armi Kuusela dari Finlandia. Namun di tahun 1996, Donald Trump membeli Miss Universe, Inc yang kemudian diubah namanya menjadi Miss Universe Organization. Setelah 20 tahun, Donald Trump menjual seluruh perusahaan kepada WME/IMG.

Tentu berbeda dengan Miss World, Confidently Beautiful (Cantik Dengan Penuh Percaya Diri) merupakan slogan dari Miss Universe yang berharap perempuan dunia bisa mengembangkan kepercayaan diri mereka untuk bisa menunjukkan kepribadian terbaiknya. Kepercayaan diri perempuan bisa mengubah menjadi sesuatu yang nyata, mulai dari komunitasnya hingga ke publik secara global. Kontes ini pun juga mengharapkan perempuan dunia mendapatkan zona nyamannya, menjadi diri sendiri dan mendapatkan arti cantik dengan penuh percaya diri.

Miss Universe telah menggunakan sembilan mahkota sejak tahun 1952. Dimana untuk mahkota yang terakhir ini terinspirasi dari gedung pencakar langit di New York, Amerika Serikat. Meski berbeda, namun setiap tahunnya ada penghargaan khusus yang diberikan untuk para kontestan, diantaranya Miss Congeniality, Best National Costume, dan Miss Photohenic. Indonesia sendiri telah mengirimkan 21 wakilnya di ajang ini sejak tahun 1974.

Mahkota Miss Universe saat ini © instagram.com/missuniverseMahkota Miss Universe saat ini © instagram.com/missuniverse

Miss International

Meski selalu disebut sebagai Festival Kecantikan dan Olimpiade Kecantikan, ajang ini tidak hanya didasarkan pada penampilan. Miss International yang merupakan terbesar ketiga setelah Miss World dan Miss Universe ini diharapkan mampu bertindak sebagai Duta Besar Perdamaian dan Kecantikan, menunjukkan kelembutan, intelijensi, kecantikan, persahabatan, kemampuan bertindak dan memiliki sensibilitas internasional yang besar.

Awalnya kontes yang berpusat di Tokyo, Jepang ini diselenggarakan di Long Beach, California pada tahun 1960. Namun, berpindah ke Jepang di tahun 1968-1970. Setelah itu berpindah-pindah ke Beijing, China, hingga akhirnya kembali lagi ke Jepang sejak tahun 2012.

Miss International memiliki badan amal yang berdonasi untuk anak-anak kurang mampu di seluruh dunia melalui Unicef dan badan amal lainnya. Selain itu, aktivitas Green Campaign yang setiap tahunnya menanam pohon untuk menjaga alam.

Sejak tahun 70an hingga 90an, Miss International menggunakan mahkota yang sama dengan warna dominan merah, putih, dan emas. Kemudian mereka mengubah desain mahkota di tahun 2000 hingga akhirnya kembali dengan desain yang sama di tahun 2015 hingga saat ini yang dikenakan oleh Kevin Lillana yang menyandang gelar sebagai Miss International 2017.

Miss Earth

Kontes ini sedikit cukup berbeda dengan kontes kecantikan yang lain, dimana kontes ini lebih menitikberatkan untuk mempromosikan kepedulian dan kepekaan terhadap masalah lingkungan. Meski begitu, kontes yang dibentuk tahun 2001 ini menjadi salah satu kontes kecantikan internasional dengan slogan Beauties for a Cause.

Bagi sang juara kontes yang berpusat di Filipina ini, harus menghabiskan satu tahun masa jabatannya untuk mempromosikan proyek spesifik dan membahas isu-isu tentang lingkungan serta isu-isu global lainnya.

Mahkota Miss Earth © missearth.tvMahkota Miss Earth © missearth.tv

Mahkota Miss Earth yang terbaru dipamerkan ke publik di tahun 2009. Berdesain batu permata serta terbuat dari 100% daur ulang emas 14K dan perak. Pada bagian tengahnya terdapat bunga sebagai simbol kebahagiaan dan berkembangnya bumi.

Miss Supranational

Sudah 8 tahun semenjak Miss Supranational pertama kali digelar. Kontes kecantikan ini diprakarsai oleh World Beauty Association dan berkantor pusat di Panama. Memiliki slogan Glamour, Fashion dan Natural Beauty, kontes Miss Supranational lebih memfokuskan kepada kecantikan yang natural serta keanggunan.

Mahkota yang disematkan untuk kontes kecantikan yang diikuti oleh 80 kompetitor ini memiliki warna dominan perak dengan batu berlian berwarna biru.

Miss Grand International

Selain Miss International, ada juga Miss Grand International nih. Kalau kontes kecantikan yang satu ini berpusat di Bangkok, Thailand.

Kontes kecantikan ini masih dibilang kontes termuda dibandingan yang kontes kecantikan lain, yaitu pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 serta memiliki tujuan untuk ikut serta menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan, tentu saja dengan slogannya Stop The War and Violence.

Miss Grand International © instagram.com/missgrandinternationalMiss Grand International © instagram.com/missgrandinternational

Gelar Miss Grand International saat ini dipegang oleh Ariska Putri Pertiwi dari Indonesia yang menjadikan ia sebagai wanita Asia pertama yang mendapat gelar tersebut.

Mahkota yang digunakan juga berubah sebanyak dua kali semenjak diselenggarakan, yaitu tahun 2013 hingga 2015, kemudian mahkota yang digunakan saat ini mulai dipamerkan ke publik tahun 2016.

Inilah mahkota Miss Grand International © instagram.com/missgrandinternationalInilah mahkota Miss Grand International © instagram.com/missgrandinternational

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang giat berpartisipasi di kontes kecantikan. Sejak tahun 1960, putri-putri terbaik Indonesia dikirim untuk mengikuti Miss Asia Quest, Miss Charming International, Miss International, Miss World, ataupun Miss Universe. 

Kamu harus tahu juga nih, untuk kontestan yang dikirim ke masing-masing kontes kecantikan tersebut ternyata juga dari kontes yang berbeda lho. Untuk ajang Miss Universe adalah pemenang dari Putri Indonesia. Apakah kontestan yang dikirim ke ajang Miss World berbeda? Jawabannya, yap! Pemenang Miss Indonesia-lah yang akan dikirim ke ajang tersebut. Sedangkan Miss Indonesia Earth akan dikirim untuk mengikuti ajang Miss Earth Dunia.

Sama halnya dengan Miss Universe, Puteri Indonesia akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational. Namun, runner up 2 yang akan maju sebagai perwakilan Indonesia. Sedangkan runner up 3 Puteri Indonesia akan mewakili Miss Grand International.

So, sudah tahu kan bedanya ajang kecantikan dunia ini. Tentu yang paling penting, mereka memiliki visi dan misi yang berbeda. Ada yang punya cita-cita untuk ikut di ajang kecantikan dunia?

(kpl/mit)

Editor:

Mita Anandayu



MORE STORIES




REKOMENDASI