Berburu Spageti Batak, Kuliner Unik Khas Balige

Minggu, 14 Juli 2019 09:24 Penulis: Wuri Anggarini
Berburu Spageti Batak, Kuliner Unik Khas Balige
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Apa sih yang bikin traveling terasa makin seru? Selain pengalaman mengunjungi beragam destinasi yang memikat, mencicipi kelezatan kuliner yang khas juga nggak boleh terlewat. Nggak jarang sensasi memanjakan lidah ini yang sering bikin kangen dan ingin balik lagi ke destinasi tersebut.

Kalau kebetulan lagi berwisata ke Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, jangan lupa untuk berburu Spageti Batak di sana. Eh, apa itu? Jadi, kuliner yang satu ini ternyata adalah Mie Gomak yang merupakan masakan khas di daerah tersebut. Disebut Spageti Batak karena bentuk mienya mirip dengan spageti dari Italia. Bahkan, Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Kementerian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda, menyatakan kalau jangan mengaku pernah ke Balige kalau belum pernah makan Mie Gomak.

Salah satu penjual Mie Gomak yang paling nikmat, berada di Pasar Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Namanya Mie Gomak Ma'Renni. Tempat ini menjadi lokasi kuliner favorit Lokot Ahmad Enda.

“Siapa pun yang datang ke Balige tapi belum mencoba Mie Gomak, saya anggap belum sampai di Balige. Karena masakannya sangat khas. Saya selalu menyempatkan diri makan Mi Gomak Ma'Renni setiap datang ke Balige,” tutur Lokot, Jumat (12/7). Atau usai Workshop Wisata Belanja dan Kuliner di Hotel Esther, Siborong-borong, Tapanuli Utara.

Menurutnya, Mie Gomak Ma'Renni sangat tradisional. Baik dari teknik pembuatan maupun penyajian. Tapi Lokot menjamin kuliner ini higienis.

“Mie Gomak itu ciri khasnya disediakan dengan tangan. Tapi di Ma'Renni pedagangnya sudah menggunakan sarung tangan plastik. Jadi dijamin kebersihannya,” papar Lokot.

Ada dua varian rasa Mie Gomak di warung kecil milik Ma'Renni. Ada Mie Gomak goreng dan kuah. Tempat ini juga menyediakan berbagai gorengan sebagai teman menyantap Moe Gomak.

Lokot memiliki cerita sendiri mengenai warung Mie Gomak Ma'Renni. “Pernah pas saya datang warungnya masih tutup. Karena benar-benar ingin, saya tunggu dia sampai buka. Akhirnya sekalian saya lihat proses mereka membuat sampai menghidangkan. Sangat tradisional,” paparnya.

Kasubbid Destinasi Area IB Kemenpar Andhy Marpaung, menjelaskan mengenai resep kenikmatan Mie Gomak.

“Untuk membuat Mie Gomak, air yang dipakai buat merebus mie tidak dibuang. Tapi digunakan lagi buat seduhan mie rebus. Jadi rasanya sudah menyampur. Akan lebih enak lagi kalau dicampur dengan bumbu dari tanah Batak yakni andaliman,” tutur Andhy yang juga penggemar Mie Gomak Ma'Renni.

Dijelaskannya, Warung Mie Gomak di Pasar Tradisional Balige tidak pernah sepi pembeli. Meski posisinya di dalam pasar, warung ini sudah memiliki pelanggan setia.

“Salah satu Mie Gomak yang paling enak ada di Pasar Balige ini, Ma'Renni. Pelanggannya banyak, dan tidak pernah sepi,” tuturnya.

Kabid Pengembangan Destinasi Area I Kemenpar Wijanarko berharap Mie Gomak bisa ditampilkan menjadi salah satu kuliner di Tanah Batak. Khususnya, sekitar Danau Toba.

“Mie Gomak sangat otentik. Sangat khas. Ke depan, Mie Gomak harus dikemas, agar bisa sampai ke wisatawan khususnya, wisatawan mancanegara,” harapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, sebuah daerah harus bisa mengangkat semua potensi. Termasuk kuliner.

“Mie Gomak sangat khas sekali. Identik dengan kawasan sekitar Danau Toba. Kuliner ini harus mendapat perhatian agar bisa dikemas dengan lebih baik. Dan bisa menjadi menu andalan saat wisatawan mancanegara datang. Karena, salah satu hal yang diburu wisatawan di destinasi adalah kuliner. Dan saya yakin Mie Gomak bisa diterima wisman,” kata mantan Dirut PT Telkom itu.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI