Berlangsung Hangat Penuh Makna, 250 Jemaat Hadiri Paskah Subuh di TMP Kalibata

Berlangsung Hangat Penuh Makna, 250 Jemaat Hadiri Paskah Subuh di TMP Kalibata
Paskah Subuh © Istimewa

Kapanlagi.com - Paskah subuh di Taman Makam Pahlawan Kalibata menjadi salah satu momen yang menarik perhatian publik. Sebanyak 250 jemaat hadir sejak pukul 04.30 WIB untuk mengikuti ibadah yang dimulai pukul 05.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 06.30 WIB. Acara ini tersusun dengan rapi dan berjalan khidmat sejak awal hingga akhir.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi yang kuat bagi para peserta. Kehadiran berbagai elemen masyarakat membuat suasana terasa lebih hidup, hangat, dan penuh kebersamaan. Tradisi ini juga menjadi bagian penting yang terus dijaga oleh Generasi Penerus Keluarga Pahlawan dari tahun ke tahun.

Ibadah dimulai dengan pujian dari Kidung Jemaat yang membawa jemaat masuk ke dalam suasana teduh. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan liturgi, doa, serta pembacaan firman yang memperkuat makna kebangkitan Kristus.

1. Hidup Baru

Fragmen pertobatan menjadi salah satu bagian yang menonjol karena menyampaikan pesan secara visual dan emosional. Pesan Paskah serta khotbah menekankan pentingnya hidup baru dan perubahan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Penampilan paduan suara dan persembahan pujian turut menambah kedalaman suasana, sehingga ibadah terasa lebih menyentuh dan relevan bagi jemaat yang hadir.

Menurut Baringin Panggabean, kegiatan ini telah berlangsung selama 24 tahun dan akan memasuki tahun ke-25 pada perayaan tahun depan.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Melanjutkan Tradisi

Paskah Subuh © Istimewa

"Tradisi Paskah subuh di TMP Kalibata ini sudah berjalan selama 24 tahun. Tahun depan akan menjadi tahun ke-25 bagi kami. Di awal penyelenggaraan, jemaat yang hadir bahkan bisa mencapai lebih dari 2.000 orang. Harapannya, ke depan jumlah tersebut dapat kembali meningkat dan generasi penerus tetap melanjutkan tradisi ini hingga ke cicit," ujarnya.

Setelah ibadah selesai, suasana berlanjut dengan ramah tamah yang mempererat hubungan antar jemaat. Keluarga Baringin Panggabean kemudian melakukan ziarah ke makam kedua orangtua mereka, ayahanda Maraden Panggabean dan ibunda Meida SMM Panggabean.

Momen ini menegaskan bahwa Paskah tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang nilai keluarga, penghormatan, dan keberlanjutan tradisi yang memiliki makna mendalam.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending