Bernar Arnault, Bos LVMH yang Depak Bill Gates dari Posisi Ke-2 Orang Terkaya Dunia

Kamis, 18 Juli 2019 23:56 Penulis: Kistin Septiyani
Bernar Arnault, Bos LVMH yang Depak Bill Gates dari Posisi Ke-2 Orang Terkaya Dunia
Bill Gates dan Bernard Arnault ©Liputan6


Kapanlagi Plus - Posisi orang terkaya nomor dua di dunia yang dulu diduduki oleh Bill Gates kini digeser Bernard Arnault. Dalam laporan Bloomberg yang dikutip dari Business Insider pada Kamis (18/7/2019), menyatakan bahwa pebisnis asal Prancis ini memiliki kekayaan bersih senilai $107.6 miliar atau setara dengan Rp 1.500 triliun. Sedangkan, menurut Forbes, kekayaan bersih dari Arnault diperkirakan sedikit lebih rendah dari $104.2 atau setara dengan Rp 1.400 triliun.

Pada bulan Maret lalu, Arnault telah menggeser posisi orang terkaya nomor tiga didunia yang sebelumnya diduduki oleh Warren Buffet. Dan kini, hanya Jeff Bezos lah satu-satunya orang yang lebih kaya dari Arnault.

1. CEO Perusahaan LVMH

Bernard Arnault adalah seorang CEO dari LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE atau secara awam dikenal dengan LVMH. Perusahaan yang berpusat di Paris, Prancis ini merupakan produsen barang-barang mewah yang pasarnya telah merambah ke seluruh penjuru dunia.

Kesuksesan perusahaan yang dipimpinnya membuat Arnault menjadi orang paling kaya di dunia fashion. LVMH sendiri tercatat berhasil meraup pendapatan lebih dari $53 miliar atau lebih dari Rp 739 triliun pada tahun 2018. Pendapatan tersebut diperoleh dari sekitar 70 anak perusahaan termasuk Christian Dior, Louis Vuitton, Dom Perignon Champagne, TAG Heuer, dan Rimowa.

2. Keluarga Pengusaha

Mengutip Business Insider, empat dari lima anak kandung Arnault juga menjadi bagian dari kerajaan bisnis yang kini ia pimpin. Anak perempuannya, Delphine adalah pimpinan eksekutif di Louis Vuitton dan pewaris langsung dari LVMH.

Arnault menjadi perbincangan hangat pada April lalu setelah berjanji akan turut mendanai pembangunan Notre Dame. Notre Dame adalah sebuah katedral berusia 800 tahun uang terbakar pada April lalu. Kebakaran tersebut merusak sebagian besar bangunan katedral bersejarah tersebut. Para orang super kaya di Prancis secara kolektif mengumpulkan dana hingga Rp 6,3 triliun untuk memperbaiki katedral tersebut. Namun, seorang pejabat Katedral mengaku tak pernah meneriima uang perbaikan tersebut.

(bus/TIN)



MORE STORIES




REKOMENDASI