Buka Rute Vietnam - Indonesia, VietJet Dijadwalkan Terbang Mulai Maret 2019

Senin, 21 Januari 2019 14:43 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Buka Rute Vietnam - Indonesia, VietJet Dijadwalkan Terbang Mulai Maret 2019
VietJetAir ©boeing.com


Kapanlagi Plus - Tak lama lagi, maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan mengudara di Indonesia. Maskapai ini akan membuka rute Ho Chi Minh - Bali pada bulan Maret, dan dilanjutkan dengan rute Ho Chi Minh - Jakarta pada akhir 2018 mendatang.

Maskapai yang sempat viral karena pramugarinya yang mengenakan bikini ini memastikan hal tersebut di event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019 yang berlangsung di Jakarta, Minggu (20/1). Pada acara ini juga hadir Menteri Pariwisata Arief Yahya, Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizky Handayani Mustafa dan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi Samsriyono Nugroho.

"Saya pastikan bulan Maret 2019 akan terbang ke Denpasar, Bali. Semua persiapan sudah kami lakukan. Enam bulan pertama, kami akan terbang empat kali seminggu. Selanjutnya akan menjadi daily atau 7 hari seminggu," ujar Mr. Do Xuan Quang, Managing Director VietJet Air dalam keterangan tertulis yang dilansir dari Liputan6.com.

1. Vietnam - Bali 3,5 Jam

Untuk penerbangan rute Vietnam - Bali, VietJet Air akan menggunakan pesawat Airbus 321 terbaru dengan kapasitas 226 penumpang. Waktu perjalanan yang akan ditempuh adalah selama 3,5 jam.

Penerbangan perdana baru menyasar Bali sebagai tujuan pariwisata. Baru pada akhir tahun nanti, VietJet Air membuka rute Vietnam - Jakarta.

"Sekitar Desember 2019, akhir tahun ini, kami berencana terbang Ho Chi Minh - Jakarta untuk memenuhi pasar dari businessman dan government relation," kata Do Xuan Quang.

Promo awal akan berlangsung mulai Februari mendatang. Sementara penjualan tiket resmi baru akan dilakukan pada bulan Maret.

2. Didukung Pemerintah Indonesia

Rencana VietJet Air untuk membuka rute baru ke Indonesia disambut baik oleh pemerintah. Mulai dari Kementerian Pariwisata hingga Kedutaan mendukung langkah ini.

"Sebagai bentuk komitmen kami, untuk mendorong pariwisata Indonesia, dari organisasi Vietnam, maka KBRI Hanoi pun akan ikut menyebarluaskan informasi ini," ujar Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi.

Bagi Ibnu, pembukaan jalur ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan nilai perdagangan maupun investasi bilateral. Ibnu menilai pariwisata Vietnam telah berkembang pesat dan bisa dicontoh Indonesia.

"Lebih dari 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok datang ke Vietnam, pada 2018 lalu. Lebih dari 3 juta wisman dari Korea Selatan juga terbang ke Vietnam. Mereka membangun destinasinya sangat serius. Diaspora-nya dilibatkan penuh untuk membangun Pariwisata Vietnam. Itu yang bisa kita pelajari dari Vietnam," jelas Ibnu Hadi.

3. Buka Akses Pariwisata Indonesia Jadi Lebih Lebar

Dukungan pun diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dengan pertumbuhan pariwisata Vietnam yang mencapai angka 21 persen pada 2018 lalu, Indonesia yang hanya tumbuh 14 persen perlu mengejar ketertinggalan.

Dengan dibukanya rute baru ini, Arief berharap wisatawan yang sebelumnya hanya datang ke Vietnam saja, bisa terus melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Konsep pesawat murah yang diusung oleh VietJet Air diharapkan bisa mendukung niat ini.

"Saya biasa menggunakan rumus 3A, Atraksi, Akses, Amenitas dalam mengembangkan destinasi. Dengan target 20 juta wisman di 2019, maka akses menuju ke tanah air harus dibuat lebih lebar, lebih luas, dan lebih mudah," tutur Arief.

Reporter: Liputan6.com/Septian Deny

(kpl/lip/phi)



MORE STORIES




REKOMENDASI