Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini memiliki keutamaan besar, yaitu mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Namun, bagi mereka yang memiliki utang puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit atau haid, muncul pertanyaan: Mana yang harus didahulukan, membayar qadha puasa atau langsung menjalankan puasa Syawal?
Dalam Islam, ada dua jenis ibadah puasa yang harus dipertimbangkan: puasa wajib (qadha Ramadan) dan puasa sunnah (Syawal). Beberapa ulama menekankan bahwa kewajiban harus lebih diutamakan daripada ibadah sunnah, sementara yang lain memberikan kelonggaran dalam pelaksanaannya. Lalu, bagaimana pandangan ulama terkait hal ini?
Berikut adalah penjelasan mengenai pilihan yang bisa diambil berdasarkan berbagai sumber.
Advertisement
Menurut Prof. Quraish Shihab, seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan qadha sebelum menjalankan puasa Syawal. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa kewajiban lebih diutamakan dibandingkan amalan sunnah.Dalam bukunya Panduan Puasa bersama Quraish Shihab, beliau menjelaskan:
"Sebaiknya mendahulukan qadha (membayar utang) karena hukumnya wajib, setelah itu baru yang sunnah."
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa meskipun puasa Syawal memiliki keutamaan besar, puasa ini dapat dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, tidak harus langsung setelah Idul Fitri. Artinya, seseorang masih memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan qadha puasa terlebih dahulu sebelum mengejar puasa Syawal.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Syawal boleh didahulukan, meskipun seseorang masih memiliki utang puasa Ramadan. Pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa qadha puasa Ramadan memiliki waktu yang luas, yaitu hingga sebelum Ramadan tahun berikutnya. Ada dua alasan utama mengapa puasa Syawal boleh didahulukan:
Bagi mereka yang khawatir tidak sempat menjalankan puasa Syawal karena kesibukan atau alasan tertentu, maka boleh mendahulukan puasa Syawal, asalkan tetap menyelesaikan qadha sebelum Ramadan berikutnya.
Advertisement
Ada juga pendapat yang membolehkan menggabungkan niat qadha puasa Ramadan dengan puasa Syawal. Dengan kata lain, seseorang bisa menjalankan puasa qadha di bulan Syawal dan tetap mendapatkan pahala seperti puasa Syawal.
Namun, sebagian ulama menilai bahwa menggabungkan niat ini tidak bisa memberikan keutamaan puasa Syawal secara penuh, karena hadits yang menyebutkan pahala puasa setahun penuh berkaitan dengan puasa Syawal yang dikerjakan setelah Ramadan secara sempurna.
Oleh karena itu, bagi yang mampu, lebih baik memisahkan antara puasa qadha dan puasa Syawal agar mendapatkan keutamaan dari kedua ibadah ini.
Berdasarkan berbagai pandangan ulama, ada tiga pilihan utama dalam menjalankan puasa qadha dan Syawal:
Bagi yang ingin memastikan mendapatkan pahala penuh dari kedua puasa ini, disarankan untuk menyelesaikan qadha terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan puasa Syawal.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/frr)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna