Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Mudik dan Balik, Agar Tetap Fit Sampai di Tujua

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Mudik dan Balik, Agar Tetap Fit Sampai di Tujua
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Mudik dan Balik (credit: image by AI)

Kapanlagi.com -

Mudik lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang. Perjalanan jauh demi bertemu keluarga tercinta sering kali ditempuh dengan penuh antusiasme. Namun, tidak sedikit pemudik yang harus menghadapi kendala berupa motion sickness atau mabuk perjalanan. Karena itu, penting untuk tahu cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik.

Mabuk perjalanan bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejalanya pun beragam, dari mual ringan hingga muntah dan pusing hebat. Tanpa persiapan yang tepat, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan selama berjam-jam di perjalanan.

Dengan mengetahui cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik secara tepat, risiko gangguan tersebut dapat diminimalkan sejak sebelum keberangkatan. Langsung saja simak beberapa tipsnya berikut ini.

Baca artikel menarik lainnya di liputan6.com.

1. Alasan Mengapa Kita Bisa Mabuk Perjalanan?

Alasan Mengapa Kita Bisa Mabuk Perjalanan? (credit: image by AI)

Mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidakcocokan sinyal antara mata dan telinga bagian dalam atau sistem vestibular. Saat tubuh diam di dalam kendaraan tetapi mata melihat pergerakan, atau sebaliknya, otak menjadi bingung memproses informasi tersebut. Kebingungan inilah yang memicu gejala seperti mual, pusing, muntah, keringat dingin, hingga kehilangan keseimbangan.

Kondisi ini umum dialami saat bepergian menggunakan mobil, bus, kapal laut, pesawat, kereta api, bahkan sepeda motor. Selain konflik sensorik, faktor lain seperti perut kosong, makan terlalu kenyang, ruang gerak sempit, bau tajam, kurang tidur, serta kondisi kesehatan tertentu seperti migrain, vertigo, dan kehamilan juga dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Tips Persiapan Sebelum Berangkat

Persiapan sebelum perjalanan sangat menentukan kenyamanan selama mudik. Pola makan yang tepat perlu diperhatikan. Hindari makan terlalu kenyang sebelum berangkat, tetapi jangan pula membiarkan perut kosong. Pilih makanan ringan yang tidak berlemak, tidak pedas, dan tidak beraroma menyengat.

Istirahat yang cukup juga penting. Kurang tidur dapat meningkatkan kelelahan saraf yang memicu rasa mual. Selain itu, bagi yang memiliki riwayat mabuk perjalanan, konsumsi obat antimabuk seperti dimenhydrinate sekitar 30-60 menit sebelum keberangkatan dapat membantu mencegah gejala muncul di tengah perjalanan. Langkah-langkah ini jadi bagian penting dari cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik sejak dini.

3. Perhatikan Posisi Duduk Terbaik di Berbagai Kendaraan

Perhatikan Posisi Duduk Terbaik di Berbagai Kendaraan (credit: image by AI)

Posisi duduk juga sangat memengaruhi intensitas mabuk perjalanan. Di mobil atau bus, duduklah di kursi depan di samping pengemudi dan arahkan pandangan lurus ke cakrawala. Posisi ini membantu menyelaraskan sinyal visual dan gerakan tubuh.

Saat menggunakan kapal laut, pilih bagian tengah kapal atau dek bawah karena guncangan biasanya lebih minimal. Di pesawat, kursi di atas sayap cenderung lebih stabil. Sementara di kereta api, usahakan duduk searah dengan jalannya kereta, bukan menghadap ke belakang. Strategi ini termasuk cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik yang sederhana namun efektif.

4. Tips Khusus untuk Anak-Anak

Anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami mabuk perjalanan. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian ekstra. Berikan camilan ringan seperti biskuit tawar secara berkala untuk menjaga kondisi perut tetap stabil.

Gunakan car seat yang sesuai agar posisi kepala anak tidak terlalu banyak bergoyang. Selain itu, ajak anak mengobrol, bernyanyi, atau bermain permainan sederhana tanpa gadget untuk mengalihkan perhatian dari rasa mual. Pendekatan ini membantu orang tua menerapkan cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik secara lebih tenang dan terkontrol.

5. Pertolongan Pertama Saat Mual Melanda

Pertolongan Pertama Saat Mual Melanda (credit: image by AI)

Jika mual mulai terasa di tengah perjalanan, segera lakukan langkah pertolongan pertama. Menghirup udara segar dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Buka jendela kendaraan atau manfaatkan ventilasi udara yang tersedia.

Aromaterapi seperti peppermint, minyak kayu putih, atau permen jahe juga dikenal efektif menenangkan sistem pencernaan. Selain itu, teknik akupresur dengan menekan titik P6 di bagian dalam pergelangan tangan dipercaya dapat membantu mengurangi mual. Jika gejala semakin parah, pejamkan mata atau cobalah tidur untuk menghentikan konflik sensorik di otak. Cara ini menjadi bagian praktis dari cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik ketika gejala muncul mendadak.

6. Hal yang Harus Dihindari Agar Tidak Mabuk Perjalanan

Beberapa kebiasaan justru memperparah mabuk perjalanan. Membaca buku atau bermain gadget saat kendaraan bergerak adalah pemicu utama karena mata fokus pada objek diam sementara tubuh merasakan gerakan.

Hindari pula bau menyengat seperti asap rokok atau parfum mobil yang terlalu kuat. Sirkulasi udara yang buruk juga dapat memperburuk kondisi. Menghindari pemicu ini sama pentingnya dengan langkah pencegahan lainnya dalam cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik.

7. Rekomendasi Obat Anti-Mabuk yang Aman

Rekomendasi Obat Anti-Mabuk yang Aman (credit: image by AI)

Obat antimabuk seperti dimenhydrinate tertentu kerap digunakan untuk mencegah motion sickness. Obat ini bekerja dengan menekan respons sistem saraf terhadap konflik sensorik. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing.

Efek samping seperti kantuk perlu diperhatikan, terutama bagi pengemudi. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan sebelum mengonsumsi obat, khususnya untuk anak-anak, ibu hamil, atau penderita penyakit tertentu. Penggunaan obat secara tepat menjadi bagian dari cara mengatasi mabuk perjalanan saat mudik dan balik yang aman.

8. Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa penyebab utama mabuk perjalanan?

Mabuk perjalanan terjadi karena konflik antara sinyal yang diterima mata dan telinga bagian dalam, sehingga otak kesulitan memproses informasi gerakan.

Kapan sebaiknya minum obat antimabuk?

Obat sebaiknya diminum sekitar 30-60 menit sebelum perjalanan agar bekerja efektif saat kendaraan mulai bergerak.

Apakah anak-anak lebih rentan mengalami mabuk perjalanan?

Ya, anak usia tertentu lebih sensitif terhadap gerakan, sehingga perlu perhatian khusus seperti posisi duduk yang tepat dan camilan ringan.

Apa yang harus dilakukan saat mual muncul di perjalanan?

Cari udara segar, gunakan aromaterapi, tekan titik akupresur P6, atau pejamkan mata untuk mengurangi konflik sensorik.

Apakah membaca atau bermain gadget bisa memicu mabuk perjalanan?

Ya, karena fokus pada objek diam saat tubuh bergerak memperparah ketidaksesuaian sinyal yang diterima otak.

Temukan berbagai ulasan dan artikel menarik seputar mudik lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending