Cerita 23 Mobil Eks Soekarno Nyaris Jatuh ke Kolektor Asing

Senin, 25 November 2019 16:40 Penulis: Canda Permana
Cerita 23 Mobil Eks Soekarno Nyaris Jatuh ke Kolektor Asing
© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Mobil kuno jenis Chaika Gaz 13 produksi 1959 terparkir di Halaman Balaikota Malang. Mobil pabrikan Russia (Uni Soviet) itu merupakan kendaraan operasional Presiden RI Pertama, Ir Soekarno.

Saat ini mobil pemberian Presiden Uni Soviet itu berada di tangan Budi Santoso, seorang kolektor asal Surabaya. Sebanyak 23 mobil bekas operasional Presiden Soekarno saat ini tersebar dan dalam pengelolaan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI).

Mobil itu pun menjadi ikon pameran dan tur mobil kuno di Kota Malang dan Batu yang digelar PPMKI, 23-24 November 2019. Masyarakat banyak memanfaatkan untuk berswafoto di depan mobil penuh sejarah tersebut.

Hartawan Setjodiningrat, penasehat PPMKI menceritakan tentang 23 mobil eks Soekarno, termasuk yang dipamerkan tersebut. Kendati di tangan anggota mobil-mobil tersebut tetap berada dalam pengawasan PPMKI. Mobil berbagai merk itu terawat dan dapat berjalan dengan baik setelah dilakukan rekonstruksi dari kondisinya yang sudah rusak parah.

"Sebanyak 23 mobil itu dibagikan kepada anggota yang berkopenten untuk membangun. Jadi dibuat komitmen dulu, harus bisa membangun, dan kita buat perjanjian kalau mobil tidak boleh dijualbelikan apalagi dibawa ke luar negeri," kata Hartawan Setjodiningrat di Kota Malang, Sabtu (23/11).

1. Ceritakan Awal Mula 23 Mobil

Hauwke, demikian Hartawan Setjodiningrat akrab disapa, menceritakan awal mula 23 mobil tersebut dihibahkan atau diserahkan kepada PPMKI. Saat itu mobil dalam kondisi sudah tidak terpakai sejak tahun 1960-an dan disimpan di sebuah tempat di Lawang Gintung, Bogor.

Sekretariat Negara (Setneg) yang saat itu masih dipimpin Moerdiono sekitar 1987 berniat menghibahkan mobil tersebut. Sebenarnya, kolektor asing pun banyak yang berminat untuk memilikinya, tetapi saat itu beberapa orang berusaha agar tidak jatuh ke warga asing sehingga tetap bisa berada di Indonesia.

"Waktu itu Juli 1987, kita dipanggil ke Binagraha dan dikasih waktu empat hari. Karena kalau tidak ada keputusan, mobil tersebut akan dilelang. Kita bersusah payah cari dana agar tetap jatuh ke kolektor Indonesia," kata Hauwke.

Akhirnya 23 mobil berbagai merk yang disimpan dapat dihibahkan ke PPMKI dengan proses resmi dengan disaksikan notaris dan disertai akta perjanjian. Mobil tersebut kemudian diserahkan ke anggota dengan sejumlah kesepakatan yang harus dipatuhi.

"Mobil dengan kondisi yang memprihatinkan. Sudah sampah, jam dan radio sudah dicongkel semua. Akhirnya dievakuasi dari pukul 07.00 WIB sampai 03.00 WIB keesokan harinya. Karena mengeluarkannya susah, ban lengket," kisahnya.

2. Dapat Bangun Kembali Mobil Lawas

Tugas utamanya harus dapat membangun kembali mobil yang sudah dalam kondisi tidak terpakai puluhan tahun itu. Selain itu harus menyepakati sejumlah perjanjian, beberapa di antaranya, sewaktu-waktu rela digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Suatu saat bila negara membutuhkan mobil tersebut harus disediakan. Entah untuk kirab atau pameran atau yang lainnya, harus bersedia. Sampai saat ini 23 dimiliki PPMKI, setiap tahun dipantau," tegasnya.

Sehingga setiap kali even, beberapa ditarik dari anggota untuk ikut dipamerkan. Agar anak-anak mengetahui sejarah dan tidak hanya tahu mobil yang di ditemui dijalanan sekarang saja.

"Mobilnya kan aneh, merk aneh," katanya terenyum.

Setiap mobil Eks Soekarno antara duduk kemudi dan belakang dipisahkan kaca. Karena saat sedang bicara dengan tamu negara atau pembicaraan personal, sopir tidak bisa mendegar. Bung Karno sendiri selalu berdiskusi dengan tamu negara dalam mobil-mobilnya.

3. Mobil Chryssler Mobil Paling Tua

Paling tua adalah mobil Chryssler tahun 1947 yang pernah digunakan oleh Panglima TNI Jenderal Soedirman di Yogjakarta. Namun tahun 1948, mobil itu kemudian dihibahkan kepada Bung Karno.
"Mobil itu masih orsinil semua hingga saat ini. Saya salut juga karena semua kendaraanya tidak ada yang antipeluru. Kalau yang tahun 60 ke atas sudah antipeluru," tegasnya.

Kata Hauwke, banyak mobil yang dipamerkan dan disebut-sebut eks Bung Karno, tetapi tidak diketahui perjalanannya. Khusus 23 mobil tersebut memiliki emblem.

Di situ tertulis eks-Indonesia 1, ada nomornya kecil yang merupakan nomor urut dari Balai Lelang. Nomornya 4, 5 dan tulisan oval Eks Indonesia 1 serta dilengkapi surat-suratnya.

"Kalau ada yang memamerkan tetapi tidak ada emblemnya ya mungkin zaman Soekarno tapi bukan dari Istana," terangnya.

4. Mobil Eks Soekarno Bukan Mobil Sembarangan

Bagi Hauwke, mobil eks Soekarno bukan mobil sembarangan sehingga memang harus benar-benar dirawat dan tidak disia-siakan. Ia menjadi salah satu yang menerima amanah tersebut. Sementara saat tour Kota Malang - Batu, mobil eks Soekarno diposisikan paling depan di antara 242 mobil kuno dari berbagai merk. Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko didaulat mengemudikan mobil tersebut menuju Jatim Park 3 di Kota Batu.

Pameran mobil kuno di halaman Balaikota Malang digelar dalam rangka ulang tahun ke-40 PPMKI. Para pengemar mobil kuno asal Jakarta, Pekanbaru, Lampung, Jawa, Bali dan Sulawesi berkumpul di Malang dan Batu.

Mereka menggelar serangkaian acara, di antaranya tur ke sejumlah tempat wisata dan bakti sosial. Berbagai mobil kuno berusia lebih dari setengah abad yang diproduksi dari berbagai negara menjadi suguhan langka.

5. Kendaraan Tertua Produksi Tahun 1940

Kendaraan tertua adalah jenis Perang Dunia I, produksi di bawah tahun 1940, yang antara lain didatangkan dari Jakarta. Kendaraan muscle car seperti Ford Mustang, seperti di Ford vs Ferrari, juga ikut meramaikan kegiatan.

Ronny Arifudin, Ketua Umum PPMKI mengatakan, pemilihan Batu dan Malang sebagai lokasi perayaan HUT karena lokasinya yang strategis. Posisi Malang berada di tengah-tengah Indonesia sehingga anggota dari berbagai daerah dinilai lebih dekat.

"Mudah dijangkau oleh anggota dari berbagai daerah karena letaknya di tengah-tengah dari Bali maupun dari Jakarta,” ujar Ronny.

PPMKI merupakan klub mobil kuno tertua yang dibentuk Solihin GP pada 13 November 1979. Anggotanya adalah para penggemar mobil kuno dan antik, sehingga memang tidak harus memiliki mobil tertentu. Sementara mobil yang dikategorikan kuno adalah berusia minimal 40 tahun.

(kpl/dar/CDP)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI