Demi Dongkrak Sektor Pariwisata, Peran Seorang Guide Nggak Boleh Dianggap Remeh

Senin, 30 September 2019 10:39 Penulis: Wuri Anggarini
Demi Dongkrak Sektor Pariwisata, Peran Seorang Guide Nggak Boleh Dianggap Remeh
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Traveling ke sebuah destinasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya memang menawarkan tantangan tersendiri. Kamu harus memperkaya wawasan tentang daerah tersebut, misalnya lewat riset di internet atau bertanya kepada teman yang sudah pernah mengunjungi daerah tersebut. Nggak jarang para traveler memanfaatkan jasa tour guide alias pemandu wisata, karena dianggap lebih berpengalaman dan mengenal daerah tersebut.

Tapi, tahu nggak sih kalau tugas seorang pemandu wisata ternyata cukup kompleks? Nggak hanya memberikan pendampingan dan menjelaskand destinasi yang ingin dituju. Tapi, mereka juga harus memberikan layanan maksimal termasuk tentang kebutuhan sarana akomodasi, transportasi, dan kenyamanan serta keamanan para wisatawan. Bahkan, seorang pemandu wisata ini juga berkontribusi dalam mendongkrak sektor pariwisata suatu daerah!

Hal itu disampaikan Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Muhamad Wahyu Agie Pradhipta saat mengisi Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan yang digelar Kemenpar, Jumat (27/9). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipusatkan di Tirto Arum Baru, Kendal, Jawa Tengah.

“Seorang pemandu wisata yang profesional, idealnya juga harus mampu memberikan estimasi biaya yang dibutuhkan selama berlibur. Dengan begitu, wisatawan akan lebih nyaman karena tidak khawatir mengalami pembengkakan anggaran,” ujarnya.

Narasumber lain yang juga Dosen STP Trisakti Pusparini menambahkan, sebagai bahan evaluasi diri sendiri, ada baiknya pemandu wisata memberikan semacam kuesioner pada wisatawan yang menjadi tamunya, untuk diisi di akhir perjalanan. Dari jawaban-jawaban mereka, pemandu wisata bisa memperbaiki hal-hal yang dianggap masih kurang atau belum maksimal.

“Jangan cepat merasa puas dengan respon baik yang diberikan client. Tetap tingkatkan kemampuan untuk menjadi pemandu wisata yang baik. Sebab, terkadang ada wisatawan yang merasa sungkan mengatakan hal sebenarnya, sehingga yang diungkapkan hanya yang baik-baik saja,” ingatnya. Menariknya, para peserta langsung diajak praktek ke Alun-Alun Kendal dan ke Bandara Ahmad Yani Semarang untuk praktek bagaimana memandu wisatawan yang baik dan benar.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kepariwisataan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menyatakan, membangun pariwisata memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat adalah salah satu unsur penting untuk bersinergi dengan pemerintah dan kalangan pengusaha.

“Karena itu, pembangunan kepariwisataan harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat. Baik sebagai subjek atau pelaku, maupun penerima manfaat pengembangan. Sebab, dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran akan pentingnya pengembangan kepariwisataan. Dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata, yang memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan pariwisata di daerahnya. Keberadaan Pokdarwis perlu didukung dan dibina, sehingga dapat berperan lebih efektif dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Sebagai kawasan pendukung Borobudur yang merupakan destinasi super prioritas, Kendal harus diperkuat dengan berbagai program yang optimal. Dengan pelatihan SDM kepariwisataan, dapat dipastikan pariwisata di daerah tersebut akan semakin berkembang dan maju. Terlebih dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pengusaha,” tandasnya.

 

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI