Di Negara Ini, Pesta Pernikahan Kini Ditarik Pajak Pemerintah

Kamis, 23 Februari 2017 06:18 Penulis: Agista Rully
Di Negara Ini, Pesta Pernikahan Kini Ditarik Pajak Pemerintah
indiatimes

Kapanlagi Plus - Pernikahan bagi sebagian orang merupakan hal yang terjadi hanya satu kali seumur hidup. Oleh sebab itu, sebagian kalangan masih merasa bahwa pernikahan seharusnya dirayakan besar-besaran, mengingat pernikahan harusnya menjadi sesuatu yang dikenang hingga akhir hayat nanti.

Budaya pesta pernikahan ini tak hanya menjamur di Indonesia lho, di beberapa negara terutama India pernikahan dirayakan semewah dan semeriah mungkin. Tak heran apabila biaya pernikahan jadi membengkak karena pengadaan pesta besar-besaran tersebut. Tak jarang pula banyak makanan tersisa dan timbul kesenjangan sosial dari budaya semacam ini.

Untuk itu seorang anggota parlemen India, Ranjeet Ranjan, mengajukan peraturan baru mengenai pesta pernikahan yang diadakan di negeri Taj Mahal tersebut. Karena rata-rata biaya pesta pernikahan di India mencapai Rp 100 juta maka Ranjeet menyarankan penarikan pajak untuk membatasi budget pernikahan tak masuk akal tersebut.

Masyarakat India memiliki budaya mengadakan pesta pernikahan mewah, oleh sebab itu pesta pernikahan kali ini dikenai pajak  maharaniweddings.comMasyarakat India memiliki budaya mengadakan pesta pernikahan mewah, oleh sebab itu pesta pernikahan kali ini dikenai pajak maharaniweddings.com

"Ada orang-orang yang tak mampu mengadakan pesta mewah. Hal ini membuat masyarakat dari kalangan bawah merasa tertekan karena mereka diharapkan dapat mengadakan pesta dengan biaya ratusan juta." ujar Ranjeet dikutip dari mumbaimirror.

Menurutnya biaya yang tidak wajar untuk sebuah pesta pernikahan dan juga sisa makanan berlebih setelah pesta bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Oleh sebab itu pemerintah menarik pajak 10% dari biaya pernikahan untuk disalurkan pada yang masyarakat yang membutuhkan.

"Tidak semua orang India dapat makan dengan layak, sementara setelah pesta pernikahan mewah selalu ada sisa makanan yang dibuang-buang." lanjut anggota DPR tersebut. Pajak yang ditarik pemerintah pada pesta pernikahan ini juga bertujuan untuk menarik kembali dana gelap yang digunakan oleh kalangan tertentu.

"Tak semua pesta pernikahan dibiayai oleh dana bersih, ada sebagian di antaranya yang berasal dari hutang dan lain sebagainya. Budaya seperti ini harus dikurangi." tutupnya. Meski awalnya mengejutkan, ternyata pajak yang ditarik pemerintah India ini memiliki tujuan yang bagus untuk rakyat yang membutuhkan ya? Apa pendapat kalian tentang kebijakan ini?

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI