Ditolak Gebetan Selama 8 Tahun, Pria Konglomerat Ini Lakukan Tindakan Nekad!

Rabu, 30 Agustus 2017 06:18 Penulis: Agista Rully
Ditolak Gebetan Selama 8 Tahun, Pria Konglomerat Ini Lakukan Tindakan Nekad!
© loverofsadness.net

Kapanlagi Plus - Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan, jujur saja. Hampir setiap orang enggan merasakan yang namanya penolakan atau tidak dicintai balik oleh sang pujaan hati. Tapi kehidupan memang tidak semudah itu KLovers, tanpa penolakan mana bisa kita merasakan usaha mendapatkan sang pujaan hati. Betul tidak?

Seorang anak konglomerat asal China bernama Xue ini pun demikian. Kekayaan tak lantas membuatnya diterima oleh gadis yang dicintainya. Tapi Xue bukanlah orang yang mudah menyerah, dia mencoba terus hingga 8 tahun untuk meluluhkan sang pujaan hati tapi selalu gagal.

Hingga suatu hari Xue nekad melakukan hal di luar nalar, yakni mendorong sang gebetan sejak masa sekolah dari gedung lantai 19. Tentu saja gebetan yang bernama Shanshan (bukan nama sebenarnya) ini meninggal dunia seketika. Bahkan setelah membunuh wanita berusia 26 tahun tersebut, Xue santai dan menjawab "Aku mendorongnya jatuh," ketika ditanya keberadaan Shanshan.

Xue, pria konglomerat yang ditolak gebetan selama 8 tahun dan nekad membunuh gebetannya © Asia OneXue, pria konglomerat yang ditolak gebetan selama 8 tahun dan nekad membunuh gebetannya © Asia One

Xue dan Shanshan sendiri tetap saling kontak satu sama lain meski ada penolakan rasa cinta di antara keduanya. Xue juga rela pindah dari Henan ke Hangzhou demi mendekati Shanshan. Sederet hadiah pun diberikan pada sang pujaan hati berapapun harganya, mulai dari Rp 80-Rp 100 juta.

Tapi Shanshan tetap saja tidak menerima cinta Xue hingga pemuda ini berbuat nekad. Penyebab pembunuhan ini adalah Xue mencuri dengar Shanshan ditelepon oleh seorang pria. Shanshan menjawab telepon tersebut dengan nada mesra. 

Esoknya Xue mengkonfrontasi Shanshan soal pria tersebut dan mengunci apartemen wanita malang tersebut dari dalam. Dan saat itulah nasib Shanshan berakhir di tangan Xue, temannya yang mendengar teriakan Shanshan tak bisa berbuat apa-apa karena pintu terkunci.

(asi/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI