Dramatis, Tangan dan Wajah Abdullah Terbakar Sembunyi di Platfom Saat Rumah Dibakar

Senin, 07 Oktober 2019 12:30 Penulis: Canda Permana
Dramatis, Tangan dan Wajah Abdullah Terbakar Sembunyi di Platfom Saat Rumah Dibakar
© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Abdullah sengaja menutup kepala, pundak hingga tangan kanannya dengan selembar selimut. Wajah sebelah kanannya terlihat putih dan mengelupas sisa terbakar api.

Sementara tidak jauh dari Abdullah, adik laki-lakinya dengan wajah agak kehitaman akibat terbakar api saat kerusuhan di Wamena. Keduanya berhasil menyelamatkan diri setelah berjibaku dari amukan massa yang membakar rumah dan seisinya.

"Lukanya di pipi dan tangan, tapi sudah diatasi di Wamena dan Jayapura, sudah sembuh tinggal bekasnya saja," ungkap Abdullah usai turun dari Pangkalan Lanud (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10).

1. Ceritakan Usahanya Lolos Dari Massa

Abdullah yang asal Sampang, Madura menceritakan usahanya untuk lolos dari massa yang anarkis dan menghanguskan rumah yang ditinggalinya. Ia sebenarnya sudah mendapat informasi kalau ada demontrasi, tetapi saat itu mengira hanya demo biasa, yang selama ini paling banter hanya melempar batu.

Tetapi ternyata massa di luar rumahnya sudah membakar sejumlah mobil. Sementara saat kejadian itu, Senin sekitar pukul 09.00 WIT, Abdullah masih berada di dalam rumah bersama adiknya.

"Biasanya kalau di sana, demo itu lempar-lempar batu saja. Saya tidak tahu, saya masih di dalam ruko. Massa sudah datang, kirainnya lempar-lempar, ternyata sudah bakar-bakar," katanya.

2. Massa Bakar Mobil

Begitu melihat keluar rumah, massa membakar mobil, dump truck sampai rumah-rumah semuanya dibakar. Saat rumah yang ditinggali terbakar, Abdullah dan adiknya pun masih sempat mengambil air untuk memadamkan api.

"Bahkan aku di dalam kios itu, di luar dibakar aku masih di dalam. Itu aku menyiram air untuk memadamkan api," katanya.

Namun sesaat kemudian segera sadar dan berlari meninggalkan rumah untuk bersembunyi di rumah sebelahnya. Rumah itu belum terbakar sehingga bisa sesaat bersembunyi dari massa bersama adik dan dua teman.

3. Lari dan Bersembunyi

Namun keberadaannya kemungkinan diketahui, sehingga rumah itupun dibakar. Massa berteriak-teriak dan menduga kalau masih ada orang di dalamnya sehingga langsung diberi bensin dan dibakar.

"Lari bersembunyi ke rumah yang belum terbakar itu, tetapi massa melihat kalau masih ada dua orang, diteriaki kalau ada orang suruh bunuh, aku masuk ke dalam situ," kisahnya.

"Aku langsung naik ke platform sama adik, di luar banyak massa. Aku keluar tidak bisa karena banyak massa. Aku masih ngumpet, terus semprot bensin sama disulut api, langsung dibakar," sambungnya.

4. Bergeser ke Tempat Lain

Beruntung usai membakar tempat persembunyiannya, massa langsung bergeser ke tempat lain. Karena saat dilihat keluar, massa sudah sedikit sepi.

"Aku tengok di luar tidak ada masa, aku langsung turun dan langsung kabur ke rumput-rumput," kisahnya.

Abdullah dan adiknya hanya mengenakan baju yang menempel di badan. Sementara semua hartanya hangus berikut rumah dan barang-barangnya.

"Aku kabur menjebol pagar, karena di sana pagarnya pakai drum. Lari ke rumput-rumput. Baru sekitar jam 4 sore dibawa ke Polsek," kata Abdullah yang mengaku dislamatkan bareng 20 orang.

Abdullah mengaku belum tahu yang akan dilakukan di kampung halaman, terpenting saat ini sudah selamat dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Ia mengaku trauma untuk kembali ke Papua.

(kpl/dar/CDP)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI