Evolusi Dompet: Dulu Selalu Ditenteng Kini Bisa Ditinggal di Rumah

Evolusi Dompet: Dulu Selalu Ditenteng Kini Bisa Ditinggal di Rumah
Credit: Shutterstock.com

Kapanlagi.com - Dompet selalu lekat dengan keseharian setiap orang. Selain untuk menyimpan uang, benda satu ini juga kerap dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa kartu penting, seperti kartu debit, kredit, maupun kartu identitas diri. Bahkan, tak jarang ada yang menyimpan foto hingga perangko di dompet.

Namun, pernahkah kamu berpikir sejak kapan dompet ini bermula? Ternyata dari waktu ke waktu dompet ini terus berevolusi, baik dari segi bentuk maupun fungsinya. Bahkan, kini ada dompet digital yang lebih praktis digunakan di mana saja dan kapan saja. Nah, biar bisa memperkaya wawasan, intip evolusi dompet berikut ini!

1. Pertama Kali Diciptakan Sekitar Abad Ke-17

Credit: Shutterstock.com

Sebenarnya kata dompet sudah digunakan sejak akhir abad ke-14. Namun, kata tersebut merujuk pada tas atau ransel untuk membawa barang, bukan uang atau koin. Misalnya, dalam bahasa Belanda, dompet yang dimaksud tadi biasa disebut knapzak kala itu.

Akan tetapi, proses pembuatan dompet diketahui baru benar-benar terjadi saat abad ke-17. Hal ini menyusul dikenalkannya mata uang kertas di Eropa. Dari situ cikal bakal dompet sebagai tas yang lebih kecil dan bisa ditenteng ke mana-mana untuk membawa uang lahir.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Era Dompet Kantong dan Diikat di Pinggang

Credit: Shutterstock.com

Sebelum adanya dompet berukuran kecil dan berbentuk lipat dua seperti sekarang, bentuk dompet pertama kali masih berupa kantong. Ini karena sebelum adanya uang kertas, alat pembayaran masih menggunakan mata uang berbentuk koin.

Kehadiran dompet kantong ini pun menyesuaikan fungsinya, yaitu untuk menyimpan koin, agar lebih mudah dibawa bepergian sekaligus tak mudah berceceran. Uniknya, kala itu bentuknya berupa kantong serut dan dikaitkan di ikat pinggang.

3. Lahirnya Dompet Modern dengan Model Lipat Dua

Credit: Shutterstock.com

Hadirnya mata uang kertas, membuat keberadaan uang koin mulai berkurang. Dompet kantong pun perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Orang-orang kemudian beralih menggunakan dompet sederhana seukuran uan kertas. Dompet tersebut dibuat dari bahan kulit sapi atau kuda.

Istilah dompet sebagai tempat datar untuk menyimpan uang kertas ini pun berlanjut hingga 1834. Di awal 1950-an, bentuk dompet berkembang lebih modern. Pasalnya, di tahun tersebut untuk pertama kalinya kartu kredit dikenalkan, sehingga bentuk dompet kemudian didesain dengan model lipat dua dan ada beberapa slot kartu.

4. Berevolusi dari Konvensional ke Digital

Credit: Shutterstock.com

Pada 1970-an mulai dikenalkan dompet yang ada tutupnya. Memasuki abad ke-21 berkembang lagi dompet yang lebih trendi dan bisa menunjang fesyen. Bahkan, kini sudah ada dompet digital sebagai pilihan gaya hidup yang lebih praktis.

Berkat adanya dompet digital, kini dompet konvensional tak harus selalu dibawa bepergian alias bisa ditinggal di rumah. Salah satu dompet digital yang praktis dan menghadirkan banyak fungsi yang lengkap saat digunakan adalah DANA. Bahkan, bisa dibilang kalo DANA itu #BukanDompetBiasa.

Credit: DANA

Pasalnya, semua ragam transaksi pengguna bisa dilakuin lewat DANA, jadi gak perlu repot gonta ganti aplikasi pas transaksi sehari-hari. Gak cuma bikin simple, DANA juga punya keunggulan di fitur-fiturnya, seperti kamu bisa Kirim Uang ke mana aja GRATIS biaya admin & bisa hemat biaya top up e-wallet.

Selain itu, kamu bisa simpan semua Kartu Bank mereka di DANA, jadi kalo mau transaksi gak perlu repot bawa banyak kartu fisik. Menariknya lagi, kamu juga bisa bayar QRIS apa aja pakai Saldo DANA atau Saldo dari Kartu Bank yang udah kamu simpan di DANA.

Yuk, download aplikasi DANA sekarang juga!

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kly/tmi)

Rekomendasi
Trending