Festival Pesona Tambora Banjir Wisatawan, Kopi Khas Daerah Jadi Primadona

Jum'at, 12 April 2019 09:17 Penulis: Ayu Miranti
Festival Pesona Tambora Banjir Wisatawan, Kopi Khas Daerah Jadi Primadona
Ilustrasi ┬ęshutterstock

Kapanlagi Plus - Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) dibanjiri wisatawan berkat digelarnya Festival Pesona Tambora pada 1-11 April 2019 kemarin. Tidak hanya membuat wisata lokal makin dikenal, tapi juga membawa berkah bagi para pengusaha kopi khas Tambora yang penjualannya makin meningkat. Kopi Tambora mendadak menjadi primadona para wisatawan yang datang. Bagi kamu pecinta kopi, penasaran nggak nih dengan citarasa kopi lokal NTB ini?

Kopi khas Tambora ternyata punya rasa yang unik. Kopi robusta yang dimilikinya punya rasa cokelat yang membuatnya cocok diblend sebagai Espresso. Nggak heran jika para wisatawan begitu antusias untuk membeli dan mencicipi langsung saat Festival Pesona Tambora berlangsung.

Arie Priyono, salah satu pelaku UMKM pengolahan kopi Tambora mengatakan, usahanya mulai meningkat sejak Festival Pesona Tambora dihelat tahun 2015 silam.

"Peningkatannya cukup terasa bagi kami. Dulu kami hanya mampu menjual sekitar 20 kg kopi yang sudah dirosting setiap bulan. Saat ini telah mencapai 80 kg per bulan. Saat ini, saya pun telah mampu mendirikan cafe khusus kopi Tambora di Dompu," ujar Arie, Kamis (11/4).

Menurut Arie, efek besar Festival Pesona Tambora bukan saja dirasakan dirinya. Hadirnya wisatawan yang semakin banyak berkunjung ke Tambora juga ikut dirasakan pelaku UMKM pengolahan kopi Tambora lainnya. Dengan adanya festival tersebut, nama Tambora semakin terdengar. Efeknya adalah peningkatan permintaan kopi yang dihasilkan di kawasan tersebut.

"Apalagi kopi Tambora. Pada jaman kolonial kopi Tambora merupakan komoditas unggulan. Bagi pecinta kopi tentu akan tahu rasa kopi Tambora yang khas. Ini yang ingin kami kembalikan," ujar pria kelahiran Sorong itu.

Demi menjaga mutu, kini Arie bersama komunitas kopi Dompu dan Bima pun terus melakukan edukasi pengolahan kopi bagi para petani di Tambora. Dengan itu diharapkan mutu dan kualitas dari kopi Tambora semakin meningkat. Sehingga makin digemari oleh pencinta kopi dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung melayangkan dua jempol terhadap Festival Pesona Tambora. Menurut mantan Direktur PT Telkom itu, atraksi wisata memberikan dampak langsung dan tidak langsung bagi Tambora. Dampak langsungnya adalah datangnya wisatawan ketika festival berlangsung. Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah promosi akibat pemberitaan oleh media masa. 

Direct impact dan indirect impact-nya besar. Hotel laku, restoran hidup, UMKM berjalan, pedagang kaki lima ikut kebagian rezeki. Belum lagi coverage media. Dunia semakin mengenal Gunung Tambora. Tentunya ini juga berdampak pada juga pada komoditas pendukung pariwisata seperti kopi Tambora,” kata Menpar Arief Yahya.

Hal itu ikut diamini Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty. Esthy mengaku sangat happy. Pariwisata telah memberikan multiplier efek bagi banyak pihak khususnya UMKM.

 “Kalau di-create serius,  pasti berdampak besar bagi perekonomian warga di Kawasan Tambora. Jangan lupa,  pariwisata adalah core economy Indonesia. Pariwisata memberi multiplying effect yang besar. Mudahan Gunung Tambora makin mendunia dan makin banyak dikunjungi wisatawan," harap Esthy.

Kuliner lokal memang selalu bisa menjadi daya tarik wisatawan yang luar biasa. Bagi kamu yang sedang travelling ke NTB, jangan lupa untuk mencicipi kopi khas Tambora yang punya rasa unik, KLovers!

 

(kpl/ayu)

Editor:

Ayu Miranti



MORE STORIES




REKOMENDASI