Heboh Ransomware WannaCry, Bagaimana Penyebab dan Cara Atasi?
Ilustrasi © BackChannel
Kapanlagi.com - Ada berbagai macam ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kerja personal computer yang digunakan. Program jahat ini terbagi dalam berbagai macam yakni virus, malware, worm, dan juga adware. Infeksi yang dapat mengganggu sistem operasi ini seringkali ditimbulkan oleh penggunaan piranti yang tidak aman, sistem jaringan yang rentan disusupi program jahat, dan lain sebagainya.
Nah, baru-baru ini Indonesia tengah dihebohkan oleh ransomware WannaCry. Yaitu sebuah program jahat yang menginfeksi komputer yang tersambung ke internet atau LAN. Program ini dapat mengenkripsi alias mengunci file-file tertentu sehingga tak dapat dibuka. Untuk membuka file yang bersangkutan, pengguna PC harus memberikan tebusan hingga Rp 4 juta melalui bitcoin, atau pembayaran virtual. Ngeri bukan?
Ransomware WannaCry sendiri mengincar komputer berbasis sistem operasi Windows yang memiliki kelemahan fungsi Server Message Block (SMB). Bila satu komputer di jaringan LAN terinfeksi WannaCry, maka ransomware ini akan mengubah dirinya menjadi worm dan menjangkiti komputer lain yang terdapat di jaringan LAN yang sama.
Advertisement
Namun jangan panik, sebab setelah serangan ransomware di Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais, Kementerian Komunikasi dan Informasi segera mengambil tindakan. Akan tetapi tindakan pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh Kominfo dan Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SRTII) juga perlu didukung oleh masing-masing pengguna komputer.

"Tersebarnya ransomware ini demikian masif di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Sehingga perlu percepatan untuk penangannya. Hitungannya bukan hari tapi menit," ujar Rudiantara saat Konferensi Pers Serangan Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu (14/05) dikutip dari halaman resmi Kominfo.
"Serangan ransomware ini menjadi isu global, sehingga penyelesaiannya juga secara internasional. Indonesia bukan jadi negara terbesar yang kena serangan," imbuh Menteri Rudiantara. Memang diketahui saat ini sebanyak 16 Rumah Sakit di Inggris telah terjangkit ransomware ini. Ransomware WannaCry lebih sering menjangkiti sistem jaringan kantor jasa pelayanan kesehatan tapi tak menampik pula komputer pribadi bisa terinfeksi.

Untuk mengatasi kepanikan akibat menyebarnya program yang bisa melumpuhkan sistem dan mengunci file penting ini, Menteri Rudiantara juga mengedarkan himbauan via Siaran Pers yang terdapat di halaman resmi Kominfo.
Langkah pertama yang harus dilakukan sebagai bentuk pencegahan menyusupnya ransomware WannaCry di komputer adalah mematikan Wi-Fi atau mencabut kabel LAN. Setelahnya sebisa mungkin gunakan sistem operasi non-Windows seperti Linux dan Mac OS. Bila tidak memungkinkan, hal yang paling penting adalah melakukan back up data terlebih dahulu dalam kondisi offline.

Selanjutnya ada langkah tindakan teknis yang juga diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Yang pertama dengan memperbarui keamanan pada Windows dengan menginstall Patch MS17-010, memperbarui Antivirus, serta menonaktifkan fungsi SMB. Yang terakhir, pengguna diharapkan mematikan port 139/445 dan 3389 di komputer masing-masing.
Bila langkah-langkah tersebut telah dilakukan, setidaknya tindakan pencegahan telah selesai. Namun bila masih terinfeksi atau membutuhkan bantuan lebih lanjut, Kominfo membuka jalur konsultasi yang tertera di halaman resmi mereka. Good luck! Semoga komputer kalian bebas dari serangan ransomware yang mengkhawatirkan ini ya!
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kom/agt)
Advertisement
