Hendropriyono Dirugikan dengan Berita Lobi Jokowi, Beri Nasihat Bijak Bagi Media

Rabu, 16 Juni 2021 19:20 Penulis: Umar Sjadjaah
Hendropriyono Dirugikan dengan Berita Lobi Jokowi, Beri Nasihat Bijak Bagi Media
Hendropriyono - instagram.com/am.hendropriyono


Kapanlagi Plus - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyayangkan adanya pemberitaan kurang baik terkait dirinya. Ia disebut melobi Presiden Jokowi guna menjadikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI.

Hendropriyono mengaku dirugikan dengan adanya pemberitaan tersebut. Dia juga meragukan sumber yang tidak kredibel dalam berita tersebut. Pada berita itu disebut ada pertemuan dengan tiga purnawirawan Jenderal. Namun faktanya pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh dirinya, istri, dan Presiden Jokowi.

"Tiga orang purnawirawan yang tidak disebut namanya itu yang dijadikannya sumber berita, tidak berada bersama kami, yaitu saya, istri saya dan Pak Jokowi ketika kami bertemu. Jadi tidak relevan untuk dapat dijadikan sumber berita bagi suatu liputan pers yang profesional dan kredibel," ujar Hendropriyono dalam keterangannya di hari ini, Rabu (16/6/2021).

 

1. Tidak Benci Media

Hendropriyono - instagram.com/am.hendropriyonoHendropriyono - instagram.com/am.hendropriyono

Meski keberatan dengan pemberitaan yang dimaksud, Hendropriyono mengaku dirinya tidak membenci media. Hendropriyono berharap, apa yang disampaikan bisa menjadi pembelajaran bagi dunia pers agar lebih bijak dalam memproduksi sebuah berita.

"Saya sampaikan nasihat ini karena rasa sayang saya. Jangan marah atas nasihat orang tua ini, karena landasan saya sama sekali bukan rasa benci. Anggaplah sebagai pelajaran yang barang kali juga bermanfaat bagi dunia pers kita dalam kebebasannya,” kata Hendropriyono.

 

2. Sebagai Pembelajaran

Hendropriyono - instagram.com/am.hendropriyonoHendropriyono - instagram.com/am.hendropriyono

Terkait dengan adanya klaim bahwa pihak media sudah menghubunginya namun tidak ada respons darinya, Hendropriyono menilai hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Hendropriyono optimis media di Indonesia bisa terus berkembang dan belajar untuk lebih baik ke depannya.

"Anggap lah ini sebagai pembelajaran untuk lebih beretika," tutup Hendropriyono.

 

(kpl/ums)

Editor:

Umar Sjadjaah



MORE STORIES




REKOMENDASI