Identitas Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang Belum Juga Terungkap

Rabu, 19 Juni 2019 07:55 Penulis: Canda Dian Permana
Identitas Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang Belum Juga Terungkap
Korban mutilasi di Malang masih belum ditemukan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Identitas korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Sugeng Santoso (49) di Pasar Besar Kota Malang belum juga terungkap hingga sekarang. Upaya petugas kepolisian mendapatkan identitas korban secara pasti belum membuahkan hasil.

Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan upaya yang dilakukan di antaranya menyebarkan sketsa wajah korban ke masyarakat luas. Namun hingga saat ini memang belum membuahkan hasil sesuai yang diharapkan.

"Identitas sampai saat ini belum bisa diketahui. Upaya-upaya pihak kepolisian sudah dilakukan mulai menggambar sketsa dan berusaha mengambil sidik jari," tegas Komang di usai rekonstruksi di Lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Selasa (18/6).

1. Polisi Alami Kesulitan

Secara teknis polisi juga mengalami kesulitas mendapatkan sidik jari korban, karena kondisi mayat yang sudah termumifikasi. Saat ini mayat korban sudah dimakamkan sebagaimana ketentuan. Sementara semua data terkait korban di antaranya hasil autopsi disimpan dan sewaktu-waktu bisa dibuka saat dibutuhkan.

"Kendalanya sidik jari sudah keras termumifikasi sehingga sampel beberapa bagian tubuh korban kami amankan, termasuk DNA. Sedangkan jasadnya sudah dikebumikan," tegasnya.

2. Mengaku Kehilangan

Komang juga mengungkapkan, beberapa orang sempat datang mengaku kehilangan anggota keluarganya. Tetapi semuanya ternyata tidak menunjukkan ciri sebagaimana korban mutiliasi tersebut.

"Sampai dengan detik ini, ada beberapa pihak yang mengklaim kehilangan anggota keluarganya. Tapi saat dikroscek ciri-ciri tubuh dan ciri-ciri badannya ternyata bukan anggota keluarganya, sudah 2 keluarga," terangnya.

3. Proses Rekonstruksi

Sugeng menjalani proses rekonstruksi dalam 38 adegan di lokasi kejadian di Lantai 2 Pasar Besar Kota Malang. Sebanyak 3 adegan dilakukan di lokasi pertemuan pertama korban dan pelaku, di sekitar Klenteng Ang En Kiong, sementara sisanya dilakukan di lokasi ditemukan potongan jasad korban.

Berkas kasus Sugeng sendiri sudah di Kejaksaan (P-19) dan tengah dalam proses kelengkapan. Sugeng yang pernah memotong lidah pasangannya itu diancam pasal 338 KUH pidana tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

(kpl/dar/CDP)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI