Ikatan Down Syndrome Indonesia Sukses Tampil Memukau Di Perayaan Hari Angklung

Rabu, 30 November 2022 09:42
Ikatan Down Syndrome Indonesia Sukses Tampil Memukau Di Perayaan Hari Angklung
Kapanlagi/Irfan Kafril


Kapanlagi Plus - Sajian luar biasa telah ditampilkan di perayaan Hari Angklung yang jatuh pada bulan November ini. Teman-teman pengidap down syndrome dari ISDI (Ikatan Down Syndrome Indonesia) tampil apik memainkan angklung bersama musisi dan influencer angklung, yakni Manshur dan Tricia Sumarijanto.

Pertunjukan musik angklung ini ditampilkan para pengidap down syndrome di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, belum lama ini. Manshur tampak memainkan angklung dengan peralatan khasnya yang kerap tampil di Instagram.

Sebagai pusat perhatian, teman-teman dari ISDI membawa angklung masing-masing dan tampil dengan busana bernuansa tradisional Indonesia. Dengan penuh percaya diri, para pemain angklung dari ISDI menampilkan lagu penuh makna.

 

1. Bius Penonton

Penampilan mereka sukses membius para pengunjung dan penonton yang hadir di Griya Anggrek. Tak sedikit dari mereka yang terharu melihat bakat dari teman-teman ISDI.

Bmtak hanya itu, apresiasi juga diberikan banyak pihak terhadap acara tersebut. Angklung merupakan warisan budaya Indonesia yang terus harus dilestarikan.

2. Pelestarian

Acara seperti ini merupakan salah satu usaha pelestarian tersebut. Tak hanya penampilan angklung dari ISDI, dihadirkan juga talkshow dengan tema filosofi musik angklung serta upaya pelestarian budaya angklung yang kini dimiliki oleh kaum muda Indonesia.

Manshur hadir sebagai tokoh influencer muda yang memilih angklung sebagai media dan alat musik buat mengekspresikan diri dengan energik. Di sisi lain, Tricia Sumarijanto lebih perhatian kepada bagaimana cara untuk membawa angklung ke ranah musik yang lebih luas hingga dikenal dunia.

3. Warisan Budaya

Hari Angklung Sedunia jatuh pada 16 November setiap tahunnya. Hal ini diselenggarakan setelah UNESCO resmi mengaku angklung sebagai warisan budaya takbenda (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dari Jawa Barat, Indonesia.

Eksistensi angklung hingga kini tak luput dari peran Daeng Soetigna asal Garut, Jawa Barat. Nama-nama seperti Manshur dan Tricia menjadi sosok penting juga dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal tersebut hingga kini.

(kpl/irf/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI