In Memoriam: Selamat Jalan Gitaris Blues Murah Senyum

Senin, 25 November 2019 18:17 Penulis: Mahardi Eka Putra
In Memoriam: Selamat Jalan Gitaris Blues Murah Senyum
Galih, salah satu staf KapanLagi Youniverse.


Kapanlagi Plus - Minggu (24/11) pagi, kabar duka datang kepada kami segenap staf KapanLagi Youniverse. Kami mendapat kabar bahwa Galih Poetra Wirawan, marcomm KLY, telah tiada. Galih menutup usia sehari sebelumnya, Sabtu (23/11) malam, tepatnya pukul 21.12 WIB. Ia mendapat serangan jantung. Almarhum kemudian dimakamkan di TPU Duri Kepa, Minggunya, selepas Dzuhur.

Kami, keluarga besar KLY berduka, kehilangan. Di mata para staff lainnya, ia adalah sosok yang bersahabat, suka bertegur sapa dengan hangat, serta lekat dengan candaan. Pemuda kelahiran 3 Mei 1985 ini juga mahir memainkan blues lewat petikan gitarnya. Sering ia melantunkan irama blues dengan gitarnya di lantai 3 kantor sepulang kerja.

"Almarhum pribadi yang ceria. Dia sering menghibur kami dengan gitaran-gitaran bluesnya," Willy, video editor Fimela.com, mengenang, matanya menerawang. "Kunci-kunci yang dia mainkan aneh-aneh, tapi suara keluarnya enak," imbuhnya.

Hal senada juga dituturkan oleh Adhib Mujaddid, salah satu leader di KLY. "Galih adalah sosok ramah, murah senyum, dan bisa cairkan suasana. Setiap kita ada waktu senggang di kantor, dan ada gitar di depan, dia tak akan sabar untuk memainkan lagu-lagu kesukaannya. Biasanya lagu-lagu Glenn Fredly, Chrisye dan lain-lain," tutur Adhib.

 

 

 

 

1. Pekerja Keras dan Bertanggung Jawab

Dalam hal pekerjaan, Galih adalah sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. Dia seperti menikmati betul pekerjaannya sebagai Activation Officer yang melulu berkaitan dengan event. Itu sebabnya, dia tampak enjoy saja, meski harus ikut menemani kru loading barang ke lokasi, saat menggelar sebuah event. Fimela Fest 2019 yang digelar di Gandaria City, Jakarta, 11 hingga 17 November lalu menjadi event terakhir sentuhan tangan dingin Galih.

Galih sosok yang tak pernah mengeluh, begitu setidaknya bagi Adam Saputra sang General Manajer Marketing Communication KLY. Adam pun mengingatnya sebagai pribadi yang helpfull dan penuh dedikasi terhadap apa pun yang dia kerjakan.

"Di balik semua itu Galih adalah orang yang tertutup dan sensitif," ujar Adam, lagi. "Dia tidak pernah membicarakan mengenai dirinya atau berkeluh-kesah soal masalah dia. He kept it to himself, sampai hari terakhirnya," imbuhnya.

2. Galih Adalah Sosok yang Hangat Bersahaja

Di mata kami, rekan-rekannya, putra pertama pasangan Iskandar Yusuf Sulaiman dan Endang Permana ini memang sosok yang hangat, ramah, bersahaja. Selalu saja dia tersenyum, atau menegur terlebih dahulu kepada siapapun yang berpapasan dengannya. Di pintu lift, pintu keluar gedung, atau di "Bedeng" tempat makan favorit karyawan KLY, yang kini sudah rata dengan tanah.

Dalam berteman, Galih, juga bukan sosok yang pilih-pilih. Dia bergaul dengan siapa saja, pendengar yang baik saat kawan ada masalah, dan tak pernah segan memberikan bantuan saat dibutuhkan.

"Galih sangat setia kawan. Tidak banyak yang tahu bahwa Galih adalah orang yang akan membantu temannya, kapanpun di manapun, walau kadang itu di luar kemampuannya," ujar Adam.

"Gue coba semampunya ya," Adam menirukan kalimat yang sering dilontarkan Galih, saat sang kawan membutuhkan bantuan.

Karakter yang begitu optimis dalam diri Galih itu juga dirasakan oleh Mathias Purwanto, koordinator reporter Kapanlagi. "Galih orang yang murah senyum. Beruntung sempat kenal Galih dan main bareng dia, positif thinking banget orangnya," tukasnya.

Kesan yang begitu mendalam atas pribadi Galih juga dirasakan oleh Kania Ramalda, karyawan bagian Marcomm Kapanlagi. Bagi Kania, Galih adalah sosok yang enak diajak diskusi. "Enak diajak brainstorming dan sharing diskusi juga. Galih duduknya depan aku banget, biasanya suka ngobrol, bercanda, iseng-iseng," tuturnya seraya tak percaya Galih telah tiada.

Selamat jalan Galih. Semoga tenang di sana. Amin.

(kpl/tdr)



MORE STORIES




REKOMENDASI