#BersatuIndonesiaku, IDA Edukasi Masyarakat Tentang Penggunaan Media Digital

Senin, 14 Mei 2018 22:30 Penulis: Natanael Sepaya
#BersatuIndonesiaku, IDA Edukasi Masyarakat Tentang Penggunaan Media Digital
Indonesian Digital Association © KapanLagi.com

Kapanlagi Plus - Gencarnya isu terorisme dan radikalisme di Indonesia saat ini tentu membuat kanal digital sebagai jalur utama penebar teror dan doktrin berada pada level mengkhawatirkan untuk persatuan bangsa ini. Karena itu Indonesian Digital Association (IDA) yang merupakan asosiasi bagi para pelaku industri digital Indonesia pun menginisiasi kampanye #BersatuIndonesiaku di berbagai kanal social media.

Kampanye ini sendiri ditujukan untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme di kanal digital yang semakin aktif dan piawai dalam menggunakan kanal media sosial dan situs berita fiktif sebagai corong propaganda. Selain itu kampanye #BersatuIndonesiaku juga menjadi salah satu upaya menyebarkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan social media, dengan pesan persatuan Indonesia dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Media mainstream dan media sosial kini tengah dihadapkan dengan penyebaran pesan hoax yang terstruktur dan meluas. Masyarakat perlu menghadapi fenomena ini dengan pesan yang positif, dan berlandaskan spirit Bhinneka Tunggal Ika dari Indonesia. Inilah yang menjadi titik awal ide kampanye #BersatuIndonesiaku, yang harapannya dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu di media sosial, khususnya dalam isu radikalisme dan terorisme," ujar Ronny W Sugiadha selaku ketua IDA.

IDA juga melihat edukasi pada masyarakat sebagai sesuatu yang sangat penting untuk menghentikan penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui kanal digital. Untuk itu beberapa publishers digital besar di Indonesia pun merapatkan barisan dalam asosiasi ini seperti Kompas.com, Kaskus, Tribunnews, Detik.com, KapanLagi Youniverse, MetroTVNews, Okezone, IDNtimes, DailySocial.id, Kumparan, VIVA, Tempo.co, Tirto.id, Opini.id dan puluhan publishers lainnya.

© socialmediaclub.org© socialmediaclub.org

Sejalan dengan ide awal dari kampanye #BersatuIndonesiaku, setiap anggota dari IDA sepakat untuk tidak mempublikasi dan berafiliasi dengan kelompok pendukung terorisme dan radikalisme, dengan tidak mengundang mereka sebagai narasumber. Melalui momen ini IDA juga menghimbau masyarakat pengguna social media untuk menjalankan semangat dari kampanye #BersatuIndonesiaku dengan langkah-langkah sederhana.

Langkah-langkah tersebut dimulai dari tidak menjalin keterikatan (follow, like dan comment) dengan akun-akun yang tidak jelas kepemilikannya, tidak menyebarkan berita yang tidak bisa divalidasi, melaporkan akun-akun yang secara jelas berpihak pada terorisme dan menyebarkan konten positif  mengenai Indonesia dan keberagaman.

"Kami berharap kampanye #BersatuIndonesiaku dapat memberikan serangkaian dampak positif bagi pemanfaatan media sosial di masyarakat Indonesia. Kami, sebagai pelaku industri digital Indonesia, ingin masyarakat semakin bijak dalam mencari dan menyebarkan informasi di berbagai kanal online, guna meredam suara radikalisme dan terorisme di Tanah Air dan dunia," ujar CEO KLY, Steve Christian.

(kpl/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI